Fortuna

Melalui REAN.ID, Markus Raga Ajak Mahasiswa Bantu Cegah Narkoba di NTT

“Tujuan dari REAN.ID adalah terjalinnya hubungan “Kita Bisa Cegah” dengan remaja yang terlibat langsung dalam proses produksi konten pencegahan (Co-Produce),” Markus Raga Djara,SH.M.Hum

Markus Raga Djara, S.H.,M.Hum. Foto : Ist

Kepala Seksi Pencegahan Narkoba BNN Propinsi NTT, Markus Raga Djara, S.H.,M.Hum meminta para mahasiswa dan wartawan membantu Badan  Narkotika Nasional Propinsi (BNNP) Propinsi NTT melalui ekspresi karya-karya edukasi dan informatif dalam rangka pencegahan dan pemberantasan bahaya Narkoba melalui wesbite REAN.ID

Adapun Rumah Edukasi Anti Narkoba (REAN.ID) merupakan website resmi milik BNNP NTT yang baru dilauncing untuk publik dalam rangkaian kegiatan Talkshow dan Launcing website yang digelar Badan Narkotika Nasional Provinsi NTT di Neo Aston Hotel, Selasa, (27/10).

Kegiatan bertajuk Berkreasi Tampa Narkoba Bersama REAN.ID  itu dihadiri oleh perwakilan Kepala BNN Provinsi NTT Hendrik J. Rohi,SH.M.H, Kabid P2M BNN- NTT, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat, BNN-NTT,Lia Novika Ulya,S.KM, Pdt.LusianaAdu,MA.CBP serta melibatkan 150 peserta terdiri dari, Wartawan NTT, mahasiswa dan Komunitas Leko

Markus Raga menjelaskan bahwa tujuan dari REAN.ID adalah terjalinnya hubungan “Kita Bisa Cegah” dengan remaja yang terlibat langsung dalam proses produksi konten pencegahan (Co-Produce).

Website tersebut juga media bagi remaja untuk berekspresi dalam pencegahan narkoba (Co-Creator),  selain untuk membetuk jadi diri remaja sebagai sebagai Role Model pencegahan narkoba (Co-Brand) serta terbangunnya literasi informasi dan edukasi pencegahan narkoba bagi remaja (Co-Respon).

“Ade-ade mahasiswa yang hadir, saya mau katakan bahwa melalui media REAN.ID ini kalian  bisa mengekspresikan kemampuan kalian dalam bentuk tulisan-tulisan ataupun bentuk lainnya yang bertujuan untuk mengkampanyekan pemberantasan Narkoba.” Ajak Markus

Adapun Visi dan Misi dari REAN.ID kata dia yakni terlibatnya remaja (generasi milenial) sebagai aktor utama dalam setiap kegiatan. Menggugah seluruh aktivitas DrugFreeExhibition Day dan hasil karyannya dalam Rumah Edukasi Narkoba.

RAN.ID juga menyediakan ruang bagi remaja untuk mengakses informasi dan edukasi bidang pencegahan melalui konten-konten dan literatur digital dalam halaman Rumah Edukasi Anti Narkoba.

Suasana Kegiatan Talkshow, BNN Propinsi NTT di Neo Aston Hotel, Kupang, Selasa, (27/10). Foto : Wilfrid/Fortuna

Sementara Kepala Bidang P2M BNNP NTT, Hendrik J. Rohi,SH.M.H  dalam memberikan sambutanya ketika membuka kegiatan itu mengatakan bahwa Rumah Edukasi Anti Narkoba (REAN.ID) merupakan rumah orang muda untuk berkreasi dalam menyampaikan informasi atau mempromosikan bahaya narkoba.

Rumah edukasi tersebut menyasar anak muda sebagai generasi bangsa agar dari hari ke hari menjadi duta kampanye Narkoba  terhadap teman sebaya, kepada kampus dan kalangan masyarakat luas.

Ia berharap wartawan yang hadir saat itu bisa dapat menjadi komponen kekuatan untuk memberikan informasi yang baik, benar sebagai bentuk edukasi.

Pemateri lainnya, Pendeta Lusiana Adu,MA dalam paparan menjelaskan bahwa peran media sosial dalam organisasi antara lain; efektivitas penyampaian informasi, media diskusi dan aspirasi, sarana interaksi, perekrutan anggota baru, alternatif undangan rapat, media rapat online, efektivitas koordinasi pengurus,dan lain sebagainya.

Adapun dampak baik dari media sosial itu sendiri kata Lusiana yakni memudahkan berinteraksi dan berkomunikasi, selain bermanfaat sebagai media promosi yang terjangkau dan  mudah, mempermudah arus informasi, serta memudahkan para penggunanya  dalam menyampaikan pendapat dan aspirasi.

Ia juga memaparkan dampak buruk media yakni adalah munculnya Cybercrime, mudahnya mengakses konten-konten porno selain adanya efek ketergantungan atau kecanduan  terhadap media sosial.

Sisi negatif lainnya yakni tidak bisa fokus dengan pekerjaan, munculnya budaya narsis, dan hilangnya rasa malu dan lain-lain

Untuk itu, dia berharap REAN.ID bisa digunakan sebagai media penyalur informasi positif.

Kepada peserta mahasiswa yang hadir, Lusiana berharap agar bisa menjadi penggerak kaum muda untuk berkreativitas dan berinovasi melalui informasi yang positif. (Wilfrid/42na)

%d blogger menyukai ini: