Fortuna

Legalisasi P3MK dan Komitmen Mendorong TN Kelimutu Jadi Destinasi Berbasis Masyarakat

“Wadah ini harus bernilai dan bermutu untuk kemajuan organisasi, industri pariwisata dan peningkatan kesejatheraan rakyat ditingkat lokal”

Perkumpulan Pelaku Pariwisata Moni Kelimutu (P3MK), Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur  menggelar kegiatan Pra Legalisasi komunitas tersebut di Aula SMP Katolik Moni, jalan trans Ende-Moni-Maumere, Rabu, 08/07/2020.

P3MK adalah perkumpulan pelaku wisata dan seluruh stakeholders yang berdomisili dan membangun usaha jasa pariwisata di area seputaran TN Kelimutu Kecamatan Kelimutu, kabupaten Ende.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Komisi III DPRD Ende, Vinsensius Sangu, Pejabat yang mewakili Kepala BTNK Frengky Rodja, Camat Kelimutu Josef David Sari, Akademisi Unflor Ende Paulino Seda,SH, Kepala Desa Koanara dan Tokoh Adat (Mosalaki), pengurus P3MK, pelaku wisata dan pengusaha jasa pariwisata sekitar

Bupati Ende Djafar Ahmad melalui Camat Kelimutu Josep David Sari dalam sambutannya pada pembukaan kegiatan ini mengatakan acara tersebut strategis dalam rangka melahirkan dan mengesahkan kehadiran komunitas P3MK yang nantinya menjadi mitra pemerintah dalam membangun industri kepariwisataan di kabupaten Ende dan kecamatan Kelimutu khususnya.

Dia meminta kepada para pengurus perkumpulan itu agar serius mengembangkan dan memanfaatkan wadah ini agar bernilai dan bermutu untuk kemajuan organisasi, industri pariwisata dan meningkatkan kesejatheraan rakyat ditingkat lokal.

“Untuk mewujudkan ini semua, perlu adanya bimbingan, motivasi, dan pendampingan dari berbagai pihak sehingga sprit terbentuknya kelompok ini bisa terwujud untuk kemajuan pariwisata di kawasan Moni Kelimutu,” ujar Josep David Sari

Dia berterimakasih kepada semua pihak yang hadir pada kesempatan itu serta mitra pemuda dan komunitas yang telah menginisiasi terbentuknya P3MK dan tersenggaranya kegiatan tersebut.

Sementara Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Ende, Vinsensius Sangu,SH pada kesempatan itu menegaskan bahwa DPRD secara kelembagaan siap mendorong berbagai upaya menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan yang strategis dalam meningkatkan kesejatheraan masyarakat Kabupaten Ende

“DPRD tentu sangat mendukung hadirnya P3MK dan berharap komunitas ini terus bergerak bersama pemerintah dan DPRD juga masyarakat meningkatkan semua potensi wisata seni budaya alam dan wisata minat khusus lainnya yang tersebar di Ende untuk kesejatheraan bersama,” ujar Politisi PDI Perjuangan ini

Vinsen berharap P3MK yang adalah kumpulan pelaku dan praktisi wisata di kawasan Moni dan Kelimutu itu terus berkolaborasi dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan guna mendorong terciptanya industri pariwisata yang maju dan mensejatherakan berbasis masyarakat

Para Nrasumber Kegiatan Pra Legalisasi P3MK di Aula Aula SMP Katolik Moni, jalan trans Ende-Moni-Maumere, Rabu, 08/07/2020. Foto : dok.Fortuna

Kerjasama Sebagai Sebuah Kekuatan

Sementara Ketua P3MK, Handrianus Bata Samsaman dalam sambutannya,  memaparkan materi visi misi perkumpulan.

Adapun visi-misi P3MK sebagaimana termaktub dalam logo P3MK memiliki magna yang sangat erat kaitannya dengan semangat membangun pariwisata dengan saling bekerjasama sebagai sebuah kekuatan.

Handrianus kemudian menjelaskan 5 hal penting yang mendasari kegiatan pariwisata, pertama perjalanan wisata yang bertanggungjawab.

Artinya, bahwa pelaku-pelaku kegiatann pariwisata harus bertanggungjawab terhadap dampak yang ditimbulkan dari kegiatan pariwisata terhadap lingkungan alam dan budaya.

Kedua, kegiatan pariwisata dilakukan ke atau di daerah yang masih alami. Ketiga, selain menikmati pesona alam, juga diupayakan untuk memahami fenomena alam budaya.

Keempat, memberikan dukungan terhadap usaha konservasi alam, dan

Kelima, meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat, ujarnya.

Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan penjelasan mengenai visi misi dan tujuan berdirinya komunitas itu dari Wakil Ketua P3MK, Yanto Wangge

Menurut Yanto, secara filosofis kehadiran P3MK adalah embrio untuk terus mendorong kemitraan strategis antara masyarakat, komunitas peduli dan pelaku wisata wisata, Pengelola TNK, pemerintah lokal dan pemangku adat setempat

“Jadi hadirnya P3MK ini dalam rangka mendorong semua stakeholders untuk menjadikan kawasan Taman Nasional Kelimutu (TNK), Moni dan sekitarnya sebagai sebuah destinasi wisata berbasis masyarakat,” ujarnya

Baginya dalam konteks pengembangan pariwisata sudah saatnya warga lokal sebagai pemain utama dalam pengembaangan dan pengelolaan destinasi wisata di kampung halamannya.

Pada kesempatan yang sama akademisi dari Universitas Flores (Unflor) Ende sekaligus pendamping hukum P3MK, PauLino Seda, SH mengatakan legalitas keorganisasian sangat penting demi pengakuan negara terhadap organisasi.

Sebab katanya, konstitusi memberi ruang bagi bagi semua pihak dalam hal kebebasan berpendapat dan berkumpul.

Oleh karena ia selaku akademisi, Lino begitu bangga karena semua pelaku kebijakan berpartisipasi dan terlibat dalam kegiatan pra legalisasi itu demi membangun daerah.

Dosen Hukum Unflor ini berharap pasca terbentuknya komunitas itu, pengurus P3MK segera memprosesnya sehingga wadah itu punya badan hukum tetap.

Bangun Lapak Jualan yang Memadai

Kepala Seksi I Balai Taman Nasional Kelimutu (BTNK), Frengky Rodja dalam penjelasannya mengatakan bahwa ada beberapa kegiatan dimasyarakat dalam bentuk pemberdayaan.

Dalam aspek pembangunan, tahun ini menajemen TNK merencanakan beberapa item kegiatan seperti perbaikan lopo, anjungan, dan pendirian tenda lapak, ujarnya.

Khusus tenda lapak, pihaknya telah bersepakat dengan para penjual, untuk tidak berjualan lagi di sekitar lokasi wisata demi menjaga kebersihan sehingga terjaganya sampah tidak berserakan dinana-mana.

Manajemen TNK juga belum lama ini mendapat bantuan 3 ekor kuda dari Bupati Ende yang diharapkan dapat dikembangkan atraksi wisata berkuda di TNK.

Manajemen TNK juga siap menerapkan metode baru bagi wisatawan TNK yang ingin berkunjung ke danau kelimutu.

“Kita berlakukan tikecting. Jadi setiap pengunjung yang datang kesini harus sudah memberi tiket. Dengan tiket itu dia bisa diijinkan masuk,” katanya. (Marsel/42Na)

Kantor Pusat Kopdit Pintu Air. Foto : Fortuna

%d blogger menyukai ini: