Fortuna

Dukung Bangun SPBU, Gubernur Viktor Minta Kopdit Pintu Air Kembangkan Restoran dan Vila

“Pengurus dan manajemen diharapkan untuk tetap menganalisa, merencanakan dan kreatif mengelola dana anggota dengan usaha-usaha lain yang produktif dan mensejatherakan anggota selain dalam bentuk simpan pinjam”

Toko Serba Ada (Toserba) sebuah unit usaha Swalayan milik anggota KSP Kopdit Pintu Air di Kota Maumere. Foto : CendanaNews

Gubernur NTT, Viktor Laiskodat meminta Pengurus dan Manajemen KSP Kopdit Pintu Air mengembangkan usaha restoran dan villa guna mendukung kemajuan industri pariwisata di Provinsi NTT

Permintaan itu disampaikan Gubernur Viktor Laiskodat saat bertemu Ketua Pengurus KSP Kopdit Pintu Air Yakobus Jano dan Tim di ruang kerja Gubernur, Senin, (5/10)

Saat itu Ketua Pengurus dan Tim Pintu Air bermaksud mengundang Gubernur NTT untuk meresmikan Pabrik Minyak Kelapa PINTAR yang diproduksi oleh KSP Kopdit Pintu Air, pada tanggal 28 Oktober 2020

Tim Pintu Air juga menyampaikan progres usaha lain yang sedang digalakan yakni pengembangan Garam PINTAR di Nangahale bekerjasama Romo Moses dan keinginan untuk membangun usaha Stasiun Bahan Bakar Umum  (SPBU)  di Nita, Maumere Kabupaten Sikka dan di Hokeng Kabupaten Flores Timur.

“Bagus dan ini luar biasa, Kopdit bisa mengembangkan usaha pabrik minyak dari kelapa dan ingin membangun SPBU. Saya sangat mendukung. Kedepan saya minta Pintu Air harus punya usaha restoran dan villa,” harap Gubernur Viktor sebagaimana disampaikan Karo Humas Marius Jelamu melalui stafnya Zam Babies kepada www.fortuna.press, Senin (5/10) usai mengikuti pertemuan tersebut

Menurut Viktor, pemerintah provinsi lagi giat-giatnya mengembangkan pariwisata sebagai penggerak utama (prime mover).

Tekad pemerintah ini mesti didukung oleh semangat kalangan dunia usaha termasuk lembaga keuangan semisal Kopdit Pintu Air guna melirik usaha-usaha produktif terkait pengembangan pariwisata.

Tugu Ina Boi, Salah Satu ikon Wisata di Kota Kupang. Foto : Fortuna

Menjawabi harapan Gubernur itu, Ketua Pengurus KSP Kopdit Pintu Air Yakobus Jano mengatakan saat ini pihaknya terus berjalan seiring dengan pemerintah dalam mengembangkan dan mendukung tumbuhnya usaha-usaha di sektor riil termasuk yang bergerak di bidang usaha jasa pariwisata

Saat ini katanya KSP Kopdit Pintu Air memiliki aset tanah dan lahan yang cukup luas untuk pengembangan usaha jasa pariwisata sekelas resort atau hotel di Wailiti, 2 kilometer arah barat kota Maumere, Kabupaten Sikka.

“Lahan kami ada dan saya minta Bapak Gubernur nanti bisa mampir dan lihat lokasinya serta beri masukan usai menghadiri dan meresmikan pabrik minyak kelapa PINTAR nanti pada tanggal 28 Oktober 2020,” katanya kepada www.fortuna,press usai pertemuan tersebut.

Dijelaskan Yakobus, sebagai koperasi milik anggota yang didominasi Nelayan Tani Ternak dan Buruh (NTTB), pihaknya terus memotivasi anggota untuk menggiatkan UMKM dengan dukungan penuh permodalan dan pendampingan dari Pintu Air

Meski demikian katanya, pengurus dan manajemen diharapkan untuk tetap menganalisa, merencanakan dan kreatif mengelola dana anggota dengan usaha-usaha lain yang produktif dan mensejatherakan anggota selain dalam bentuk simpan pinjam.

Adapun usaha riil yang saat ini dikembangkan pintu air yakni Swalayan (Toserba), Usaha Garam “PINTAR” bersama Romo Moses dan Tm Pintu Air dan anggota di Nangahale serta usaha pabrik minyak kelapa PINTAR yang akan diluncurkan untuk pasar nusantara pada tanggal 28 Oktober 2020

Gubernur NTT, Viktor Laiskodat didampingi Ketua Pengurus Pintu Air Yakobus Jano,Romo Moses dan para undangan melakukan panen Garam Pintar di Nangahale, Senin, (27/7). Foto : Ist

Mengapa Harus SPBU ?

Satu unit usaha yang kini siap dikembangkan KSP Kopdit Pintu Air adalah usaha Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berlokasi di Nita, Trans Maumere- Ende dan di Hokeng Kabupaten Flores Timur

Ketua Kopdit Pintu Air Yakobus Jano mengatakan bahwa usaha SPBU adalah satu unit usaha yang sangat produktif dan pasti.

“Bayangkan kita hanya bangun fisik dan sistemnya, selanjutnya uang itu mengalir tanpa henti karena semua kendaraan pasti butuh bahan bakar. Tidak ada usaha SPBU yang rugi kalau pengelolaannya benar dan tertib,” ujarnya optimis menjawab Fortuna soal urgensi usaha SPBU itu.

Pose Bersama Gubernur NTT dengan Pengurus KSP Kopdit Pintu Air usai pertemuan di ruang kerja Gubernur, Senin, (5/10). Foto : Ist

Dikatakan Tim nya telah menganalisa secara bisnis maupun prospek terutama lokasi dibangunnya SPBU tersebut.

Pertama SPBU di Hokeng, strategis untuk menjawabi kebutuhan BBM bagi para pelintas trans Flores mulai dari Waipare Kecamatan Kangae, kabupaten Sikka hingga kota Larantuka, Kabupaten FLores Timur. Dengan jedah jarak yang relatif jauh mencapai ratusan kilometer itu tetapi tidak ada SPBU. Di Hokeng lah pasar kita,” ujarnya

Sementara di Nita, merupakan sebuah kecamatan yang sangat padat penduduknya, ramai dengan banyak kendaraan tetapi warga harus turun isi BBM di Kota Maumere. Lokasi SPBU di Nita juga untuk mengakomodasi kebutuhan warga Trans Maumere- Ende dan sebaliknya.

Untuk itulah saat ini katanya, pihaknya sudah membentuk Tim Percepatan pembangunan SPBU yang melibatkan 2 pelaku usaha sekaligus anggota aktif KSP Kopdit Pintu Air yakni Suibertus Amandus dan Kadju Tobias Paseli yang adalah seorang purna tugas dari Pertamina untuk sama-sama mengurus proses kelengkapan persyaratan dan perizinan sehingga dalam waktu dekat pengerjaan fisik sudah bisa berjalan

“Kita punya Pak Amandus dan Pak Tobias yang kita beri tugas sebagai Tim Percepatan yang sangat memahami dalam mengurus barang ini. Tahapannya sudah jalan dan kita harapkan minggu ini izin dari Pertamina Wilayah Propinsi NTT di Kupang, sudah kelar,” ujarnya. (tim/42na)

%d blogger menyukai ini: