Fortuna

Gubernur Viktor Siap Luncurkan Buku “My Dream“di Pantai Doreng dan Kunjungi SMANRED

“Wah menarik itu, kalian buat saja dan silakan jadwalkan. Saya siap ke Doreng, tapi bulan Oktober ya, “ ujar guberur Viktor saat itu.

Gubernur NTT Viktor Laiskodat dan Wakil Bupati Sikka Romanus Woga dalam sebuah pertemuan santai di ruang kerjanya belum lama ini. Foto : Fidel- Fortuna

KUPANG, fortuna.press – Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat menyatakan siap berkunjung ke pantai Doreng Kabupaten Sikka dan meninjau SMAN Restorasi Doreng guna melihat dari dekat aktivitas belajar mengajar di sekolah menengah atas yang baru saja mendapatkan izin operasional dari Pemprop NTT tahun 2021 itu.

Dipantai Doreng, Gubernur direncanakan meluncurkan buku “My Dream to Develop Flores Tourism” buah karya sejumlah penulis beken dari Maumere diantarnya Simply da Flores, Laurensius Lepo dengan Penerbit PT.Fortuna Explore Indo.

Demikian dikatakan Gubernur Viktor saat bertemu dengan Wakil Bupati Sikka Romanus Woga dan tokoh pemuda Doreng di Kupang yang juga Pemred Majalah Wisata FORTUNA Fidelis Nogor di ruang kerjanya, belum lama ini.

“Wah menarik itu, kalian buat saja dan silakan jadwalkan. Saya siap ke Doreng, tapi bulan Oktober ya, “ ujar guberur Viktor menjawab ajakan Fidelis Nogor saat itu.

Adapun Pantai Doreng yang merupakan salah satu pantai yang terletak dibagian selatan pulau Flores. Pantai ini memiliki garis pantai pasir putih terpanjang di Flores dan menawarkan spot ombak paling seksi untuk olahraga selancar di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Pantai Doreng berada di Desa Nenbura, Kecamatan Doreng, dan dapat dijangkau dari Kota Maumere ke arah selatan sekitar 1 jam perjalanan dengan menggunakan semua jenis kendaraan.

Nah buku My Dream to Develop Flores Tourism itu merupakan persembahan para pemuda Flores yang terpesona dengan kampung halamannya sendiri termasuk kagum akan eksotika pantai Doreng dan keajaiban lain disekitarnya.

Bahwa selain pantai, Doreng menyimpan sejumlah keindahan alam semisal Ogor Paret, deretan/onggokan batu berundak-undak dari balik debaran ombak yang sangat eksotik itu. Tak jauh dari situ juga ada Lian Niit yang sangat spektakuler serta pesona agrowisata yang paling mengagumkan dan jadi paru-paru pertumbuhan ekonomi di kabupaten Sikka.

Disana, di kecamatan Doreng juga ada pesona batu meteor “Dalat Elat” di Kloangpopot, ada Sanggar Budaya dan rumah produksi tenun ikat di kampung Wuwur yang lengkap dengan pesona wisata alam Lian Ledang, ada ritus sejarah dan cagar budaya warisan nenek moyang “Puan Toat dan Klereng Balat di Dusun Eha Desa Wolomotong. Konon situs-situs ini memiliki kekuatan magis edukatif yang unik dan bisa membuat anda tercengang dari penuturan langsung para pemangkunya.

Tidak hanya itu, potensi wisata di kecamatan Doreng sejatinya terbesar merata di Desa Wolomotong, Kloangpopot, Wogalirit, Wolonterang, Watumerak, Waihawa dan Nen Bura

Itulah sebabnya, para penulis buku ini yang adalah orang-orang kampung yang peduli dan merasa bangga akan kekuatan budaya, alam, bahari dan potensi wisata minat khusus yang dimiliki daerahnya terutama di kawasan Timur Maumere kabupaten Sikka dan juga pesona di sebagian pulau Flores.

Mereka ingin menjadikan pesona itu sebagai daya ungkit produktif serta menjadi referensi pola perjalanan wisata yang sistematis, promotif serta edukatif yang bermuara pada terciptanya ekosistem pariwisata yang kreatif dalam meningkatkan geliat ekonomi lokal berbasis pariwisata.

Buku itu juga ingin memperkenalkan keindahan pantai Doreng dan destinasi wisata sekitarnya sebagai bagian dari pesona kawasan pantura Flores kepada wisatawan domestik dan mancanegara.

“Buku tersebut saat ini sedang digarap teman-teman dan masuk proses finalisasi editing, kita minta diluncurkan oleh Bapak Gubernur NTT langsung di pantai Doreng nantinya, “ ujar Fidelis Nogor, editor buku tersebut kepada Gubernur NTT saat itu.

Ogor Paret, salah satu magnet wisata yang berada tak jauh dari Pantai Doreng. Foto : Ist

Fidel juga pada saat itu meminta Gubernur Viktor untuk sekiranya dapat menghadirkan sebuah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan program unggulan pariwisata, perikanan kelautan, pertanian/perkebunan dan jurusan Digitalisasi Bisnis sesuai kebutuhan pasar kerja dan tentu merujuk pada potensi unggulan lokal di 3 kecamatan yakni Doreng, Mapitara dan juga Kecamatan Bola.

Sementara Wakil Bupati Sikka saat itu menyampaikan terima kasih kepada pemerintah provinsi NTT yang telah memberikan perhatian terhadap pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Sikka.

Terima kasih juga karena pemprov NTT juga telah memberikan izin operasional pendirian SMAN Restorasi Doreng (SMANRED).

Romanus berharap gubernur dapat melihat dari dekat progress pembangunan sejumlah jalan propinsi di Kabupaten Sikka dan juga mengunjungi SMA Restorasi Doreng guna memberi motivasi kepada para guru dan siswa untuk lebih giat mengaskes pendidikan dalam kunjungan kerjanya ke kabupaten Sikka nanti.

Semangat Angkatan Perdana

Terpisah, Kepala Sekolah SMAN Restorasi Doreng Yulius Juang,S.Pd mengatakan antusias anak-anak didik angkatan pertama di SMANRED sangat tinggi.

Hal itu dibuktikan dengan hadirnya 54 orang siswa/I angkatan perdana yang kini sudah masuk kelas XI. Mereka sangat aktif mengikuti KBM termasuk terlibat dalam sejumlah kegiatan ekstrakurikuler dibidang olahraga, seni budaya dan rohani.

Diakui Yulius meski kondisi infrastruktur lembaga itu masih darurat tidak mengurungkan niat para guru dan siswa untuk melaksanakan KBM dengan paripurna.

Semangat siswa-siswi dan para guru SMANRED menggelar ujian secara online ditengah keterbatasan infrasruktur, pekan lalu. Foto : Ist

Dia berharap nanti bilamana kunjungan kerja Gubernur NTT menyinggahi SMANRED tentu makin menguatkan semangat para siswa dan guru-guru untuk lebih percaya diri dalam belajar serta membekali diri sebagai generasi masa depan yang unggul dan berdaya saing.

Harapan yang sama juga disampaikan Ketua Panitia Pendirian SMAN Restorasi Doreng Marcelis S. Lussy. Baginya, semangat pemuda Doreng menghadirkan sebuah lembaga pendidikan menengah seakan terbayar dengan terbitnya Izin Operasional pendirian lembaga dengan nomor DPMPTSP.421.5/95/PTSP/VI/2021 tertanggal 11 Juni 2021.

Izin tersebut diserahkan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Linus Lusi, S.Pd, M.Pd kepada Wakil Bupati Sikka Romanus Woga dan Panitia Pendirian di Kupang, pada tangal 15 Juni 2021.

Panitia katanya terus berjuang, bekerja sama dan membangun koordinasi dengan civitas akademika, para guru dan siswa agar proses belajar mengajar dapat berjalan optimal meski dalam keterbatasan sarana prasarana sebagai sebuah sekolah baru.

“Kita akan sangat bangga kalau bapak Gubernur berkenan datang ke Doreng dan mampir di SMANRED, sebagai sebuah motivasi sekaligus mungkin memberikan dukungan moril dan materil sehingga lembaga ini makin maju dan berkembang meski perlahan,” ujar Marcellis

Adapun saat ini SMANRED telah memiliki sebidang tanah yang sangat representatif untuk membangun sejumlah gedung permanen sekolah dan fasilitas lain yang terletak di jalan Trans utama Kewapaten-Ewa- Habibola.

Lahan itu sedang dalam proses sertifikasi dan diharapkan dalam waktu dekat akan final melalui dukungan swadaya masyarakat kecamatan Doreng, swadaya panitia dan pemuda doreng, dukungan anggota DPRD Philip Fransiskus dan beberapa kawan juga para ASN, donatur dan para pemerhati pendidikan di kabupaten Sikka.

Suasana Ombak pasang menghempas pasir putih yang landai dipantai doreng. Foto ; Fortuna

Dukungan yang sama datang dari Anggota Komisi V DPRD Provinsi NTT yang membidangi urusan pendidikan, Emanuel Kolfidus,S.Pd.

Emanuel memberi apresiasi atas kehadiran SMANRED sebagai upaya cerdas panitia dan masyarakat kecamatan Doreng mendekatkan akses pendidikan serta menekan biaya yang pada muaranya dapat meningkatan kompetensi generasi muda Doreng yang unggul dan berdaya saing.

Dia berharap agar panitia pendirian dan manajemen sekolah lebih cepat memproses legalitas dan sertifikasi tanah sehingga mendapat akses pembiayaan dan dukungan pembangunan sarana prasarana dari pemerintah provinsi NTT.

“Kita apresiasi dan dukung tentunya. Ini langkah berani dan luar biasa demi anak-anak kita. Tapi ada syaratnya dan mereka harus masuk ke Aplikasi KRISNA, salah satunya, tanah harus sudah milik Pemprov dengan sertifikat HAK MILIK, ujar Emanuel menyarankan.  (Tim/42na)

%d blogger menyukai ini: