Fortuna

Ketika Anak Muda Lewomada Gotong Royong Tata Lokasi Wisata

“Luar Biasa. Anak-anak muda sudah terlibat aktif dalam pelatihan Soft Skill dan Manajemen Kewirausahaan yang dilakukan Bengkel APPeK NTT bisa membuka usaha kuliner.  Kita bangga dan dukung program ini,”

Anak-Anak Muda bersama-sama membersihkan Sampah dan Dedaunan Di pasir Putih Pantai Hi,a. Foto : Largus/Fortuna

Puluhan anak muda, laki-laki maupun perempuan tidak peduli teriknya matahari, mereka membersihkan dan menata lokasi wisata pantai pasir putih Hi,a di Desa Lewomada Kecamatan Talibura Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur.

Pada hari Sabtu, (26/9), kurang lebih 4 jam lamanya, mereka bahu membahu memotong rumput kering, mengangkat sampah plastik, tumpukan sampah kayu dan meletakkan batang pohon sehingga nampak semakin memperindah panorama pantai pasir putih Hi’a

Tujuannya cuman satu yakni, menata kawasan itu menjadi tongkrongan yang bersih dan elok untuk bersantai ria. Diyakini manakala spot indah itu ditata bersih dan rapi maka akan ada pengunjung yang berdatangan. Dampaknya memberi manfaat ekonomi untuk warga sekitar.

“Saya ikut pembersihan lokasi wisata ini agar dapat menarik perhatian pengunjung dimana kedepannya saya bisa menjual dan memasarkan usaha saya berupa bakso pentolan ikan, snack ringan, jus buah kelapa dan juga hasil karya kreatif dari tangan kami sendiri berupa produk olahan bunga dari barang bekas” ungkap Maria Nuna salah seorang warga kepada wartawan di lokasi itu.

Maria adalah salah seorang peserta Pelatihan Manajemen Kewirausahaan di lokasi kerja gotong royong pantai pasir putih dusun Hi,a

Adapun pembersihan pesisir pantai ini sebagai bentuk aksi nyata anak muda yang mengikuti Pelatihan Manajemen Kewirausahaan dari program Mata Kail Bengkel APPeK NTT kerjasama Plan International Indonesia, Kopernik dan atas dukungan dana Uni Eropa.

Alexius Simenes Thapun (30) yang ditunjuk sebagai juru bicara sekaligus Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa di lokasi gotong royong mengungkapkan apresiasi dan rasa bangganya kepada Bengkel APPeK NTT dan Tim yang telah memfasilitasi kegiatan itu.

“Kegiatan bhakti ini dalam rangka memanfaatkan lokasi wisata agar anak-anak muda yang sudah terlibat dalam pelatihan soft skill dan manajemen kewirausahaan yang dilakukan Bengkel APPeK NTT bisa membuka usaha kuliner.  Kita bangga dan dukung program ini,” ujarnya

Pemerintah desa lanjut Alex, sangat antusias dan mendukung anak muda lewomada untuk dilibatkan dengan menata dan berusaha di lokasi itu.

Tidak hanya itu, lanjut Alex “di Desa Lewomada anak muda juga sudah membersihkan lokasi spot wisata pantai Bokang bahkan sudah membuat 4 unit pondok wisata menggunakan bahan local seperti bambu, alang-alang, bangku yang terbuat dari batang pohon.

Saat ini hampir setiap hari masyarakat Bokang dan sekitarnya sudah mulai memanfaatkan pondok wisata tersebut untuk bersenang-senang dan bersendagurau dengan keluarga. Semua ini dilakukan oleh Anak Muda Lewomada dan masyarakat secara bersama-sama dengan modal swadaya sendiri.

Peserta lainnya Beata Besa pada kesempatan yang sama mengatakan kerja bhakti itu melibatkan peserta pelatihan kelas A, B dan C dengan maksud agar orang-orang jauh bisa datang menikmati keindahan lokasi pantai  di Desa mereka

Maria Lustiana, Ketua Tim Pengolahan Ikan mengatakan tujuan pembersihan lokasi wisata Hi,a untuk memanfaatkan peluang pasar ke depan agar orang muda Lewomada bisa membuka usaha kuliner dilokasi wisata itu.

Sejuknya kolam air payau, mengapiti pantai pasir putih Hi,a. Foto : Largus/Fortuna

Ragam Spot Wisata Unik

Desa Lewomada Kecamatan Talibura Kabupaten Sikka, merupakan desa di wilayah pesisir utara yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Flores Timur, sekitar 74, 5 km dari Kota Maumere dan jarak tempuh 2 jam dengan menggunakan kendaraan roda 2 ataupun roda 4. 

Largus Ogot selaku Fasilitator Pelatihan Manajemen Kewirausahaan yang juga terlibat langsung di lokasi kerja bhakti pantai Hi,a mengatakan bahwa Pantai Pasir Putih Dusun Hi,a memiliki ragam keunikan

Kepada www.fortuna.press, Largus mengatakan bahwa Desa itu memiliki garis pantai yang sangat panjang, pasirnya halus dan cocok jadi sebuah spot wisata baru yang eksotis

Lokasi itu katanya memiliki catatan kelam di masa lalu dimana ada bekas kampung Hi,a yang tersapu Tsunami tahun 1992. Disana ada kolam alam air payau, ada hutan bakau serta kolam budidaya ikan bandeng milik anak muda.

Pantai ini juga memiliki sejumlah pohon kelapa yang turut mempercantik keindahan alam lepas pantai dan sangat memanjakan mata.

“Ketika datang ke pantai ini, saya bisa melihat langsung ujung pulau Flores yang berada di tanjung bunga Kabupaten Flores Timur. Sangat indah dan pesonanya memantik sukma” ujar Largus yang adalah aktivis GMNI Cabang Kupang itu

Largus mengharapkan agar pemerintah Desa Lewomada, Anak Muda dan masyarakat bisa bergandengan tangan menata lokasi-lokasi unik itu. Dengan adanya lokasi wisata menarik seperti itu maka akan membantu menggerakkan ekonomi masyarakat.

Ia meminta agar semangat kewirausahaan Anak Muda yang sudah mengikuti pelatihan soft skill dan manajemen kewirausahaan tersebut bisa menjadi perhatian khusus dari pemerintah desa dan pihak terkait lainnya dalam kerangak membangun desa

Dengan demikian mereka harap Largus, bisa menjadi pemain utama dan pelaku wisata di kampung sendiri.

“Kebutuhan pengunjung semisal makanan, minuman, peralatan renang, hingga menjadi pemandu wisata yang profesional harus dikelola oleh orang lokal demi mendongkrak ekonomi keluarga dan daerah setempat” ujarnya

Menurutnya, dengan makin banyak warga terlibat dalam usaha ekonomi lokal berbasis pariwisata maka target Tourism Based Community (CBT) dan konsep Desa Wisata yang lagi digencarkan pemerintah bisa jalan sekaligus mendorong Pantai Hi;a jadi destinasi wisata favorit warga Kabupaten Sikka dan sekitarnya.

Pesona Pantai Lewomada. Foto : Ist

Sementara Kepala Desa Lewomada, Dominikus Pondeng pada kesemaptan itu mengaku sangat senang karena anak-anak muda sudah bisa mengambil bagian dalam proses pembenahan lokasi pariwisata Bokang dan Hi’a.

Dia berterimakasih kepada  Tim Fasilitator dari Bengkel APPeK yang telah mengajak warganya terutama anak muda yang selama ini boleh dikatakan nganggur karena kurang diberi peran pemerintah. (Sumber : bengkelAPPeK.org)

%d blogger menyukai ini: