Fortuna

Pemkab Sikka, KADIN dan REI NTT Dukung Bank NTT

“Kolaborasi Pemkab Sikka dan Bank NTT ini tentu tidak salah. Pasca ditetapkannya sebagai desa wisata, Kojadoi juga berhasil memenangkan Indonesian Sustainable Tourism Award (ISTA)”

Rombongan Bank NTT menikmati pose bersama dengan latar Pesona Desa Wisata Kojadoi. Foto : Humas Bank NTT

BANK NTT tidak berjalan sendirian dalam mendorong sejumlah desa wisata menjadi destinasi yang layak dari sisi layanan perbankan. Pemerintah Kabupaten Sikka, memastikan pihaknya sejalan dengan Bank NTT berada di barisan itu.

Bupati Sikka, Robby Idong, saat bincang sanntai dengan Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho di Rumah Jabatan Bupati Sikka di Maumere, Selasa (8/12) siang, menyatakan dukungannya bagi langkah strategis Bank NTT mendorong layanan perbankkan berbasis desa wisata digital di Kojadoi

“Apa yang dilakukan oleh Bank NTT dengan menyediakan layanan perbankan serba digital di Kojadoi, sangatlah kami dukung. Ini upaya cerdas dalam peran serta membangun destinasi wisata kita. Memang pulau itu sudah kami tetapkan sebagai desa wisata,”tegas Robby.

Kolaborasi Pemkab Sikka dan Bank NTT ini tentu tidak salah. Pasca ditetapkannya sebagai desa wisata, Kojadoi juga berhasil memenangkan Indonesian Sustainable Tourism Award (ISTA).

Rasa kagum terhadap destinasi itu, ikut disampaikan Wakil Ketua KADIN NTT, bobby Lianto.

“Ini adalah salah satu destinasi yang bagus. Apalagi, mereka memiliki potensi seperti gunung batu purba yang warganya sendiri tidak tahu apakah ini berasal dari leturan gunung berapi atau apa. Karena bebatuan ini seolah ada yang menumpuknya, tinggi dan tidak ada tanahnya. Lalu ada jembatan batu sepanjang 600 meter, yang merupakan satu-satunya akses jalan menuju ke pulau besar yakni Kojagete,” ujarnya.

KADIN NTT kata Bobi mendukung penuh upaya Bank NTT memberikan layanan digitalisasi perbank kan bagi warga desa di tempat-tempat wisata termasuk di Kojadoi

Sentuhan lebih Bank NTT bagi pelaku Industri kreatif, Nampak Dirut Bank NTT, Alexander Riwu Kaho meninjau sejumlah karya Ekraf warga di sela-sela kegiatan. Foto : Stenly

Hal yang sama dilontarkan koleganya Ketua REI NTT, Bobby Pitoby. Dia malah berani berinvestasi disana. “Kalaupun membangun homestay misalnya, haruslah unik dan berupa rumah apung. Kita kaji untuk menggandeng investor lain masuk ke sini, karena ini lokasi yang bagus,’ terangnya.

Pimpinan Cabang Bank NTT Sikka, Stefanus Tuga menjelaskan bahwa pihaknya memang sudah melirik pulau ini untuk dijadikan desa wisata binaan Bank NTT.

“Ini Desa Wisata yang keren, sehingga kami komunikasikan dengan kadesnya, serta masyarakat yang welcome dengan kami. Dibangunlah Lopo dan agen Di@ BISA Bank NTT disini dengan harapan nantinya mereka dibantu dalam bertransaksi,”ujar Stefanus

Dikatakan, ada satu desa lagi di Kabupaten Sikka yang akan mereka perlakukan seperti Kojadoi.

Dengan makin banyak desa yang menjadi pilot project program ini, Stefanus berharap menjadi virus positif bagi desa lain untuk nantinya mengikuti pola tersebut dan mendapat manfaat lebih dari sisi ekonomi maupun kualitas layanan perbankkan melalui sistim digitalisasi ini. (Rilis HumasBankNTT/42na)

%d blogger menyukai ini: