Fortuna

Punya Destinasi Berkarakter, DPRD TTS Minta Pemerintah Tata Pariwisata

“Kalau pemerintah daerah bersinergi, dari sisi anggaran pasti DPRD dukung. Karena kita punya komitmen yang sama untuk pengembangan pariwisata”

Salah satu sudut TTS yang sangat mempesona di Fatumnasi. Foto : Valentino Luis

Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Provinsi Nusa Tenggara Timur  memiliki sejumlah destinasi wisata unggulan. Ekowisata Fatumnansi, Fatukopa, Fatunausus, Pantai Oetune, Kolbano dan beberapa spot wisata di “kota dingin” SoE merupakan magnet wisata berkarakter dan berskala nasional yang layak dikembangkan Pemerintah Daerah.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Kabupaten TTS, Mercu Buana Mba’u kepada www.fortuna.press di SoE, belum lama ini.

Didamping Wakil Ketua I, Yusuf Soru, dia mengumbar sejumlah potensi wisata eksotis TTS yang layak dikelola secara profesional dan dijual ke publik. Hal ini dikarenakan pariwisata menjadi kekuatan ekonomi baru bagi masyarakat sekaligus salah satu sektor kunci mendongkrak PAD

Ketua DPRD Kabupaten TTS, Mercu Buana Mba’u. Foto : Fortuna

Dikatakan Mercu Buana, DPRD dan Pemerintah Kabupaten TTS punya semangat yang sama dalam mengembangkan sektor pariwisata

“Kalau pemerintah daerah bersinergi, dari sisi anggaran pasti DPRD dukung. Karena kita punya komitmen yang sama untuk pengembangan pariwisata yang lebih baik sejalan dengan gagasan Presiden Jokowi dan juga Gubernur NTT Viktor Laiskodat,” ujarnya diamini Wakil Ketua DPRD Yusuf Soru

Kawasan agrowisata dan ekowisata Mutis Fatumnasi misalnya, menjadi destinasi yang sangat unik dan bernilai jual tinggi. Tidak hanya itu, kota SoE dengan hawa yang sejuk mestinya menjadi pilihan bagi para penikmat wisata keluarga untuk berakhir pekan.

Dikawasan Fatumnasi kata Mercu Buana, telah dibangun beberapa cottage dan fasilitas lainnya oleh pemerintah Provinsi NTT termasuk pembangunan jalan propinsi dari Soe- Fatumnasi yang direncanakan selesai pada tahun 2021

Meski telah mendapat suntikan dana dari propinsi, namum  DPRD dan pemerintah kabupaten TTS juga telah mengalokasikan sejumlah anggaran untuk penataan kawasan tersebut untuk pagar, gapura dan menara pandang juga untuk membangun gallery dan los jualan untuk masyarakat sekitar

Dia berharap dalam tahun ini anggaran yang telah dialokasikan untuk mempercantik Pantai Oetune dan menata sejumlah titik di kota Soe dan dukungan dana untuk pagelaran sejumlah event wisata budaya dapat diselenggarakan bilamana penyebaran Corona Virus Deases (Covid-19) sudah terputus mata rantainya.

Ribuan Umat Kristen lintas denominasi di Indonesia mengikuti KKR tahunan di SoE kabupaten TTS. Inilah Salah Satu event wisata rohani di TTS yang luput dari pantauan Media. Foto : Majalah Fortuna

Dia juga menyentil tentang potensi pariwisata yang selama ini belum digenjot serius dan harus menjadi perhatian pejabat teknis pariwisata di daerah untuk pengembangan. Ini butuh keseriusan kerjasama pemerintah daerah dan DPRD,” ungkapnya’

Promosi dan SDM Pariwisata

Pada kesempatan itu Wakil Ketua DPRD TTS, Yusuf Soru mengatakan ada yang masih jadi kandala pengembangan pariwisata di TTS pasca pengalokasian anggaran penataan destinasi wisata yakni soal strategi promosi dan kesiapan SDM di lapangan

Baginya selama ini pola masih sangat sederhana dan belum kreatif.  Banyak juga SDM yang mengerti pariwisata justru ditempatkan di kecamatan-kecamatan padahal mereka adalah sarjana pariwisata.

Wakil Ketua DPRD TTS, Yusuf Soru, AMd.Par. SE

“Promosi itu mahal dan harus menggunakan pendekatan yang kreatif  melibatkan para pihak. Soal penempatan pejabat dan staf yang urus pariwisata, kita inginkan The right man on the rigth place. Pak  Kadis perlu dibantu beberapa staf sarjana pariwisata yang saat ini mungkin masih bertugas di kecamatan atau dinas lain,” ujar Yusuf yang adalah Alumni Sekolah Tinggi Pariwisata ini.

Terkait urusan promosi wisata dan wabah Corona yang masih melanda dunia katanya, DPRD dan pemerintah sudah sepakati untuk mengalokasikan sekitar Rp 35 miliar untuk penanggulangan wabah ini.

Dia berharap kondisi Corona segera pulih dalam beberapa waktu kedepan sehingga aktivitas ekonomi dan pariwisata segera tumbuh kembali. (Tim/42na)

TransNusa, Meskapai Perintis Isolasi Pariwisata Indonesia

Welcome Speech

Atraksi Pasola di Pulau Sumba

Ume Kbubu, Rumah Warga Timor Tengah Selatan, NTT

Gereja Ikonik di Kefamenanu Timor

%d blogger menyukai ini: