Fortuna

Gubernur NTT Minta Pengusaha Toko Bangunan Sensitif Bencana

“Tidak hanya bahan bangunan, warga juga antri membeli Genzet dengan harga yang diduga dinaikan hingga 100% ; juga terjadi antrian panjang di beberapa mesin ATM karena keterbatasan jaringan listrik dan gangguan perangkat telekomunikasi”

Antrian panjang terjadi di outlet mesin ATM kompleks Kantor BNI Cabang Kupang di OEba, Selasa, (6/4) petang. Foto : Fortuna

KUPANG – Fortuna; Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat meminta para pengusaha Toko Penyedia Bahan Bangunan agar tidak menaikan harga bahan bangunan pasca bencana alam yang melanda rakyat NTT

Dikatakan para pengusaha termasuk pemilik toko bagunan harus sensitif bencana, dan tidak menjadikan peristiwa bencana ini sebagai momentum untuk mengeruk keuntungan.

Penegasan itu disampaikan Gubernur Viktor menyusul adanya informasi dan keluhan warga kepada sejumlah pengusaha toko bangunan yang menaikan harga bahan bangunan hingga 20 kali lipat pasca bencana Siklon Seroja yang melandai wilayah NTT dalam 3 hari belakangan

Tidak main-main, Gubernur Viktor langsung menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja (Pol-PP) bersama Polda NTT untuk melakukan sidak Toko Bahan Bangunan.

“Hari ini saya instruksikan Kasat Pol PP Provinsi NTT berkoordinasi bersama Polda NTT untuk melakukan sidak mulai Rabu (7/4) terhadap Toko Penyedia Bahan Bangunan agar tidak menaikan bahan bangunan paska bencana di NTT”, ungkap Gubernur Viktor ketika melakukan Kunjungan Kerja guna mengunjungi korban bencana Siklon Seroja, di Betun, di Kabupaten Malaka, Selasa (6/4), sebagaimana dikutip dari rilis Biro Administrasi Pimpinan, Setda Provinis NTT, Selasa, (6/4)

Langkah repsonsif dan antisipatif ini dilakukan Gubernur atas keluhan masyarakat atas kenaikan harga bahan bangunan. Ia meminta agar harga bahan bangunan diturunkan hingga batas normal

“Para Pedagang bahan bangunan sungguh tidak merasa berduka dan perihatin terhadap peristiwa yang dialami rakyat NTT, untuk itu saya perintahkan agar harga segera diturunkan”, ungkap Gubernur

Viktor mengharapkan dukungan masyarakat untuk melaporkan kepada Pemerintah, manakala terdapat Toko penyedia Bahan Bangunan yang menaikan harga.

“Disamping dilakukan sidak, diharapkan dukungan masyarakat untuk melaporkan kejadian tersebut kepada  Pemerintah dan dipastikan tokonya ditutup dan izinya di cabut”, tegas Gubernur Laiskodat

Kondisi terkini Banjir dan tanah longsor di Desa Nele Lamadike, Kec. Oke Bopeng, Kabupaten FLores Timur. Foto : Bung Silla/FB

Pantauan www.fortunapress, Selasa (6/4), sejumlah toko bangunan di Kota Kupang dipadati warga. Mereka beramai-ramai mencari kayu, paku, seng dan bahan sejenisnya untuk memperbaiki rumah yang berantakan diterjang badai Siklon Seroja

Tidak hanya bahan bangunan, warga juga antri membeli Genzet dengan harga yang diduga dinaikan hingga 100%. Pemandangan lain yakni terjadi antrian panjang di beberapa mesin ATM karena keterbatasan jaringan listrik dan gangguan perangkat telekomunikasi.

“Disini hanya bisa transfer Pak. Kalau mau tarik tunai silakan ke Bank BNI di Oeba,” kata seorang Security Bank BNI Cabang Kuanino Kupang kepada para pelanggan yang berjubel mendatangi mesin ATM di kawasan kantor itu, Selasa, (6/4)

Untuk diketahui, Pemprov NTT membuka Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Siklon Tropis Seroja bertempat di Aula El Tari Kupang. (tim/rilishumas/42na)

%d blogger menyukai ini: