Fortuna

Kopdit Obor Mas Lakukan Transformasi Laporan Keuangan Digital Melalui Aplikasi CHATAT

“Para pahlawan UKM sadar bahwa pengelolaan keuangan merupakan salah satu kunci utama dalam menghadapi segala tantangan untuk menjalankan usahanya”

Para peserta pelatihan digitalisasi laporan keuangan dengan menggunakan aplikasi CHATAT. Foto : Albert Aquinaldo/Fortuna

MAUMERE – Setelah resmi menandatangani kontrak kerjasama tanggal 9 Oktober lalu, kini CHATAT mulai memberikan pelatihan digitalisasi keuangan bagi para peserta UKM binaan KSP Kopdit Obor Mas dan managamen KSP Kopdit Obor Mas dimulai sejak Senin, 9 November hingga Sabtu, 14 November 2020 bertempat di Aula Kantor Pusat KSP Kopdit Obor Mas Maumere.

Pelatihan Digitalisasi Keuangan bagi pelaku UKM dan Liasson Officer (LO) Kopdit Obor Mas tersebut bertujuan untuk memberikan literasi keuangan kepada para peserta agar dapat meningkatkan dan dapat menerapkan dalam kegiatan usaha.

Muharriman Oemar Pangai, CFO PT. Azzara Digital Indonesia Raya. Foto : Albert Aquinaldo/Fortuna

Bryan Christ Lumakso, Chief Marketing Offcer dalam keterangannya kepada media ini mengatakan bahwa dampak dari pandemi COVID-19 terhadap UKM Indonesia sangat besar dimana banyak sekali UKM yang jatuh bangun dalam menjalankan usahanya.

“Salah satu kunci bagi para UKM dalam menghadapi kondisi tersebut adalah melakukan transformasi ke dalam dunia digital. Para pahlawan UKM sadar bahwa pengelolaan keuangan merupakan salah satu kunci utama dalam menghadapi segala tantangan untuk menjalankan usahanya,” ungkap Bryan.

Sejalan dengan hal tersebut, CHATAT bersama KSP Kopdit Obor Mas dalam memberikan pelatihan keuangan dan juga memanfaatkan aplikasi digital dalam melakukan pencatatan keuangan dan pengawasan keuangan UKM.

Diharapkan, dengan pelatihan tersebut dapat memberikan skill dan knowledge terutama di dalam bidang keuangan agar para pahlawan UKM Indonesia umumnya dan Kabupaten Sikka khususnya dapat menaklukan tantangan berbisnis di saat ini dan di masa depan.

Martonsius Juang, Manager Area KSP Kopdit Obor Mas Maumere. Foto : Albert Aquinaldo/Fortuna

Sementara itu, Martonsius Juang, Manager Area KSP Kopdit Obor Mas sebagai salah satu peserta pelatihan kepada media ini mengatakan bahwa pelatihan tersebut dimaksudkan agar membantu para pelaku UKM dalam proses transaksi dan lebih mudah membuat laporan keuangan.

“Disini tugas kita hanya menginput tetapi secara otomatis kita bisa cek persediaan, cek laba rugi dan sebagainya. Kalau di perusahaan-perusahaan tertentu harus membutuhkan tenaga khusus untuk jadi akuntan tetapi disini, dengan aplikasi ini tugas kita hanya input tetapi kita bisa langsung dapatkan laporannya,” ujar Marton.

Marton menambahkan bahwa setelah para tenaga pemasaran atau LO mendapatkan pelatihan tersebut, kemudian mereka akan melakukan pendampingan kepada kelompok binaannya masing-masing terkait digitalisasi laporan keuangan dengan menggunakan aplikasi CHATAT.

“Masing-masing LO itu memiliki anggota binaan sehingga dari anggota binaan itu, kita di Obor Mas menyiapkan segala sesuatu itu untuk anggota mulai dari proses pendampingan, dari awal usaha, pemberian pinjaman kemudian sampai dengan proses menjual dan memasarkan dan juga laporan keuangan,” jelas Marton.

Disebutkan juga bahwa dalam waktu dekat, KSP Kopdit Obor Mas akan melaunching aplikasi Pasar Digital Obor Mas yang mana setiap anggota UKM binaan KSP Kopdit Obor Mas akan bisa menjual produk-produk UKMnya melalui pasar digital tersebut.

“Selain itu, untuk mengukur keuangan mereka, harus dengan laporan keuangan yang baik maka aplikasi CHATAT ini akan membantu untuk proses laporan keuangan mereka,” tutupnya.

Sedangkan, Muharriman Oemar Pangai, CFO CHATAT yang ditemui media ini disela-sela kegiatan tersebut mengatakan bahwa kegiatan tersebut ditujukan kepada para tenaga pemasaran KSP Kopdit Obor Mas yang merupakan pembina UKM binaan KSP Kopdit Obor.

“Nantinya pembina ini yang harus turun kelapangan menjelaskan, memberikan pelatihan supaya UKM ini bisa naik kelas, oleh karena itu, pelatihan hari pertama, kedua dan ketiga ini khusus buat pembina UKM yang ada di Obor Mas,” kata Muharriman.

Selain para pembina UKM, para pelaku UKM binaan KSP Kopdit Obor Mas juga akan mendapatkan pelatihan mengenai digitalisasi laporan keuangan dengan menggunakan aplikasi CHATAT pada hari Kamis, Jumat dan Sabtu.

“Tetapi kelompok-kelompok tertentu yang akan kita bina terlebih dahulu, nanti kita lihat prosesnya, kalau ternyata butuh tambahan pelatihan kita akan datang lagi,” ujarnya.

Pengembangan aplikasi CHATAT, kata Muharriman, bertujuan untuk meningkatkan kapasitas UKM agar lebih mempunyai daya saing dengan perusahaan-perusahaan besar.

Disebutkan bahwa KSP Kopdit Obor Mas merupakan koperasi pertama di Propinsi NTT yang menerapkan digitalisasi laporan keuangan dengan menggunakan aplikasi CHATAT.

Manajemen PT. Azzara Digital Indonesia Raya saat memberikan pelatihan digitalisasi laporan keuangan dengan menggunakan aplikasi CHATAT di Kantor Pusat KSP Kopdit Obor Mas Maumere. Foto : Albert Aquinaldo

Pada kegiatan hari kedua, para pembina UKM KSP Kopdit Obor diberikan pengetahuan secara garis tentang pembukaan, akuntansi, pelaporan keuangan, rugi laba dan arus kas dan pelatihan pemakaian sistem aplikasi CHATAT.

“Kalau kami berharap untuk para pelaku UKM untuk segera mentransformasikan bisnis mereka agar lebih maju artinya masuk ke era digital. Dengan adanya tekhnologi ini diharapkan kami dapat berpartisipasi untuk membantu UKM untuk naik kelas melalui pencatatan administrasi yang bisa kita berikan untuk para pelaku UKM,” jelas Muharriman Oemar.

CHATAT sendiri merupakan sebuah aplikasi yang dikembangkan oleh PT. Azzara Digital Indonesia Raya. (AL/Fortuna)

TransNusa, Meskapai Perintis Isolasi Pariwisata Indonesia

Welcome Speech

Atraksi Pasola di Pulau Sumba

Ume Kbubu, Rumah Warga Timor Tengah Selatan, NTT

Gereja Ikonik di Kefamenanu Timor

%d blogger menyukai ini: