Fortuna

Inilah Alasan Profesor dari Universitas Tadulako Palu Ini Bergabung Dengan Kopdit Pintu Air

“Saya yakin prestasi yang dicapai Kopdit Pintu Air sejauh ini karena dikelola oleh orang-orang yang jujur, cerdas dan profesional,” Prof.Dr. Maximus Jaeng,M.P.d

Suasana Sosialisasi Kopdit Pintu Air, di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu, (13/3). Foto : Ist/Fortuna

PALU- Fortuna ; Guru Besar Universitas Tadulako (Untad) Palu Sulawesi Tengah, Prof. Dr.Maximus Jaeng,M.Pd, memutuskan untuk bergabung dengan KSP Kopdit Pintu Air

Tidak sendirian, Ia juga mengajak istri dan kedua anggota keluarganya untuk langsung mendaftarkan diri di Kopdit Pintu Air setelah mendengarkan sosialisasi dari Tim Pusat Kopdit Pintu Air yang disampaikan oleh Ketua Komite Cabang Akkareso Makassar, Petrus Simon di Palu, Sabtu (13/3)

Professor Ilmu Matematika ini memiliki empat alasan sederhana sebelum memutuskan untuk bergabung dengan koperasi peringkat 1 nasional ini

Pertama, karena keyakinan akan profil lembaga. Bahwa koperasi ini berdiri sejak tahun 1995, awalnya hanya kumpulan orang-orang kecil di sebuah kampung kecil di Rotat, Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur tapi akhirnya juga punya kantor cabang besar di Makassar dan kini merambat ke Menado serta kota lainnya di pulau Sulawesi

Kedua, manajemen pengelolaan yang tentunya tidak sembarang. Pastilah kumpulan orang-orang hebat, professional, akuntabel sehingga koperasi itu bisa bertahan dan kini menguasai jaringan anggota di sekian provinsi di Indonesia

Ketiga, Ia bangga karena Pintu Air memiliki rekam jejak yang baik dan terpercaya sehingga sampai dinobatkan menjadi Koperasi Terbaik pertama di Indonesia dari sisi jumlah anggota dan asset

Keempat, karena Pintu Air bisa bertahan dan atau survive meski dalam kesulitan dan kondisi resesi ekonomi yang luar biasa saat ini akibat Pandemi Covid-19 bahkan pengurus dan karyawanya makin antusias berjuang mengembangkan sayap usaha hingga ke kota-kota lain di Indonesia

‘Saya yakin prestasi yang dicapai Kopdit Pintu Air sejauh ini karena pasti dikelola oleh orang-orang yang jujur, cerdas dan profesional,” ujar Profesor Maximus yang mengikuti dengan saksama kegiatan sosialisasi Pintu Air di kota Palu, Sabtu, (13/3).

Baginya, tidak gampang mengembangkan sebuah koperasi sampai sehebat begini, apalagi sudah membuka 52 kantor Cabang di 8 provinsi di Indonesia

Kepada www.fortuna.press, pria asal Maumere, Kabupaten Sikka ini mengaku terharu dan bangga ketika mendapatkan informasi bahwa Tim dari Kantor Pusat Kopdit Pintu Air mengagendakan pertemuan untuk mensosialisasikan keunggulan produk dan layanan jasa koperasi itu bagi warga di provinsi Sulawesi Tengah

Adapun selain sebagai cendikiawan dari Universitas Tadulako Palu, Profesor Maximus juga dinobatkan sebagai Penasehat Kerukunan Keluarga Besar Nusa Tenggara Timur di Palu

Kepribadiannya yang santun dan rendah hati menjadikan Profesor Maximus sangat dihormati dikalangan kampus maupun keluarga Diaspora NTT di Palu.

Dia memberi dukungan penuh atas kehadiran koperasi itu dan berharap Kopdit Pintu Air makin professional dan peduli melayani banyak orang di Palu.

Adapun kegiatan Sosialisasi di Kota Palu adalah rangkaian dari Roadshow tim Pusat Kopdit Pintu Air di Pulau Sulawesi yang dipimpin Ketua Komite Kantor Cabang Makassar, Petrus Simon.

Selama tiga hari berada di Palu sejak Jumat- Minggu (14/3), Tim Pintu Air menemui 126 orang warga di tiga titik pertemuan yang berbeda. Petrus Simon ditemani Didimus, seorang warga Diaspora NTT di Palu.

Pertemuan pun digelar dengan standar Prokes Covid yang ketat di jalan Soting Nguju Desa Jono Oge,Kecamatan Sigi yang dihadiri 51 orang calon anggota; Kedua di Stasi Sidera, Desa Sidera Kecamatan Sigi Kota Kabupaten Sigi dengan jumlah warga yang hadir sebanyak 36 orang dan di jalan Tuwua Dua, Kota Palu yang diikuti 35KK. Total warga yang bergabung langsung saat itu ada 33 orang.

Untuk diketahui, saat ini Kopdit Pintu Air sudah hadir di Kota Makasar, Menado, Mamasa, Mamuju, Kendari dan di Palu Provinsi Sulawesi Tengah.

KSP Kopdit Pintu Air juga sudah mengusai pelayanan di seluruh Kabupaten Kota di Provinsi NTT, di Bali, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur (Surabaya dan Malang), Jogjakarta, Kalimatan Timur, Kalimantan Barat dan Jakarta.(tim/42na)

%d blogger menyukai ini: