Fortuna

Lazarus, Si Sopir Mobil Rental Yang Berhasil Boyong 1 Unit Mobil Xenia dari Program KKB Tanpa Uang Muka Bank NTT

“Sudah lama saya dengar dan saya suka karena tidak ada uang muka atau DP, serta bunga kreditnya 0,4 persen. Ini luar biasa, dan karena pertimbangan itulah, saya ambil mobil baru,”tegas Ama Lape

Lazarus Ruge pose bersama Manajemen Bank NTT dan mitra terkait dalam program KKB Bank NTT usai penyerahan satu unit Xenia Type X 1,3 Manual di Paradox Coffee & Roastery Kupang, (26/6). Foto : Ist

KUPANG, fortuna.press – Wajah Lazarus Ruge petang itu nampak sengang dan sumringah. Ia tak membayangkan kalau usaha rental yang selama ini dijalankan dari sewa mobil milik orang akan berbuah manis dengan kemudahan program Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) yang saat ini digalakan oleh Bank NTT.

Dengan berbagai kemudahan termasuk kredit tanpa uang muka dan angsuran berbunga murah, Lazarus yang sudah menahun menjadi sopir mobil rental itu akhirnya bisa mewujudkan impiannya.

Dia yakin dengan prakiraan keuntungan yang didapatkan dari profesinya sebagai sopir mobil rental milik orang lain itu selama ini, Ia mampu melunasi biaya kredit kendaran dengan angsuran berbunga murah tersebut.

Melalui hajatan KKB On The Street yang digelarBank NTT pada Sabtu, 26 Juni 2022 pukul 16.30 Wita di Paradox Coffee & Roastery Jl. W.J Lalamentik, Ia memberanikan diri  untuk mengajukan kredit dari program itu dan akhirnya administrasinya disetujui. Tidak tanggung-tanggung, pada  malam itu juga berhasil memboyong kendaraan kesukaannya sebuah Xenia Tipe X 1,3 Manual.

Menurut Lazarus, KKB atau Kredit Kendaraan Bermotor ini sudah diketahuinya sejak sebulan terakhir. Saat itu beberapa temannya menginformasikan bahwa ada program pembelian kendaraan tanpa uang muka.

“Sudah lama saya dengar dan saya suka karena tidak ada uang muka atau DP, serta bunga kreditnya 0,4 persen. Ini luar biasa, dan karena pertimbangan itulah, saya ambil mobil baru,”tegas Ama Lape yang malam Minggu itu membawa pulang satu unit mobil Xenia Type X 1,3 manual.

Menurutnya, dia membeli lagi satu unit mobil baru agar menunjangnya berusaha.

“Bunga kreditnya murah, saya ambil tujuh tahun dengan angsuran bulanan Rp 4 juta. Ini sangat baik bagi saya karena dengan nilai kredit yang ringan seperti ini, saya sanggup membayarnya dari penghasilan sebagai sopir mobil sewaan,”tambahnya lagi.

Dia pun mempunyai pertimbangan, tahun-tahun kedepan nilai kredit yang diambilnya sekarang sudah kecil, sehingga dia memutuskan untuk mengambil kredit.

Lazarus merupakan salah satu dari sekian banyak konsumen yang menghadiri mini expo KKB on the street yang digelar meriah dan menuai sukses besar itu.

Seperti sudah diprediksi sebelumnya, mini expo yang didesain dalam acara ngopi bersama, menikmati live music sambil membeli kendaraan kesukaan ini dihadiri ratusan warga.

Mereka  sejak sore sudah tumpah ruah ke tempat ngopi paling favorit di Kota Kupang ini.

Rupanya masyarakat punya keinginan yang kuat untuk memiliki kendaraan dalam iven ini, sehingga ketika kegiatan sementara berlangsung, warga dengan penuh antusias, mengeksekusi kendaraan kesukaanya.

Empat warga berhasil memboyong kendaraan kesukaanya, diantaranya Dewi, seorang pegawai Biro Umum Setda Provinsi NTT. Dia  membawa pulang satu unit Yamaha N-Max putih. Dalam testimoninya, Dewi menyatakan kesukaannya pada sepeda motor idamannya.

“Saya suka sekali dan sepeda motor ini. Kedepan akan saya pakai untuk antar anak ke sekolah serta jalan-jalan ke Fatumnsi,”ujarnya disambut tawa riuh pengunjung.

Saat itu Dirut Bank NTT Harry Alex Riwu Kaho spontan maju ke depan dan memakaikan jaket tenunan yang dipakainya. “Jaket ini adalah buatan siswa SMK SoE, saya serahkan ke Ibu Dewi agar dipake saat bawa motor,”ujar Alex.

Live music pun berlangsung, dan tembang demi tembang dinyanyikan oleh band lokal. Hingar bingar musik berbagai genre didengungkan, pengunjung kian ramai, bahkan meluber hingga ke badan jalan. Ada yang asyik melihat-lihat parade mobil baru dari tujuh dealer besar di Kota Kupang, ada yang asyik ngopi.

Duduk di deretan paling depan, Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, Direktur Kredit, Paulus Stefen Messakh, Dirut PT. Jamkrida, Ibrahim Imang dan di meja yang sama, ikut hadir Direktur Operasional PT. Jamkrida, Octafiana Ferdiana Mae dan pejabat lainnya. Tak hanya itu, hadir puluhan mitra Bank NTT dari lembaga asuransi. BUMD maupun BUMD dan mitra terkait.

Tak lama, Dewi Leba selaku host yang membuat suasana malam itu hidup, mengumumkan sebuah kabar gembira lagi. Satu unit Mitsubishi Expander diboyong oleh seorang undangan yang duduk di meja paling depan. Dia adalah Direktur Operasional PT. Jamkrida, Ny Octaviana Mae. Semua pun bersorak, pihak dealer memproses administrasinya, sedangkan penyerahan kunci oleh manajemen Bank NTT.

Ternyata hingga penghujung acara, masih ada satu kendaraan lagi yang dibeli. Pembeli itu adalah oleh seorang pegawai pada RSU Prof. W.Z Johannes Kupang, yakni ibu Afriane Pau. (Rilis/Humas Bank NTT)

%d blogger menyukai ini: