Fortuna

KSP Kopdit Swasti Sari Utamakan Keberpihakan Terhadap Anggota

“Produknya ini berpihak atau tidak, itu intinya, bukan kita melihat lembaga keuangan banyak atau tidak”

Wakil Bupati Sikka, Romanus Woga, General Manager, Yohanes Sason Helan dan para undangan pose bersama disela-sela peresmian Kantor Cabang Maumere, Sabtu, (19/12). Foto ; Albert

Kopdit Swasti Sari resmi melayani masyarakat Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur pasca diresmikan kantor pelayanan Cabang Maumere of Flores (MoF) oleh Wakil Bupati Sikka, Romanus Woga pada Sabtu, (19/12/2020)

Kantor Cabang Maumere merupakan Cabang ke-25 di Indonesia dan merupakan Kota terakhir dari 22 Kabupaten/kota di Provinsi NTT yang sudah dilayani Kopdit Swasti Sari.

Koperasi yang berkantor pusat di Kupang, Propinsi Nusa Tenggara Timur  ini telah membuka kantor cabang dan melayani anggota di 24 kota di seluruh kabupaten di NTT, Cabang Jimbaran dan Cabang Denpasar di Provinsi Bali serta calon cabang Bima Provinsi NTB dan Jawa Timur.

General Manager KSP Kopdit Swasti Sari, Yohanes Sason Helan, A.Md dalam sambutanya pada kesempatan itu menegaskan bahwa ekspansi usaha yang dilakukan manajemen koperasi Swasti Sari stratetegis dalam rangka memasarkan produk-produk unggulan koperasi itu selain ingin menunjukan komitmen dan keberpihakan lembaga pada anggota.

“Produknya ini berpihak atau tidak, itu intinya, bukan kita melihat lembaga keuangan banyak atau tidak. Bagaimana kita bersahabat, berteman dengan mereka sampai dengan mereka meninggal dunia,” kata John dalam sambutannya pada peresmian Kantor tersebut

Wakil Bupati Sikka, Romanus Woga menandatangani dokumen peresmian Kantor Cabang Maumere. Foto ; Albert

Yohanes mengatakan bahwa KSP Kopdit Swasti Sari selalu berhati-hati dalam melakukan ekspansi dengan melewati kajian dan dirinya mengucap syukur kepada Tuhan dan menganggapnya sebagai berkat karena meski dilanda pandemi COVID-19, KSP Kopdit Swasti Sari tetap eksis karena berdasarkan melihat trand pertumbuhan yakni jumlah anggota yang bertambah di tahun 2020 sekitar 30 ribuan anggota dengan aset berjumlah sekitar 200an milyar.

“Artinya itu suatu kepercayaan yang sangat besar terhadap lembaga ini, yang penting jangan berbuat dosa, jangan berbuat curang, jangan menyakiti mereka dan bagaimana kita sama membagi senyum karena banyak di pelosok sana, di gunung sana itu belum tersentuh,” ujarnya.

Yohanes Sason Helan menambahkan bahwa KSP Kopdit Swasti Sari pada intinya tidak lagi fokus melayani pinjaman konsumtif tetapi masuk dalam sektor riil atau spin off. Tujuannya, guliran dana kepada anggota KSP Kopdit Swasti Sari sudah bersifat produktif.

Terkait alasan ekspansi ke Maumere, Yohanes Sason Helan mengatakan bahwa KSP Kopdit Swasti Sari hanya bertujuan untuk menjual produk dan lebih mendekatkan pelayanan kepada anggota

Ia juga menjelaskan bunga simpanan di KSP Kopdit Swasti Sari lebih besar dari harga pasar yakni minimal 4 % dan tertinggi hingga 7 sampai 8 % pertahun.

Sedangkan untuk produk pinjaman, KSP Kopdit Swasti Sari menawarkan plafon pinjaman hingga bunga 0,5%.

“Kita membantu masyarakat, anggota, dia mengumpulkan lalu kita juga kembalikan uang kepada dia dengan tidak usah membebani suku bunga yang besar karena itu dia punya barang dan semua itu melalui sebuah keputusan yang dinamakan RAT,” tandasnya.

Terkait spin off, Yohanes mengatakan saat ini KSP Kopdit Swasti Sari sudah menggelontorkan dana kepada anggotanya di Kabupaten Ngada untuk usaha penggemukan sapi yang dalam waktu dekat akan dilakukan penjualan sekitar puluhan ekor sapi.

Selain itu, KSP Kopdit Swasti Sari juga telah memiliki usaha swalayan yang beroperasi di Kota Kupang.

“Dan kami sudah kaji, 5 atau 10 tahun kedepan, dimana ada cabang kopdit Swasti Sari disitu ada mart Swasti Sari,” kata Yohanes.

Karyawan/ti Kantor Cabang Maumere. Foto : ist

Mukjizat Sosial

Sementara itu, Wakil Bupati Sikka, Romanus Woga yang juga merupakan tokoh Koperasi Indonesia dalam sambutannya mengatakan bahwa seluruh jajaran KSP Kopdit Swasti Sari mulai dari pengurus hingga anggota membutuhkan mujizat sosial

Diperlukan, keberanian meretas kebekuan, kemapanan, status quo demi mewujudkan kesejahteraan dan keadilan yang lebih besar bagi anggota KSP Kopdit Swasti Sari dan masyarakat.

“Jadi mau maju itu perlu keberanian meretas kebekuan, kemapanan, status quo demi mewujudkan kesejahteraan dan keadilan yang lebih besar bagi anggota KSP Kopdit Swasti Sari dan masyarakat,”ujarnya

Hadir pula dalam acara peresmian Kantor KSP Kopdit Swasti Sari di Jalan Nong Meak, Kelurahan Kabor, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka tersebut, General Manager Bank Nasional Indonesia (BNI) Cabang Sikka, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sikka, perwakilan dari beberapa KSP Kopdit di Kota Maumere, serta undangan lainnya.

Tampak beberapa warga Kabupaten Sikka langsung menjadi anggota pertama KSP Kopdit Swasti Sari.

68 Kantor Kas di 3 Propinsi

Yohanes menjelaskan bahwa hingga saat ini Kopdit Swasti Sari telah memiliki 25 Kantor Cabang, 1 Kantor Pusat dengan 2 Cabang Pembantu Serta 68 Kantor Kas di seluruh Indonesia.

Diluar NTT ada 2 cabang yakni, Jimbaran dan Denpasar Propinsi Bali. Sebenarnya di NTB dan Jawa Timur kita ekspansi tapi masih kondisi Covid jadi pending lagi, “ ujarnya.

Adapun total saham yang dari Kopdit Swasti Sari sebesar Rp 1 Triliun, dengan jumlah anggota 116.000 orang lebih. Saat ini manajemen Kopdit Swastisari juga mempekerjakan lebih dari 400 karyawan. (Albert Aquinaldo/42na)

%d blogger menyukai ini: