Fortuna

Lahan 5,5 Ha Bisa Menjadi Hambatan Pengembangan Bandara Ende

“Dalam konteks pengembangan bandara, aspek pembebasan lahan dari pemerintah daerah harus clear and clean”

Pemerintah bertekad meningkatan pelayanan Bandara Haji Hasan Aoerobusman Ende menjadi salah satu bandara alternatif di Flores yang bisa didarati pesawat berbadan lebar sekelas Boeing 737. Untuk kepentingan itu maka dibutuhkan tambahan lahan seluas 5,5 hektar dari total lahan yang dibutuhkan sekitar 6 hektar saat ini

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Ende, Mustaqim Mberu dalam Video Conference dengan Pejabat dari Direktorat Perhubungan Udara Kemenhub RI, Bappenas dan Dinas Perhubungan Provinsi NTT, Selasa, (29/9) mengatakan lahan seluas 5,5 ha itu diperuntukan bagi perpanjangan landasan pacu (runway) mencapai hingga 2,100 meter, pembangunan gedung terminal, pemindahan tower navigasi dan pengembangan side area serta beberapa item pekerjaan lainnya

“Total 6 ha dan sekarang kita sudah bebaskan 0,5 ha jadi masih butuh tambahan 5,5 hektar,” ujar Mustaqim ketika diberi kesempatan oleh moderator dari Bappenas untuk memaparkan kondisi eksisting dan rencana pengembangan bandara H.H Aoerbusman Ende.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Ende, Mustaqim Mberu. Foto : Ist

Dikatakan lahan seluas tersebut ada dibagian Selatan, Timur dan Barat yang saat ini sudah sudah dipenuhi pemukiman warga. Pihaknya terus melakukan pendekatan untuk memediasi sehingga warga bisa secara ikhlas mau melepas lahannya dengan biaya ganti untung yang wajar demi pelayanan umum.

Sementara Kadis Perhubungan Provinsi NTT, Isyak Nuka, ST, MT pada kesempatan itu menyatakan dukungannya bagi langkah Pemkab Ende dalam mengembangkan bandara Aerobusman Ende guna kepentingan pariwisata dan pelayanan kemasyarakatan

“Dalam konteks pengembangan bandara, aspek pembebasan lahan dari pemerintah daerah harus clear and clean. Kita sangat mendukung perluasan untuk kepentingan pelayanan transportasi udara bagi masyarakat di Ende dan Flores pada umumnya,”ujar sosok low profile ini.

Menurut Isyak, Bandara Ende saat ini sangat strategis karena menjadi sentralnya Flores. Orang dari Ende bisa mengakses penerbangan ke Labuan Bajo, Kupang, Ngada, Sumba, Sabu dan sekitarnya. Bandara Ende juga menjadi pilihan utama untuk akses ke Bali yang adalah pusat pariwisata dunia

Kadis Perhubungan Provinsi NTT, Isyak Nuka saat mengikuti Video Conference dengan Bappenas dan Kemenhub, di ruang kerjanya, Selasa, (30/09). Foto : Fortuna

Kami mendorong Direktorat, pihak Bandar Udara atapun pihak Bappenas, silakan melakukan survey apakah masih dimungkinkan untuk pengembangan, perpanjangan dan peningkatan pelayanan,” katanya.

Dikatakan dukungan dari Gubernur NTT berupa Surat Permohonan kepada Kementerian Perhubungan RI sudah dilakukan untuk mendorong supaya segera dilaksanakan pembangunan perluasan bandara.

“Dukungan itu kita sudah lakukan. Pak Gubernur sudah teken dan sudah dikirim ke Kemenhub dan pihak terkait sehingga hari ini kita bisa gelar Vicon dengan pemerintah pusat dan  Pemkab Ende, “ ujarnya singkat

Wisatawan asing mengunjungi FLores via Bandara Haji Hasan Oerobusman Ende. Foto : Palce/lintasntt.com

Dukungan Pembiayaan Lahan 1,6 Ha dari Pusat

Sementara Pejabat dari Direktorat usai mendengar presentasi dari Kadis Perhubungan Ende nampaknya masih menyangsikan rencana besar pemerintah kabupaten Ende untuk mengembangkan bandara Ende karena kondisi eksisiting bandara saat ini berada ditengah pemukiman warga.

Meski demikian pemerintah pusat siap memberi dukungan penganggaran kalau kesiapan lahan sudah final. Pemerintah pusat bahkan siap mendukung sejumlah anggaran termasuk biaya pembebasan lahan seluas 1,6 hektar  dari total 6ha yang dibutuhkan

Namun demikian sekilas melihat kondisi esksiting bandara Ende saat ini nampaknya masih sulit memenuhi syarat keselamatan kalau dikembangkan. Karena side strip dari areal bandara ke pemukiman warga harus minimal 45 meter.

“Saat ini jaraknya bervariasi karena posisi kemiringan. Ada yang sekitar 20-an lebih meter saja dari batas pagar bandara,” jelas pejabat dari Bappenas sebagaimana disampaikan oleh Kadishub NTT Isyak Nuka kepada www.fortuna.press usai kegiatan.

Pemerintah pusat melalui Bappenas pada kesempatan itu menyatakan sudah menyiapkan anggaran untuk mensuport kebutuhan Pemkab dalam pembebasan lahan sebanyak 1,6 hektar guna pemenuhan pembangunan runway strip

Soal dukungan untuk pembebasan lahan 1,6 hektar dari Pemerintah pusat siap eksekusi tapi harus dilakukan pembebasan oleh pemerintah daerah terlebih dahulu. Kita menunggu komitmen karena dijanjikan akan segera diselesaikan dalam waktu dekat,” jelas Isyak Nuka.

Pergerakan Pesawat di Bandara Aoerobusman Ende. Foto : Ist

Untuk diketahui, Pemkab  Ende berniat mengmbangkan Bandara Hasan Aoerbusman terutama memperpanjang landasan pacu mencapai 2100 meter dari saat ini 1600meter, membangun gedung terminal baru 2 lantai dan membangun sejumlah fasilitas.

Untuk tahun 2021, Unit Pengelola Bandar Udara (UPBU) Kelas II Ende akan melaksanankan pelapisan landasan dengan total anggaran senilai Rp23 miliar, pembangunan terminal terminal baru tahap 1 teralokasi Rp 40 miliar

Sementara total lahan yang dibutuhkan sekitar 5,5 hektar dengan harga lahan sekarang permeter persegi Rp1.700.000 maka kurang lebih dibutuhkan hampir Rp 100 miliar yang wajib disiapkan pemerintah. (tim/42na)

%d blogger menyukai ini: