Fortuna

Keren,,,CU Bahtera Sejahtera Gandeng Petani Kelapa Flores Produksi VCO

“Selain pendampingan, CU Bahtera Sejahtera juga mengalokasikan sejumlah bantuan modal usaha untuk pengadaan mesin produksi, proses pemurnian, packing hingga pemasaran VCO ke Bali dan Jawa”

Produk Olahan “VCO” oleh Petani Kelapa Flores di ruang pemurnian akhir CU Bahtera Sejahtera TP Nita, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Foto : Majalah Fortuna

Pemandangan menarik terlihat ,Sabtu, (23/1/2021) ketika Majalah FORTUNA mengunjungi wilayah Bloro, Desa Sirasina, Kecamatan Nita, sekitar 15km arah Barat Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Propinsi Nusa Tenggara Timur

Hilir mudik sejumlah kendaraan pick up terlihat melintasi rumah produksi (sementara) pengolahan bahan baku VCO di Bloro. Ada yang menjemput ribuan buah kelapa tua dari kebun warga, adapula kendaraan lain yang mengangkut puluhan jerigen berisi minyak mentah hasil fermentasi dari rumah produksi itu menuju rumah penyulingan di Kantor CU Bahtera Sejahtera TP Nita yang letaknya tak jauh dari pertigaan jalan trans Flores di Nita – Koting- Ende.

Maklum sejak pagi hari, para petani kelapa desa setempat bahu membahu mengolah ratusan subur (sebutan lokal 1 subur setara 40 buah) kelapa. Semuanya dikerjakan dalam semangat gotong royong, penuh candatawa dan rasa kekeluargaan.

Diantara mereka, ada yang bertugas membersihan kelapa dari sabutnya (doling), ada yang membelah buah kelapa itu untuk memisahkan daging dan tempurungnya serta ada yang mengolah daging kelapa itu dalam 4 tahap berikutnya menggunakan mesin hingga menghasilkan sari minyak kelapa murni pasca difermentasi kurang lebih 4 jam.

Belakangan diketahui bahwa puluhan orang petani kelapa tersebut adalah Kelompok Petani Kelapa (tanpa nama) dampingan Credit Union (CU) Bahtera Sejahtera Maumere. Tidak tanggung-tanggung, kali ini para petani kelapa Bloro ditemani langsung Manejer CU Bahtera Sejahtera Maumere, Yohanes Edelbertus Dare

Berbekal pengalamanya dan pemahamannya akan proses pembuatan minyak kelapa murni atau Virgin Coconut Oil (VCO), Edel memberanikan diri untuk mendampingi langsung para petani di lapangan.

Ia ditemani seorang mentor VCO, Bung Yoseph Hendarsa yang telah malang melintang dalam dunia yang satu ini. Yosep adalah putera Flores sekaligus pengusaha sukses di Jawa. Ia punya kisah unik bahkan pernah merasakan langsung manfaat VCO bagi kesehatannya.

Tujuan mereka Cuma satu yakni memberdayakan petani kelapa Flores yang saban tahun harus terlilit rentenir dan monopoli perdagangan kopra dengan harga murah yang sering jadi masalah klasik di Maumere.

“Petani kelapa kita benar- benar susah. Mereka yang punya kebun kelapa tapi harga kelapa olahan “kopra” sangat murah dipasaran apalagi ditentukan oleh pembeli. Kita ingin memberi nilai lebih pada harga kelapa petani melalui produk turunan lain yakni VCO,” ujar Edel disela-sela mendampingi para petani saat itu

Adapun Bahtera Sejahtera punya tanggungjawab moral untuk mendorong para petani kelapa melihat prospek usaha lain dari bahan dasar kelapa melalui VCO yang saat ini jadi produk alternative kesehatan termasuk bermanfaat untuk pemulihan pasien covid-19.

Tidak hanya pendampingan, Edel mengakui CU Bahtera Sejahtera juga mengalokasikan sejumlah bantuan modal usaha terutama dukungan pengadaan mesin produksi, proses pemurnian, packing hingga pemasaran hasil produk minyak kelapa murni VCO itu ke pasar di Bali dan Jawa.

Usaha bersama tersebut baru dijalankan sejak bulan Nopember 2020 dan kini para petani kelapa Bloro dan CU Bahtera Sejahtera sudah memasarkan lebih dari 5 sampai 6 ton produk VCO tentu dengan hasil yang jauh lebih baik.

“Syukurlah bersama puluhan petani kelapa Bloro maka kini sekitar 5 sampai 6 ton yang sudah terjual dalam dua bulan lebih ini,” ujar Edel kepada www.fortuna.press di ruang pemurnian VCO di Kantor CU Bahtera Sejathera TP Nita, Sabtu, (23/1).

Manager CU Bahtera Sejahtera, Edelbertus Dare (berbaju putih) langsung melebur diri bersama para petani kelapa di rumah produksi VCO Bloro, Nita. Foto : Majalah Fortuna

Beginilah Prosesnya

Lalu bagaimana proses produksi VCO dampingan CU Bahtera Sejahtera itu?  Edel pun mengisahkan bahwa proses pengolahan kelapa menjadi VCO yang berkualitas harus diambil dari buah kelapa tua, dikupas, diparut kemudian diperas pakai mesin menjadi santan. Santan tersebut lalu diendapkan diwadah kurang lebih 2 sampai 2,5 jam untuk memisahkan kadar air dan minyaknya (santan murni).

Ketika airnya sudah turun pisah dengan minyaknya maka air itu kemudian disedot, selanjutnya santan murni itu dimikser. Tidak hanya sampai disitu, hasil dari olah mikser itu lalu diendapkan lagi pada wadah yang sama lalu ditutup rapat.

Empat 4 jam kemudian endapan itu langsung dapatkan hasilnya, berupa minyak kelapa murni (Virgin Coconut Oil) yang siap panen untuk selanjutnya disaring dan dimurnikan dalam sebuah mesin tengki aluminium racikan khusus guna menghasilkan minyak kelapa murni yang aman, nyaman dan siap dipacking untuk dipasarkan.

Edel mengakui ada teknologi yang bisa diadopsi untuk menghasilkan VCO berkualitas yakni  menggunakan fermentasi dan juga metode sentrifugal. Untuk saat ini pihaknya dan para petani setempat masih menggunakan teknologi fermentasi dengan berbagai pertimbangan.

Kini produk VCO olahan Petani Kelapa Flores dan CU Bahtera Sejahtera tersebut telah edar dipasaran oleh CV. Rahmat- Maumere – NTT melalui merek dagang Virgin Coconut Oil CROWN, kemasan 500ml berizin dengan seri penjualan P-IRT No.2075310020026-23

Para Petani Kelapa mengolah sendiri produknya menjadi bahan baku VCO di rumah produksi Bloro, Desa Sirasina, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka. Foto : Majalah Fortuna

Petani Menggaji Diri Sendiri

CU Bahtera Sejahtera sangat yakin prospek usaha VCO menjanjikan untuk para petani kelapa Nita, Flores. Untuk itulah Edel bersama para petani yang adalah anggota koperasi itu terus menggenjot usaha ini karena pasarnya jelas dan tentu menguntungkan dari sisi bisnis.

Pihaknya bahkan sudah menyiapkan lahan seluas 90 x 15 meter untuk rumah produksi yang permanen langsung di desa tersebut.

Dengan rumah produksi ini, semua mesin disatukan sebagai investasi kemudian dikelola menjadi satu menajemen, semua bentuk pembiayaan bisa dipertanggungjawabkan meski satu rupiah sekalipun,” ujarnya.

Adapun bagi keuntungan setelah dikurangi seluruh pembiayaan dan seterusnya berdasarkan prosentase investasi. Pekerja adalah mereka sendiri dan digaji. Kelapa punya mereka, pasok juga mereka,” katanya.

Para petani juga diberi kepercayaan penuh untuk mengelola dan mengolah usaha itu secara mandiri termasuk mengembangkan sayap usaha itu dengan membentuk kelompok baru.

“Mereka boleh beli, cari kelapa, tapi mereka juga yang kerja, dan mereka digaji, ketika ada keuntungan hasilnya dibagi. Karena hanya konsep ini yang paling ideal untuk menggerakan orang supaya mereka bisa percaya,” papar pria hitam  manis ini.

Saat ini katanya bersama para petani kelapa, CU Bahtera Sejahtera lagi memproduksi pesanan VCO sebanyak 1 ton yang siap dikirim ke Jawa.

“Kita lagi kejar dalam beberapa hari ini harus menghasilkan 1 ton VCO lagi untuk dikirim ke mitra kita di Jawa,” ujarnya

Pantauan www.fortuna.press, semua petani begitu bersukacita menikmati profesi baru yang mereka jalankan bersama manajemen koperasi dalam hal ini CU Bahtera Sejahtera.

“Kami rasa ini lebih baik. Kami bekerja untuk diri kami sendiri dan hasilnya lebih bagus dari sisi pendapatan ketimbang menjual buah kelapa gelondongan  atau mengolahnya jadi minyak atau kopra,” ujar Kanis salah seorang petani dilokasi produksi VCO.

Karyawan CU Bahtera Sejahtera bangga mempromosikan produk VCO yang dikembangkan lembaganya. Foto : Ist

Metoda dan konsep pemberdayaan anggota ini dipandang paling efektif yang harus dilakukan oleh manajemen koperasi yang digadang-gadang menjadi soko guru perekonomian rakyat.

Konsep ini juga tentu seleras dengan berbagai upaya pemerintah yang kini lagi gencar mendorong agar semua koperasi mengembangkan sektor riil selain usaha simpan pinjam yang lazim digalakan. (tim/ 42na)

%d blogger menyukai ini: