Fortuna

Julie Sutrisno : Budaya dan Tenun Ikat, Kekuatan Pariwisata NTT

“Julie dan Maria meyakini dengan kekuatan budaya dan tenun ikat maka NTT bisa menjadi destinasi wisata yang unggul dan mendunia”

Pariwisata Indonesia menjadi begitu seksi lantaran memiliki ragam pesona yang konon menghentak dunia. Keindahan alam, bahari dan ragam budaya yang terbentang luas dari seantero nusantara menjadi kekuatan membangun image wisata dalam meningkatkan minat kunjungan wisatawan

Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai satu dari 34 Provinsi di Indonesia kini menyumbang begitu banyak kekayaan wisata nasional bahkan ikon wisata berkelas dunia semisal TN Komodo dan TN Kelimutu ada di daerah ini. Keduanya masuk dalam deretan keajaiban dunia dan hingga kini magnet wisatanya tak dapat ditakar dengan negara manapun

Meski demikian, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTT, Julie Sutrisno Laiskodat, mengatakan kekayaan daerah yang paling berharga dan tiada duanya dimata nasional maupun internasional saat ini adalah warisan budaya daerah dan motif tenun ikat.

Ragam budaya daerah NTT serta tenun ikatnya yang motif dan eksotik itu tersebar merata di 22 kabupaten/kota dan menjadi kekuatan utama memajukan pariwisata daerah

 “Potensi seni budaya daerah dan tenun ikat ini jadi modal yang amat sangat dhasyat bagi daerah ini dalam memacu kemajuan pariwisata dan meningkatkan minat kunjungan wisatawan ke NTT,” ujar Julie Sutrisno dalam acara Ngopi Bareng Wartawan di Front Office Gedung Dekranasda NTT di bilangan Kuanino, Kota Kupang, Kamis, 8 Oktober 2020

Didampingi Wakil Ketua, Ny.Maria Fransiska Djogo, Julie meyakini dengan kekuatan budaya dan tenun ikat maka NTT bisa menjadi sebuah destinasi wisata yang unggul dan mendunia

Dikatakan, Indonesia dikarunia alam yang indah, laut dan pantai yang eksotis. Namun yang membedakan NTT dengan daerah lainnya adalah potensi budaya yang kaya, beragam dan tenun ikatnya yang tiada duanya di dunia. Hanya kekayaan budaya dan tenun ikat yang menjadi kekuatan pariwisata NTT dan tidak bisa disaingi daerah lain.

“Lu punya pantai, Bali juga punya, Lu punya gunung dia juga punya, Lu punya pulau dia juga punya. Yang unik dan hanya dimiliki NTT adalah budaya dan tenun ikat. Budaya kita sangat kaya dan tenun kita juga unik, beragam dan eksotik,” ujarnya santai dihadapan sekitar 70 awak media.

Ketua Dekranasda dan Ketua TP PKK NTT, Julie Sutrisno Laiskodat saat tampil santai berbicara dalam forum Ngopi Bersama Media di Front Office Gedung Dekranasda NTT, Kamis, (8/10). Foto : Majalah Fortuna

Punya 137 Motif Tenun Ikat

Julie Sutrisno yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTT itu mengatakan salah satu produk unggulkan NTT yang saat ini terus diberdayakan dan dimaksimalkan pengembangnnya adalah Tenun Ikat

Saat ini tercatat ada 137 motif tenun ikat yang tersebar di semua 22 kabupaten/kota. Kekayaan Motif ini menjadikan NTT sebagai begitu seksi dalam industri tenun ikat Indonesia. Banyak pejabat hingga deretan artis nasional menggandrungi koleksi busana dan motif Nusa Tenggara Timur.

Tidak tanggung-tanggung melalui tangan dingin Julie Laiskodat maka mahakarya wanita-wanita NTT ini mendapat penghargaan dari Presiden Repulik Indonesia, Ir.Joko Widodo

Jokowi bahkan tampil gagah mengenakan pakian adat asli Kabupaten Sabu Raijua dan Kabupaten TTS dalam rangkaian perayaan dan Upacara Kenegaraan memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-78, 17 Agustus 2020

Melalui PKK dan Dekranasda juga pihaknya melakukan pemberdayaan dan pelestarian tenun ikat dan Sanggar Budaya. Tujuanya untuk mendorong pelaku seni di desa/kelurahan model PKK dalam meningkatkan kreativitas, produktivitas, sekaligus melindung dan melestarikan  potensi budaya daerah

“Kita fasilitasi semua sanggar mulai dari alat sanggarnya, gong, gendang, kostum dan lainya yang sangat memadai. Tujuanya melestarikan warisan budaya daerah selain memotivasi anggota agar bisa tampil dipanggung yang lebih besar. Bantuan juga kita berikan dalam bentuk pelatihan seni dan lain-lain,” ujarnya

Satu yang menarik adalah bahwa Dekranasda dan PKK membangun 22 desa model yang jadi pilot project pengembangan desa/kelurahan di NTT. Desa Model ini mengakomodasi semua kepentingan terutama menjadi desa yang ramah wisatawan.

Melalui Desa Model tersebut pihaknya berupaya meningkatan nilai jual produk unggulan lokal guna mendukung industri pariwisata di NTT.

Disetiap desa model ada pengelolanya, didampingi, diberi pengetahuannya, diberdayakan produk-produk unggulannya, ada sanggar seni budayanya, sehinga ketika ada kegiatan promosi budaya atau salles mission setiap pelaku seni dari desa model itu diajak untuk tampil mewakili daerahnya

Kita hidupkan seni budaya daerah melalui desa  model ini, perkuat SDM, gali budayanya juga bantu promosinya kalau ada event. Jangan tiap kali kegiatan sanggar itu lagi yang tampil. Inikan membosankan dan tidak berpihak pada rakyat didaerah,” ujar Julie yang kini duduk sebagai anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Nasdem itu.

Atas keseriusan dan perjuangan panjang Ny. Julie Sutrisno dan Ny.Maria Fransiska Djogo dalam program pengembangan masyarakat desa/kelurahan berbasis sumber daya lokal, pemberdayaan ekonomi, pelestarian hingga manajemen mutu dan promosi pemasaran maka maka Dekranasda NTT dan TP PKK NTT mendapat dua prestasi yakni Sertifikat Sistim Manajamen Mutu ISO 9001;2015 dan Angka tertinggi inovasi dalam Indeks Government  Award tingkat provinsi NTT yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri. (tim/42na) (tim/42na)

TransNusa, Meskapai Perintis Isolasi Pariwisata Indonesia

Welcome Speech

Atraksi Pasola di Pulau Sumba

Ume Kbubu, Rumah Warga Timor Tengah Selatan, NTT

Gereja Ikonik di Kefamenanu Timor

%d blogger menyukai ini: