Fortuna

Kopdit Pintu Air Kefamenanu, Bergeliat Melayani Ditengah Kompetisi

“Target tahun buku 2021 yakni anggota harus mencapai 11.808 orang dan aset tembus Rp 54, 894 miliar” ungkap Manager Cabang Kefamenanu, Oktovianus Bhau

Kantor Pusat KSP Kopdit Pintu Air di Kampung Rotat, Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur. Foto : Majalah Fortuna

KSP Kopdit Pintu Air hari ini merupakan koperasi peringkat satu nasional dari sisi jumlah keanggotaan.

Koperasi itu hadir sejak 1 April 1995 di Kampung Rotat, Desa Ladogahar,  Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur dan kini melayani anggotanya di 52 Kantor Cabang di 7 Provinsi se- Indoensia

Salah satu cabang Kopdit Pintu Air yang produktif dan melayani anggota hingga dipelosok perbatasan Indonesia dan Timor Leste yakni Cabang Kefamenanu di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Pintu Air hadir di TTU sejak 23 Oktober 2013 seiring dengan pembukaan cabang serentak di hampir semua kabupaten di Pulau Timor. Sejak itu pula, aneka produk unggulan, kualitas layanan dan manajemen pemasaran digenjot serius oleh semua pengurus komite dan manajemen

Mereka bergerak menawarkan produk unggulannya dan tunduk pada filosofi dasar pelayanan koperasi tersebut yakni “Kau Susah Aku Bantu dan Aku Susah Kau Bantu” yang menitikberatkan pada orang kecil dan mereka yang terlupakan. Kopdit Pintu Air bak Oase – sumber mata air baru- ditengah padang kering yang menghidupkan.

Karena menawarkan produk-produk unggulan yang berpihak pada kepentingan anggota dan masyarakat calon anggota maka banyak masyarakat memutuskan bergabung dengan koperasi ini.

Didukung  manajemen pelayanan yang ramah dan solider, Pintu Air mampu mengembalikan kepercayaan rakyat ditengah ulah para rentenir dengan sistim bunga pinjaman harian yang konon mencekik leher

Tidak mengherankan selama 8 tahun berkarya, lembaga ini mendapat simpati warga Kabupaten Timor Tengah Utara. Puluhan ribu orang bergabung dengan total aset puluhan miliar pula.

Tercatat lebih dari 80% anggota koperasi ini adalah pelaku UKM, Petani, Peternak, Buruh dan Nelayan. Sisanya 20% berprofesi sebagai ASN dan profesional.

Kantor Kopdit Pintu Air yang awalnya hanya terpusat di Kota Kefamanenu pun harus dimekarkan menjadi 3 cabang yakni, Cabang induk Kota Kefamenanu, Cabang Insana dan Cabang Oelneke. Tujuanya cuma satu yakni mendekatkan pelayanan bagi anggota.

Penambahan jumlah kantor pelayanan tersebut ternyata berdampak positif. Grafik pertumbuhan aset dan jumlah anggotapun terpantau terus meningkat dari waktu ke waktu di 3 cabang yang berbeda

Di cabang induk Kota Kefamenanu misalnya, hingga 31 Desember 2020 mampu membubuhkan total aset sebanyak  Rp 39 miliar lebih dan jumlah anggota mencapai 9.840 orang.

Wakil Ketua Komite, Maria Viktoria Abi. Foto : Majalah Fortuna

Ketua Komite Cabang Kefamenanu, Benyamin Klau,S.Pd kepada www.fortuna.press  mengatakan capaian aset Rp 39 miliar lebih dan jumlah anggota mendekati 10.00 orang adalah buah dari kerjasama komite dan manajemen serta dukungan dari seluruh anggota.

Pihaknya berkomitmen untuk terus bekerja keras memberikan pelayanan terbaik bagi anggota. Fokusnya jelas yakni menyasar kelompok orang kecil dan pegiat Usaha Kecil Menengah (UKM).  

Hal itu disampaikan Benyamin melalui Wakil Ketua Komite, Maria Viktoria Abi dalam bincang santai dengan fortuna.press di Kefamenanu, Senin, (11/1/2021)

Viktoria  mengatakan bahwa kantor cabang Kefamenanu punya kisah menarik dalam karya melayani anggota. Ada tantangan tapi juga cerita sukses. Diatas semuanya, peningkatan kualitas pelayanan bagi anggota merupakan salah satu aspek penting dalam catatan kemajuan lembaga dalam mendorong kesejatheraan anggota.

Tidak Boleh Hilang Bahasa

Salah satu langkah yang menjadi fokus Komite dan manajemen kini yakni melakukan pendekatan persuasif kepada para anggota yang selama ini belum teratur mengembalikan kewajiban pinjamannya.

“Kita terus berkoordinasi untuk memberikan pelayanan bagi anggota. Hal lain yakni bersama manajemen secara persuasif menertibkan pinjaman anggota yang “karatan” atau macet. Melalui pendekatan tersebut  banyak anggota yang mulai aktif kembali dan menyelesaikan kewajibanya” ujar Viktoria

Ia menilai kredit macet bukan saja terjadi karena anggota tidak mampu bayar tapi butuh pendekatan khusus terhadap mereka yang memiliki kandala dalam pembayaran.

Terkit semua rencana dan capaian lembaga ini, kita berusaha lebih keras dan optimis. Tujuannya satu. anggota dilayani dan lembaga harus untung, tidak boleh rugi, “tegasnya.

Ia berterimakasih kepada Manager Cabang Kefa, Oktovianus Bhau, S.Pt yang nampak energik, gesit dan punya seribu cara untuk memacu kinerja manajemen.

Seperti macet pinjaman, pendekatan itu tidak boleh “hilang bahasa”. Banyak cara dan teknik yang dilakukan untuk menyadarkan anggota.  Dan terbukti, yang selama ini catatan merah atau diatas 12 bulan belum bayar bahkan ada yang sampai 40 bulan tunggakan mereka langsung kasih lunas,” ungkapnya bersemangat.

Caranya sederhana, Komite dan Manajemen bahu membahu membagi tugas untuk mengunjungi anggota dan mengelar pertemuan kelompok di setiap titik tentu dengan target harian dan bulanan.

Dengan pola itu maka tujuan bersama tercapai. Anggota dilayani kebutuhannya dan operasionalisasi lembaga juga tetap berjalan seimbang ditengah persaingan produk dan layanan koperasi yang makin kompetitif belakangan

Manager Cabang Kefamenanu, Oktovianus Bhau, S.Pt. Foto : Majalah Fortuna

Target Rp 54, 894 Miliar

Manager Cabang Kefamenanu, Oktovianus Bhau, S.Pt saat itu mengakui bahwa kompaknya kerja tim menjadi hal utama. Antara manajemen dan komite cabang harus kompak serta satu visi mencapai target.

“Sejak september kami sudah duduk bersama dan mantapkan team kerja. Antara manejemen dan komite tidak bisa dipilah. Hasilnya pada bulan November kami murni tembus 2%. Itu adalah pertama kali sejarah untuk cabang Kefa,” ujar pria yang baru dimutasi 4 bulan lalu itu

Hal itu katanya jadi bukti bahwa team kerja yang dibangun memang solid dan berhasil.

Nah dengan koordinasi yang sama antara komite kelompok hingga petugas lapangan maka Oktovianus optimis target kinerja tahun Buku 2021 dapat dicapai.

Adapun Komite dan Manajemen Cabang Kefamenanu mematok target yang harus dicapai pada tahun buku 2021 yakni penambahan anggota mencapai 11.808 orang dengan target asset tembus Rp 54, 894 miliar.

Untuk diketahui, saat ini Kantor Cabang Kefamanenu yang beralamati di jalan Ahmad Yani, trans Timor itu diperkuat 20 karyawan dan 3 orang komite. (tim/42na)

%d blogger menyukai ini: