Fortuna

Hari ini 10 Koperasi Besar di NTT Bahas Open Loop dan Close Loop

Koperasi Close Loop merupakan koperasi simpan pinjam murni yang hanya dapat menghimpun dan menyalurkan dana dari dan untuk anggotanya serta pengawasannya tetap berada di bawah Kementerian Koperasi dan UKM. Sementara Koperasi Open Loop adalah koperasi yang melakukan kegiatan sektor jasa keuangan

Menteri Koperasi dan UKM RI, Teten Mazduki melakukan panen perdana tanama horikultura kelompok dampingan Kopdit Obor Mas di Tilang, Maumere, beberap waktu lalu. Foto ; Majalah Fortuna

KUPANG, fortuna.press – Hari ini, Jumat, 3 November 2023, pemerintah provinsi NTT melalui Dinas Koperasi dan Nakertrans menggelar kegiatan Focus Discussion Group (FGD) dalam rangka membahas beberapa isu strategis perkoperasian menghadirkan 10 koperasi besar di NTT di Hotel Aston Kupang.

Kesepuluh koperasi yang mendapat kesempatan istimewa terlibat membahas isu strategis koperasi terkait Open Loop dan Close Loop tersebut adalah Kopdit Pintu Air, Kopdit Swasti Sari, Kopdit Obor Mas, Koperasi Jasa Tanaoba Lais Manekat Indonesia dan koperasi serba usaha Talenta.

Selanjutnya ada KSP Credit Union Serviam. KSP Kopdit Adiguna, Kopdit Sami Jaya, Kopdit Solidaritas Sta.Maria Asumpta dan KSP Kopdit Harmoni Jaya.

Berdasarkan surat undangan yang beredar luas dan ditandatangi Kepala Dinas Koperasi dan Nakertrans Provinsi NTT, Sylvya R. Pekudjawang,SP, MM, kegiatan tersebut kegiatan tersebut diperuntukan bagi para Ketua Pengurus dan Pengawas dengan masing-masing koperasi menghadirkan 2 orang peserta.

Menurut Sylvia, kegiatan tersebut guna menindakanjuti Perpres RI Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) tahun 2020-2024 dan Undang-Undang No.4 Tahun 2023 tentang Pembangunan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) Kementerian Koperasi dan UMK RI bidang Perkoperasian.

Dalam  hal ini katanya, Bidang Perkoperasian KemenKop dan UKM RI bertugas menggenjot pencapaian indicator kinerja utama yakni kontribusi PDB Koperasi sebesar 5,5% dan pengembangan 500 koperasi moderen serta penilaian  Open Loop dan Close Loop terhadap 55.000 koperasi sampai tahun 2024.

Untuk mencapai visi bersama tersebut maka diperlukan kesepahaman bersama gerakan koperasi di seluruh Indonesia termasuk di provinsi NTT terkait isu-isu strategis tersebut serta menetapkan langkah-langkah kolaboratif guna mencapainya.

Salah satu langkah untuk menyamakan presepsi tersebut adalah dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama melibatkan para ketua pengurus dan pengawas dari sample 10 koperasi besar di provinsi NTT.

Kegiatan yang menghadirkan Deputi Perkoperasian Kemenkop dan UMK RI dan beberapa pejabat terkait tersebut dikhususkan membahas tentang Penilaian Open Loop dan Close Loop, Strategi Pencapaian Koperasi Moderen dan Pengembangan Koperasi melalui Koperasi Multi Pihak atau Spin off.

Menteri Koperasi Berkunjung ke Kantor Kopdit Pintu Air Cabang Maumere, beberapa waktu lalu. Foto : Fortuna

Sylvia berharap kegiatan tersebut dapat berjalan lancar dan menghasilkan gagasan-gagasan brilliant dan pemahaman bersama guna menciptakan koperasi-koperesi dengan pengelolaan unggul dan moderen memasuki tahun 2024.

Adapun Koperasi Close Loop merupakan koperasi simpan pinjam murni yang hanya dapat menghimpun dan menyalurkan dana dari dan untuk anggotanya. Pengawasannya tetap berada di bawah Kementerian Koperasi dan UKM. Sementara Koperasi Open Loop adalah koperasi yang melakukan kegiatan sektor jasa keuangan. (tim/42na)

Kantor Pusat Kopdit Pintu Air. Foto : Fortuna

%d blogger menyukai ini: