Fortuna

Jurus Jitu Dirut PD Mawarani Maumere Percantik SPBU Wolomarang Untuk Gaet Pelanggan

“Selain mempercantik tampilan SPBU, kita juga rencanakan untuk penambahan 5 produk BBM yang akan masuk pada tahun ini”

Direktur Utama PD Mawarani, Yulianto Valentino Moan Dereng. Foto : ist/Fortuna

MAUMERE- Fortuna : Persaingan bisnis antar sesama pengusaha Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau SPBU di Kota Maumere semakin ketat. Masing-masing manajemen berupaya mempercantik tampilan SPBUnya guna meningkatkan mutu pelayanan kepada konsumen.

Hal itu dilakukan guna menggaet para pelanggan agar betah dan sering mungkin melakukan pengisian BBM di SPBU tersebut.

Sama halnya juga yang dilakukan manajemen SPBU milik Perusahaan Daerah (PD) Mawarani yang terletak di ruas jalan Maumere – Magepanda, tepatnya di Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Direktur Utama PD Mawarani, Yulianto Valentino Moan Dereng menjelaskan bahwa pembenahan yang dilakukan di SPBU milik PD Mawarani tersebut guna menarik perhatian konsumen.

“Bahwa selama ini, kurang lebih selama 16 tahun seperti yang sudah naikkan itu, hari ini kami mau merubah untuk bagaimana strategi penataannya saja. Tujuan kita adalah untuk menarik image orang, ketika dia melihat sesuatu yang baru disini, dia akan tertarik untuk masuk,” jelas Yanto Dereng.

Yanto mengibaratkan SPBU PD Mawarani dengan manusia, bahwa manusia selalu berusaha berpenampilan semenarik mungkin dengan mandi sehari tiga kali dan selalu berganti pakian.

Tampak Depan SPBU Wolomarang, Maumere. Foto : Albert Acquinaldo/Fortuna

Selain mempercantik tampilan SPBU, Yanto Dereng juga mengatakan sementara membuat perencanaan untuk penambahan 5 produk BBM yang ditargetkan akan masuk pada tahun ini.

“Akhir tahun ini atau tahun berjalan ini 5 produk sudah masuk, yaitu premium, pertalite, pertamax, dexlite sama solar. Itu untuk menjawabi kebutuhan masyarakat dengan kondisi yang ada, maka sekarang kita sedang berupaya untuk penambahan satu dulu, itu untuk produk premium. Kemarin kita sudah negosiasi dengan vendornya mudah-mudahan Minggu depan kita sudah disini untuk lakukan pekerjaan,” kata Yanto Dereng.

Harapannya, pada April 2021, sudah ada 3 produk BBM yang dijual di SPBU milik PD Mawarani yakni BBM jenis premium, solar dan pertamax.

“16 tahun dia dua produk dengan subsidi, sekarang nanti kita dorong itu non subsidi itu BBM sama BBK,” tandasnya.

Dilihat dari luas areal yang dimiliki SPBU milik PD Mawarani yakni 1.500 meter persegi diyakini bisa menampung 5 produk BBM yang direncanakan. Saat ini pihaknya telah meminta arsitektur untuk merancang model bangunan SPBU tersebut.

Pergantian mesin Nosel Pengisian yang baru setelah 16 tahun. Foto : Ist/Fortuna

Yanto Dereng juga mengatakan bahwa selain penambahan 5 produk BBM, SPBU milik PD Mawarani juga akan dilengkapi dengan mart namun hal itu masih dalam tahap perencanaan dan akan disesuaikan dengan finansial perusahaan.

“Dalam perencanaan kita akan ada mart juga tapi kita akan lakukan step by step dan sesuaikan dengan finansial perusahaan karena kalau kita mimpi yang terlalu besar juga akan menjadi blunder jadi kita optimalkan kondisi yang ada sambil modalnya itu berputar karena inikan dia harus percepatan modal kan karena ketika bicara fee to fee, keluar berapa masuknya berapa, jadi kita optimalkan dulu yang ada, lihat potensi mana yang lebih menguntungkan, itu adalah dengan peningkatan dengan penambahan 5 produk tadi,” jelas Yanto.

SPBU milik PD Mawarani di ruas jalan Maumere Magepanda tepatnya di Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Foto : Albert Acquinaldo/Fortuna

Ratio Konsumsi BBM di SPBU Wolomarang

Yanto Dereng pun menjelaskan bahwa rasio tingkat konsumsi BBM di SPBU Wolomarang sangat beragam baik untuk jenis premium, solar dan pertamax

Untuk jenis premium, sekali pengisian sekitar 8 ton atau 8000 liter sedangkan jumlah pemakaiannya sendiri sekitar 7 ton atau 7000an lebih liter premium/hari.

Sementara untuk jumlah pemakaian BBM jenis solar sekitar 4 ton atau 4000an liter/hari dari 8 ton atau 8000 liter/hari solar yang dibeli.

Demikian jumlah pemakaian untuk pertamax/hari sekitar 2 ton atau 2000an liter/hari, katanya.

Diakui bahwa saat ini memang pemasukan untuk pembelian BBM di SPBU Mawarani mengalami penurunan akibat peralihan dari BBM jenis premium ke pertamax.

Yanto menambahkan bahwa Ia menargetkan perencanaan yang dilakukan untuk mempercantik dan menambah jumlah produk BBM di SPBU Mawarani segera rampung dalam tahun sehingga tahun berikutnya dia akan melakukan ekspansi bisnis lainnya yang dikelola oleh PD Mawarani sebanyak 8 jenis unit usaha.

Dengan demikian, dirinya berharap agar bisa memberikan kontribusi terbaik untuk Pemerintah Daerah dan juga masyarakat Kabupaten Sikka.

Kontribusi PD Mawarani ke kas daerah biasanya dihitung pada akhir tahun dalam bentuk deviden atau pembagian laba perusahaan kepada pemegang saham berdasarkan banyaknya jumlah saham yang dimiliki.

“Deviden itu biasanya kita setor ke kas daerah setelah dilakukan audit oleh akuntan publik supaya melakukan penghitungan baru kita stor, biasanya itu setengah atau 50 persen dari pendapatan. Tapi untuk sementara saya juga belum tahu tahun kemarin itu berapa yang di stor,” ujar Dirut PD Mawarani yang baru dilantik pada Bulan Oktober 2020 lalu ini.

Suasana Malam SPBU Wolomarang yang lebih memikat. Foto : Ist/Fortuna

Yanto berharap agar dengan adanya rencana masuknya 5 produk BBM di SPBU Mawarani sendiri dalam tahun ini bisa meningkatkan jumlah pemasukan ke kas daerah pada tahun mendatang.

“Pelan-pelan karena kami jalan inikan bersamaan, penataan dan peningkatan deviden juga berubah karena 16 tahun tidak dilakukan penataan jadi kita tertinggal,” tambahnya lagi.

Penataan yang dilakukan saat ini masih berupa penataan pagar dan penggantian dispenser BBM. (Albert Acquinaldo/42na)

%d blogger menyukai ini: