Fortuna

Pius Berharap Desa Compang Ndejing di Manggarai Timur Segera Miliki Pokdarwis

“Dengan adanya Pokdarwis maka semua tugas dan kerja pariwisata nantinya akan dihandel oleh kelompok itu”

Pesona Pantai Ligota, Desa Compang Ndejing, Manggarai TImur. Foto : Edy Dahal/Fortuna

Pius Ngamput salah seorang warga Desa Compang Ndejing juga menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah desa Compang Ndejing yang ada kepeduliannya dalam menata potensi desa yang ada. Salah satunya adalah Pantai Ligota.

Namun, dia meminta dan berharap kepada pemerintah desa untuk membuat satu kepengurusan yang legal untuk mengurus pariwisata desa tersebutdengan membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

Dengan adanya Pokdarwis maka semua tugas dan kerja pariwisata nantinya akan dihandel oleh kelompok itu.

“Saya meminta dan berharap sekali agar Pemerintah Desa Compang Ndejing untuk segera membentuk Kopdarwis dan mengukuhkannya secara legalitas melalui pemberian surat keputusan (SK). Sehingga semua kerja yang berhubungan dengan pariwisata desa akan berawal dan berakhir di kelompok tersebut,’ katanya dalam acara Sosialisasi Desa Wisata Kepada Pemerintah Desa Compang Ndejing dan Perwakilan Masyarakat di Desa tersebut, Kamis, (22/10)

Menurutnya,  dengan adanya kelompok ini maka ada serapan tenaga kerja . ia berharap agar pemerintah desa secepat membentuk dan mengukuhkan kelompok sadar wisata (Kopdarwis).

Borong, Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Timur melalui Dinas Pariwisata melakukan sosialisasi tentang Desa Wisata di Balai Desa Compang Ndejing, Kecamatan Borong, (Rabu, 21/10/20).

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Matim Kanisius Judin melalui Kabid Destinasi Mariany Florencia Yunita Remet, SST.Par, dalam pengantar materi sosialisasi tentang Desa Wisata menyatakan pariwisata desa akan maju apa bila semua link sektor yang ada di desa bahu membahu bersama Pemerintah Desa membangun desanya.

“Karena untuk memajukan satu desa tidak harus kepala desa dan aparatur desanya, tidak juga karena ada anggota BPD yang luar biasa dalam menjalankan tugasnya. Tetapi, semuanya adalah tugas kita bersama, pemerintah desa bersama masyarakat. Seperti tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh muda dan semua yang punya keperihatinan terhadap kemajuan desa,” ujar Mariany

Baginya, desa wisata  adalah pariwisata yang dimotori oleh masyarakat pedesaan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat pedesaan itu sendiri. Artinya, desa wisata hanya legalitas semata yang diberikan oleh dinas pariwisata. Tetapi, yang menjalankan itu semua adalah pemerintah desa dan masyarakat desa.

Para Peserta Sosiaslisasi kegiatan. Foto : Edy Dahal/Fortuna

Nah dalam mengembangkan desa wisata katanya, yang paling penting adalah ada potensi yang layak dijual, ada masyarakat yang mengembangkan potensi wisata dan ada penduduk desa yang mau untuk meningkatkan sektor pariwisata yang ada.

Pada kesempatan itu Ia memuji Desa Compang Ndejing, terutama pemerintah desa yang sudah lama memulai untuk menata potensi wisata yang ada di desanya. Ini terlihat beberapa aset desa yang sudah dibangun yang ada di tempat wisata Desa Compang Ndejing di Pantai Ligota.

“Dinas Pariwisata sangat mengapresiasi hal ini. Karena tanpa ada instruksi untuk pengembangan potensi wisata desa. Ternyata pemerintah desa sudah berani membuat terobosan untuk membangun pariwisata desanya. Ini luar biasa sekali, kami berharap agar pemerintah desa dan masyarakat untuk terus bersama-sama membangun pariwisata yang ada,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Compang Ndejing, Ahmad Jabur menyampaikan harapannya agar status desa wisata untuk desa Compang Ndejing secepatnya diberi legalitas dari dinas pariwisata.

Sehingga kedepannya pemerintah desa tidak sungkan untuk mengalokasikan dana desa untuk menata objek wisata yang ada.

“Jujur, selama ini kami dari desa sangat hati-hati untuk mengalokasikan dana desa untuk membangun pariwisata desa kami. Karena tidak ada kekuatan yang besar untuk kami supaya mengalokasikan dana desa untuk menata objek wisata Pantai Ligota yang ada di desa kami.

Dan sejak tahun 2017 Pemerintah dan masyrakat Desa mulai membangun akses masuk jalan rabat, tembok pembatas antara sawah warga, pembangunan MCK, Gazebo, Lapak Jualan dan Pos Jaga riterbusi di pintu masuk ke Pantai Ligota.

“Ini semua adalah bukti kerja pemerintah desa dalam menata destinasi wisata yang ada di desa kami, terutama objek wisata Pantai Ligota, katanya.  (Edy Dahal/42na)

%d blogger menyukai ini: