Fortuna

Kisah Suparno, Anggota Kopdit Pintu Air di Takalar Sulawesi Selatan Yang Sukses Kembangkan Bakso Mas Cilok

“Saya sudah gabung dan sudah pinjam juga. Bagus Kopdit Pintu Air. Saya akan mendaftarkan ketiga anak saya dan mengajak teman-teman seprofesiku untuk ikut menjadi anggota,” tutur Suparno meyakinkan didamping istrinya Syamsiah.

Mas Suparno lagi santai dengan Ketua Komite Kopdit Pintu Air Cabang Akareso Makassar Petrus Simon di kedai bakso “Mas Cilok’ belum lama ini. Foto : dok.Fortuna

TAKALAR, fortuna.press – Lahir dengan nama asli Suparno, pria kelahiran Jawa Tengah (46) tahun silam ini nekat meninggalkan kampung halamannya dan memilih merantau ke Tanah Bugis provinsi Sulawesi Selatan untuk merubah nasib.

Doa dan kerja keras terus dia jalankan selama 29 tahun di tanah Bugis Makassar. Dia jatuh bangun menjadi kuli di tanah daeng itu dengan melewati begitu banyak profesi dan tantangan.

Suparno pernah menjadi buruh harian, tukang mebel, penjual barang kelontongan keliling dan masih banyak lagi kerjaan yang sudah digelutinya. Semua pekerjaannya itu hanya untuk menyambung hidup bersama istri dan anak-anaknya meski belum membuahkan hasil sesuai dengan harapannya.

Tahun 2003 adalah momentum kebangkitan ekomomi keluarga Mas Suparno. Dia nekat berhenti bekerja dan banting stir memulai usaha baru menjual Bakso buatan sendiri yang dinamai “Bakso Mas Cilok”. Meski tak semudah membalikan telapak tangan, usaha tersebut terus ditekuninya dengan tetap mencoba aneka racikan bumbu special yang cocok dilidah penikmatnya.

Ia terus mencoba dan mencoba hingga kini mau masuk usia ke 10 usahanya, Ia akhirnya menemukan pola usaha serta racikan bakso yang gurih, nikmat dan memanjakan salera pengunjungnya.

Alhasil Bakso buatan Mas Supano laris manis, enak  dan menjadi pojok bakso terbaik pilihan warga kota Takalar. Bakso Mas Cilok nampak sesuai salera konsumen karena pas mantap di lidah para penikmat kuliner.

Saat ini Bakso Mas Cilok sudah punya nama/branding di kota Takalar. Ada pelanggan tetap yang sering keluar masuk kedainya hanya untuk menikmati Bakso dengan aroma gurih nan lezat racikan tangan mas Suparno.

Tidaklah heran, bakso Mas Cilok kini jadi spot tongkrongan paling asyik bagi para wanita, tua muda juga kalangan pria yang menyukai jajanan khas Indonesia itu.

Tidak hanya kualitas dan nikmatnya rasa bakso yang diracik, mas Suparno juga memberikan pelayanan dengan gaya komunikasi yang ramah dan humanis melucu dalam menyapa semua pelanggan yang datang ke kedainya.

Mas Suparno lagi asyik menyiapkan pesanan bakso Mas Cilok bagi pelanggan yang tersu berdatangan ke temapatnya. Foto : dok.Fortuna

Pelan tapi pasti menjadi kunci sukses Mas Suparno. Perjalanan lama waktu itulah yang membuat usahanya mulai sukses dan sering diburu para pelanggan.

Kita terus mencoba kualitas bakso yang baik dan cocok dilidah pelanggan. Tidak hanya itu, pelayanan juga penting, senyum sapa salam jadi ciri khas Mas Parno dengan teman-temannya ketika banyak pelanggan mulai berdatangan ke kedai Bakso Mas Cilok. Mungkin beda gaya, lain rasa ya Mas,” katanya saat bercengkrama dengan Petrus Simon dan Tim Kopdit Pintu Air Cabang Akareso Makassar yang kebetulan bertandang ke kedai baksonya petang itu.

Pertemuan tak terduga itu terjadi pada hari Sabtu 18 Juni 2022 sekitar pukul 19.00 ketika Tim Pintu Air (Pintar) dari Cabang Akareso Makassar baru selesai melakukan Sosialiasai di 5 Kelompok  di Kabupaten Takalar.

Dalam bincang santai dengan Tim dari Kopdit Pintu Air, Suparno mengaku usahanya memang berkembang dan banyak pelanggan yang saban hari berdatangan ke kedainya.

Dibantu oleh dua orang stafnya dan pasanganya Mba Syamsiah, mereka melayani semua pelanggan dengan gaya komunikasi yang prima.

Saat ini ditengah usahanya mulai maju, Suparno ingin mengembangkan lagi “Bakso Mas Cilok” di beberapa tempat berbeda meski tak berjauhan jaraknya dari lokasi usaha sekarang.

Kedatangan Tim Pintu Air bagaikan tamu tak diundang. Bukan hanya untuk urusan mencicipi rasa bakso yang enak dan gurih ala Bakso Mas Cilok tetapi juga jadi “jalan baru” atau berkah menuju rencana pengembangan usahnya yang sempat tersendat.

Satu hal yang pasti bahwa Mas Suparno butuh modal tambahan untuk pengembangan usahanya “Bakso Mas Cilok” II dan III di dua titik yang direncanakan di Kota Takalar.

Pertemuan dengan Tim Kopdit Pintu Air saat itu menjadi awal perkenalan mereka dan “curhat usaha” yang berujung pada bergabungnya Mas Suparno sebagai anggota Kopdit Pintu Air, setelah berkesemptan hadir langsung dan mendengar undangan sosialisasi pada esok harinya.

Diakuinya, Ia mengaku pernah mendengar nama Kopdit Pintu Air dari salah seorang sana family dan kenalannya yang bernama yakni Daeng Emil  yang sebelumnya merupakan Ketua Kelompok Kopdit Pintu Air di Kabupten Takalar.

Manajemen Pintu Air saat itupun tidak ingin buru-buru mengajak Suparno bergabung menjadi anggota; selain karena baru berkenalan, Mas Suparno sendiri masih fokus dengan usahanya.

Namun demikian, Suparno akhirnya bergabung menjadi anggota Kopdit Pintu Air nomor buku anggota 312 175  yang beralamat di jalan Diponegoro (Poros Takalar), No. 104, Kecamatan Patalasang, Kabupaten Takalar.

Tidak hanya itu Ia pun sudah menjadi anggota peminjam aktif dengan tujuan menambah modal usahanya Pasca Pandemi.

Kepada www.fortuna.press-  Suparno mengaku begitu bangga dan senang bisa bergabung dengan Kopdit Pintu Air karena Koperasi ini hadir di wilayahnya untuk membantu ekonomi masyarakat kecil.

“Saya sudah gabung dan sudah pinjam juga. Bagus Kopdit Pintu Air. Saya akan mendaftarkan ketiga anak saya dan mengajak teman-teman seprofesiku untuk ikut menjadi anggota,” tuturnya  meyakinkan didamping istrinya Syamsiah.

Terpisah Ketua Komite Cabang Akareso Makassar Petrus Simon mengatakan Kopdit Pintu Air merupakan koperasinya seluruh masyarakat Indonesia. Koperasi ini lahir di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur dan sigap melayani anggota di seantero- nusantara tanpa membedakan Suku, Agama, Ras dan Antar golongan.

“Pintu Air koperasinya seluruh masyarakat Indonesia. Di Cabang Makassar dan kota Takalar misalnya, sudah ribuan orang bergabung, mereka datang dari lintas etnis dan agama. Pintu Air milik kita semua karena lembaga ini datang untuk melayani segenap lapisan masyarakat,” ujarnya

Terkait masuknya Mas Suparno bos Bakso Mas Cilok di Kota Takalar, Simon mengucapkan selamat bergabung dan menikmati semua fasilitas layanan super di Kopdit Pintu Air.

Bergabungnya Mas Suparno juga menunjukan bawah lembaga itu hadir untuk mendorong percepatan pemilihan ekonomi melalui layanan pinjaman usaha mikro kecil menengah berbunga murah bagi seluruh kalangan.

“Ya nama tempat usahanya Bakso Mas Cilok Anggota KSP Kopdit Pintar dengan nomor buku anggota 312 175  yang beralamat di jalan Diponegoro (Poros Takalar), No. 104, Kecamatan Patalasang, Kabupaten Takalar,” katanya menerangkan

Ia optimis dengan pelepasan pinjaman pemulihan ekonomi nasional (PEN) dari Kopdit Pintu Air maka banyak UMKM yang selama ini tumbang karena pandemic covid-19 bisa bangkit lagi.

Simon mengaku bersama tim akan terus bergerak mengusai sekian persen pangsa pasar UMK di kota Makasar, Takalar dan kota-kota sekitarnya. (tim/42na)

%d blogger menyukai ini: