Fortuna

Kembali Dilantik Jadi GM Kopdit Swasti Sari, Inilah Mimpi Besar Yohanes Sason Helan

“Bersama teman-teman manajemen dan dukungan pengurus, kita komit tingkatkan SDM, lakukan ekspansi ke 12 provinsi serta siap kembangkan bidang usaha lainnya dalam rumah besar Swasti Sari,”

Suasana Acara Pelantikan GM dan Wakil GM Kopdit Swasti Sari, Kamis, 31 Desember 2020 di Swiss Bellin Kristal Hotel Kupang. Foto : Fortuna

Untuk kesekian kalinya, Yohanes Sason Helan, A.Md dipercayakan Pengurus menjadi General Manager (GM) Kopdit Swasti Sari. Kinerjanya dalam menahkodai  koperasi berusia 33 tahun itu sangat tidak diragukan.

Kamis, 31 Desember 2020, bertempat di Hotel Swis Berlin Kristal Kupang, Yohanes Sason Helan kembali dilantik oleh Ketua Pengurus, Asterius David Daki menjadi GM Kopdit Swasti Sari periode 2021-2023.

Asterius juga saat itu melantik Hironimus Belang Kabelen, SE, menjadi Wakil General Manager menggantikan Imelda Anin

Dipundak Yohanes dan Hironimus,  pengurus meyakini sungguh, koperasi itu akan lebih maju, berkembang dan prospektif mensejatherakan anggota.

Pantauan www.fortuna.press, acara pelantikan GM dan Wakil GM Kopdit Swasti Sari berlangsung hikmad dan meriah. Hadir dalam acara pelantikan tersebut , Ketua Puskopdit BK3D Timor, Vinsensius Repu, Ketua dan Badan Pengurus Kopdit Swasti Sari, Ketua dan badan pengurus koperasi konsumen Swasti Sari, sejumlah Ketua koperasi primer, perwakilan dari Perbankkan serta para karyawan-karyawati Swasti Sari.

Yohanes Sason Helan dalam sambutannya usai dilantik menyampaikan mimpi besarnya menjadikan Kopdit Swasti Sari sebagai koperasi maju, moderen dan berpihak pada kepentingan anggota.

Tekad tersebut baginya harus didukung dengan ketersediaan SDM pengelola dan manajemen yang handal sehingga semua mimpi besar dan target pencapaian kinerja di tahun buku 2021 hingga 2023 mengalami peningkatan yang signifikan

“Bersama teman-teman manajemen dan dukungan pengurus, kita akan lebih fokus pada peningkatan SDM (Sumber Daya Manusia), melakukan ekspansi ke 12 provinsi, mengembangkan bidang-bidang usaha lainnya dalam rumah besar Swasti Sari ,” ujarnya

Saat ini Kopdit Swasti Sari sudah naik kelas dari koperasi primer provinsi menjadi koperasi primer nasional, prestasi ini akan terus genjot untuk lebih maju kedepan.

Koperasi Swasti Sari kata Johanes, menjadi satu dari 3 besar koperasi di Indonesia asal provinsi Nusa Tenggara Timur yang telah menjadi Koperasi Primer Nasional

Capaian itu tentu bukan kerja semalam tapi merupakan buah dari kerja tim yang solid dalam satu semangat bersama membawa Swasti Sari sebagai mentari dari Timur Indonesia yang siap menerangi nusantara dan melayani lebih banyak masyarakat/anggota.

Meski demikian kata sosok low profile itu, ekspansi usaha harus dilakukan dengan rencana yang terukur, melalui kajian yang matang dan profesional dengan tetap memperhatikan digit kemajuan lembaga secara berkala.

Terkait spin off koperasi yang saat ini disarankan pemerintah agar membuka unit usaha lain selain simpan pinjam, katanya Kopdit Swasti Sari sudah melakukan itu dengan mengembangkan 2 unit usaha yakni Kopdit Swasti Sari dan  Koperasi Konsumen (Swasti Sari Mart).

Yohanes juga berniat mengembangkan sayap usaha lain dan sudah dalam proyeksi manajemen yakni pembuatan SPBU, pabrik pakan ternak serta usaha lainnya. 

Dalam konteks ini katanya Swasti Sari harus menjadi rumah besar bagi semua anggota untuk melahirkan unit-unit usaha baru yang produktif dan tentunya memberi manfaat untuk anggota sebagai pemilik sah lembaga itu.

Manajemen dan pengurus juga terus mendorong anggota untuk mengembangkan usaha- usaha ekonomi produktif selain komitmen menambah jumlah anggota sebanyak 500 orang dan menaikan aset hingga Rp 2,5 triliun.

“Kita juga menargetkan penambahan jumlah anggota hingga 500 ribu dengan aset minimal 2,5 triliun dengan jumlah tenaga kerja 1500 orang,” ungkapnya.

Ia mengakui bahwa sejak berdiri sampai saat ini Swasti Sari sudah banyak memberikan kontribusi luar biasa terhadap anggota lewat pemanfaatan finansial. Tidak hanya itu, berkontribusi pada negara dengan wajib membayar pajak. Setiap tahunnya Kopdit Swasti Sari membayar pajak mencapai miliaran rupiah.

Adapun acara pelantikan General Manager dan Wakil General Manager saat itu juga diisi dengan Penerimaan dan Penempatan sejumlah Karyawan baru di kantor-kantor cabang di seluruh Indonesia juga mutasi sejumlah karyawan dalam beberapa unit kerja. (tim/42na)

%d blogger menyukai ini: