Fortuna

Kagumi PKP, Ibu Rumah Tangga di Eban TTU Ini Bilang BLT Bikin Warga Malas

“Kalau Program Padat Karya Pangan  (PKP) yang diberikan Pemkab TTU mengharuskan warganya memeras keringat terdahulu membuka kebun baru mendapat haknya berupa beras dan lain-lain”

Rumah Elisabeth di Eban yang saat ini sedang dibedah dengan dana stimulan dari Pemerintah. Foto : Majalah Fortuna

Ada yang menarik dari penyaluran aneka program tanggap darurat pemerintah bagi warga di Masa Pandemi Covid-19 maupun program pemberdayaan ekonomi dan keluarga pra-sejathera bagi masyarakat yang konon disalurkan pemerintah

Meski banyak warga berbondong-bondong datang ke Bank dan Pusat pelayanan warga untuk mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT), ada saja warga yang sadar kalau bantuan cuma- cuma itu sangat tidak mendidik dan hanya memicu warga malas kembali ke kebun untuk kerja

Elisabeth Balan, seorang warga Eban di Kecamatan Miomafo Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) mengaku sangat malu menerima bantuan secara cuma- cuma dari pemerintah tanpa harus mengeluarkan sedikitpun keringat untuk mendapatkanya

Aneka program bantuan dalam bentuk BST ataupun BLT bagi warga terdampak Covid-19 maupun untuk program pemberdayaan ekonomi dari pemerintah yang diberikan secara cuma- cuma itu baginya sangat tidak mendidik dan membuat warga menjadi malas bekerja alias harap gampang

“Banyaknya program BLT ini baik tapi membuat kami warga jadi malas, beda dengan program Padat Karya Pangan  (PKP) yang diberikan Pemkab TTU yang mengharuskan warganya memeras keringat terdahulu membuka kebun baru mendapat haknya. Kalau bantuan sekarang Cuma-Cuma buat warga tambah malas kerja,” ” ujarnya kepada www.fortuna.press di Eban pekan lalu

Adapun sasaran penerima program PKP adalah warga petani yang telah menggarap dan menyiapkan lahan sekian are untuk menanam apa saja di kebun miliknya demi menopang ekonomi keluarga dan kelangsungan hidup anak cucunya

Mereka yang mendapat bantuan dari pos PKP akan didatangi petugas untuk didata, dihitung berapa luas are yang dikerjakan dan siap tanam, selanjutnya baru dikalkulasikan berapa nilai bantuan yang bisa Ia terima

Sebagai salah satu warga penerima bantuan dari program PHK dan beda rumah, Elisabeth mengakui pola pemberian bantuan yang digalakan Bupati Raymundus Fernades dan Aloysius Kobes melalui program PKP lebih mendidik dan memotivasi warga untuk bekerja.

Menurutnya pola pemberdayaan yang digalakan Pemkab TTU sangat tepat, mendidik dan memotivasi warga untuk bekerja baru mendapatkan natura berupa beras dan uang meski mengerjakan kebunnya sendiri

Program ini bagus Pak, karena sebagai warga masyarakat kita harus kerja, memulai urus kebun,  baru pemerintah bantu. Jangan makan uang pardeo (cuma- cuma) saja, kalau terima terus begini, semangat kerja jadi malas dan pastinya terus berharap bantuan pemerintah tanpa berusaha,”ujarnya

Wanita yang keseharian sebagai seorang ibu rumah tangga itu mengaku sangat berterimaksih kepada pemerintah kabupaten TTU yang memberikan bantuan berupa stimulan.

Melalui PKP merangsang banyak warga petani untuk kembali ke kebun, membuka lahan sendiri dan menanam untuk keluarga dan anak cucu

Ia mangaku senang didatangi petugas PKP dari Kabupaten untuk mengecek sudah berapa are lahan yang Ia garap dan berapa bantuan beras dan uang yang layak dia terima. Semakin luas lahan yang diharap maka jumlah bantuan pun dilipat gandakan.

Baginya pola itu sangat mendidik warga untuk berusaha. PKP juga tidak membiarkan warga bermalas-malasan dan kerjanya hanya ke kantor desa dan pos pelayanan lain hanya untuk mengecek masuknya bantuan-bantuan uang dari pemerintah.

Kepada tim dari www.fortuna.press, Elisabet mengaku selain mendapat bantuan beras dari program Padat Karya Pangan (PKP), Ia juga mendapat bantuan bedah rumah dari pemerintah

Gubuknya yang reot dan mulai miring itu kini sedang dibeda dengan bantuan dana stimulan dari pemerintah berupa bahan bangunan yakni batako, besi, semen, pasir dan seng.

Sementara warga yang ingin memiliki rumah baru tersebut disyaratkan menyiapkan fundasi, kayu dan membayar upah tukang.

“Ini yang benar pak, kita mau punya rumah baik harus juga berkorban, jadi saya senang biar uang untuk fundasi, kayu dan upah tukang kami siapakan, kami sudah merasa sangat terbantu,” ujarnya.

Adpun Program PKP dan Sari Tani adalah satu program unggulan yang strategis dalam memberdayakan ekonomi masyarakat yang digalakan pemerintah Bupati TTU, Raymundus Fernandes dan Wakil Bupati Aloysius Kobes.

Terlepas  dari berbagai kekurangan dan lemahnya koordinasi pada setiap tingkatan, secara filosofis program tersebut efektif untuk memotivasi warga agar bangkit dari keterpurukan ekonomi dengan mengoptimaliasikan lahan-lahan tidur yang selama ini kurang difungsikan warga. (tim/42na)

TransNusa, Meskapai Perintis Isolasi Pariwisata Indonesia

Welcome Speech

Atraksi Pasola di Pulau Sumba

Ume Kbubu, Rumah Warga Timor Tengah Selatan, NTT

Gereja Ikonik di Kefamenanu Timor

%d blogger menyukai ini: