Fortuna

Kopdit Obor Mas Beri Testimoni Soal Transformasi Koperasi dan Digitalisasi UKM di Bandung

“Rata-rata akses internet orang adalah 4,3 jam sampai 4,7 jam per hari, ini menunjukkan bahwa trennya memang sudah kesana,” kata Teten.

Menteri Koperasi dan UKM RI, Teten Masduki didampingi GM Obor Mas Leonard Ferdiyanto melakukan panen perdana tanaman hortikultura pada kelompok dampingan Kopdit Obor Mas di Tilang, Maumere, Sabtu, (24/11). Foto ; Majalah Fortuna

KSP Kopdit Obor Mas merupakan satu-satunya koperasi di Indonesia yang diundang Menteri Koperasi dan UKM RI, Teten Masduki untuk memberikan testimoni soal penerapan Digitalisasi UKM dan Transformasi Digital Koperasi Indonesia

Kopdit Obor Mas diundang dalam forum nasional “Pencanangan Gerakan Inovasi dan Transformasi Digital Koperasi sekaligus Launching New Logo LPDB-KUMKM di Hotel Aryaduta Bandung, Kamis (19/11/20).

Pada kesempatan itu, Menteri Koperasi, Teten Masduki, Sekretaris Kementerian Koperasi, Direktur Utama LPDB, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Barat, Kadis Koperasi UKM  se Indonesia dan ratusan Petugas Penyuluh Koperasi Lapangan (PPKL) se Indonesia menyaksikan penayangan video profil kegiatan Digitalisasi, Proses IT dan Transformasi Koperasi Kopdit Obor Mas.

Menteri Koperasi dan UKM RI, Teten Masduki sengaja menampilkan profil Digitalisasi UKM dan Transformasi Koperasi dari Kopdit Obor Mas karena koperasi itu menjadi koperasi pertama di Indonesia yang sudah menerapakan digitalisasi UKM dan Transformasi Koperasi.

Forum yang diikuti oleh sejumlah perusahaan platform digital Indonesia dan ditayangkan secara meeting zoom itu dihadiri langsung oleh Ketua Kopdit Obor Mas, Andreas Mbete, Manager Area Maumere Marthonsius Juang dan staf bagian Pengedalian Internal dan Kepatuhan, Petronela.

Meteri Koperasi dan UKM RI, Teten Masduki dalam sambutannya pada saat itu secara khusus mengapresiasi KSP Kopdit Obor Mas.

Menurutnya, KSP Kopdit Obor Mas merupakan koperasi pertama yang melakukan inovasi digitalisasi dan layak menjadi contoh buat semua koperasi di Indonesia

“Obor Mas menjadi koperasi pertama di Indonesia yang sudah menerapkan inovasi dan digitalisasi koperasi ini. Sudah saatnya semua koperasi harus bergerak kesana,” katanya

Teten Masduki saat itu juga menegaskan bahwa para pelaku koperasi maupun usaha mikro kecil menengah (UMKM) harus bisa bertransformasi menuju ekosistem digital untuk menatap era usai pandemi COVID-19.

Pasalnya perilaku konsumen pada era pandemi COVID-19 mulai beralih kepada pasar digital. Setelah pandemi COVID-19 pun, kata dia, perilaku tersebut bakal tetap ada dengan angka yang besar.

“Data ini, 93 persen konsumen akan tetap memanfaatkan digital setelah pandemi, jadi mau tidak mau kita harus masuk,” kata Teten di Bandung, Jawa Barat, Kamis 19 November 2020 dilansir dari Antara.

Selain itu, dia mengatakan saat ini memang ada peningkatan UMKM yang masuk ke ekosistem pasar digital pada masa pandemi COVID-19 ini. Hal itu juga menurutnya ditunjang dengan adanya 37 persen pengguna jasa internet baru.

Sebelum adanya pandemi, menurutnya hanya sekitar 8 juta atau 23 persen UMKM yang terhubung dengan ekosistem digital. Sedangkan dalam beberapa bulan sejak adanya pandemi COVID-19, angka UMKM yang terhubung dengan ekosistem digital meningkat menjadi sekitar 10,25 juta atau 16 persen.

“Rata-rata akses internet orang adalah 4,3 jam sampai 4,7 jam per hari, ini menunjukkan bahwa trennya memang sudah kesana,” kata Teten.

Menurutnya, di masa pandemi COVID-19 ini hanya UMKM yang masuk ke ekosistem digital yang mengalami pertumbuhan. Pada kuartal dua tahun 2020, menurutnya penjualan di pasar digital naik 26 persen dibandingkan tahun lalu.

“Sementara yang belum terhubung ke platform digital yang banyak yang mengalami penurunan omzet ya penurunan penjualan penurunan pendapatan,” katanya.

Selain itu, ia juga mendorong UMKM tak hanya mampu membuat produksi yang dikonsumsi secara langsung. Ia ingin, kedepannya ada UMKM yang mampu memproduksi barang-barang yang masuk ke dalam rantai pasok industri nasional, seperti suku cadang mobil, atau barang lainnya yang menunjang produk industri besar.

“Beberapa waktu lalu saya ketemu dengan anak-anak muda yang memproduksi motor custom, saya udah lihat potensi mereka bisa menjadi rantai pasok dunia, ada yang sudah memproduksi knalpot motor custom di ekspor ke Austria,” katanya.

Pasalnya, ia juga mengaku sempat disinggung oleh Presiden Joko Widodo soal produk-produk kecil yang diimpor dari luar negeri. Padahal, ia yakin UMKM dalam negeri bisa membuat produk yang kualitasnya tak kalah saing dengan produk luar negeri.

“Pak Presiden bilang kepada saya, katanya ‘masa itu gantungan baju saja buatan Tiongkok’, maka dari itu kita harus lompat (ke ekosistem digital),” kata Teten.

Terpisah, Manager Kopdit Obor Mas Area Maumere, Martonsius Juang mengaku bangga karena Obor Mas menjadi satu-satunya koperasi di Indonesia yang mendapat apresiasi pemerintah melalui Menteri Koperasi dan UKM dalam forum tersebut.

Selain menjalankan proses digitaliasasi koperasi melalui Aplikasi Sikopdit Online, Obor Mas  juga sudah menyiapkan satu aplikasi Chatat.id bagi anggota UKM bahkan telah menandatangani MoU dengan PT.Azara Digital Indonesiaraya, sebuah perusahan platform digital Indonesia di Jakarta.

“Ini positif bagi kita karena dari sisi pemerintah telah memberi dukungan bagi Kopdit Obor Mas untuk terus berinovasi sesuai tema kegiatan Pencanangan Inovasi dan Transformasi Digital Koperasi dan juga launching New Logo LPDB,” ujarnya. (purwakartanews.com/42na)

TransNusa, Meskapai Perintis Isolasi Pariwisata Indonesia

Welcome Speech

Atraksi Pasola di Pulau Sumba

Ume Kbubu, Rumah Warga Timor Tengah Selatan, NTT

Gereja Ikonik di Kefamenanu Timor

%d blogger menyukai ini: