Fortuna

Anggota DPRD NTT Buka Jalan Lingkungan, Bernabas Abi : Terima kasih Ibu Lily Adoe, Ini Hadiah Paskah

“Kita umat Katolik disini senang terutama sebelum Paskah ini jalan sudah bae (baik). Misa malam kita jalan kaki sudah bisa dan nyaman. Terimakasih mama Lily. Ini oleh-oleh Paskah untuk kami umat,”

Bernabas Abi, Warga RT 18 /RW 05 kelurahan TDM, Kupang. Foto : Ist

Anggota DPRD NTT Adoe Yuliana Elisbeth atau yang biasa disapa Lily Adoe memanfaatkan masa reses periode ini untuk bersama warga Kota Kupang membangun jalan lingkungan

Lily memanfaatkan sungguh pos anggaran reses kali ini untuk membantu warga mengerjakan jalan lingkungan sepanjang 150 meter di wilayah RT 18, RW 5, Kelurahan TDM II, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Kurang lebih 35 orang warga RT 18 bergotong royong mengerjakan jalan lingkungan itu. Mereka nampak antusias dan bahu membahu menuntaskan pekerjaan itu sejak pagi jam 08.00 hingga pukul 16.00 sore

Niat tulus Lily Adoe membantu warga membangun jalan rabat itu mendapat reaksi  spontan warga

Bernabas Abi, salah seorang warga RT 18, mengkau sangat berterimakasih karena perhatian tulus dari Ibu Lily Adoe, anggota DPRD NTT

Baginya akses jalan warga itu sudah lama dibiarkan. Dengan dirabat maka sangat membantu akses umat ke gereja maupun juga masyarakat umum.

“Sebagai warga kami harus bersyukur karena mama Lily sudah datang dan bantu kami, jalan ini sudah bagus dan kita bisa lewat dengan aman, nyaman baik siang maupun malam,  katanya polos

Bernabas mengaku jalan itu sering rusak kalau musim hujan maka dengan dibuka coran beton rabat maka akses ke gereja maupun ke rumah warga menjadi aman dan lancar apalagi menjelang ibadah musim Paskah

“Kita umat Katolik disini senang terutama sebelum Paskah ini jalan sudah bae (baik). Misa malam kita jalan kaki sudah bisa dan nyaman. Terimakasih mama Lily. Ini oleh-oleh Paskah untuk kami umat,” ujarnya polos Masyarakat kita harus bersyukur

Lily Adoe didampingi Ketua RT 18, Bernadus Afoan berbincang-bincang dengan wartawan di sela-sela kegiatan. Foto : Fortuna

Terpisah, Ketua RT 18, Bernadus Afoan, menyampaikan terimakasih dan apresiasi bagi Anggota DPRD NTT, Yuliana Elisabeth Adoe yang ikhlas membantu warga membangun jalan lingkungan.

“Kami semua warga disini berterima kasih karena sudah terbantu dengan fasilitas yang ada,” ungkap Bernadus.

Sementara Lily Adoe disela-sela bersama warga mengerjakan jalan itu kepada wartawan mengatakan bahwa reses kali ini berbeda dengan sebelumnya mengingat masa pandemi covid-19, dan aturan tidak mengizinkan para wakil rakyat mengumpulkan banyak orang untuk menjaring aspirasi.

“Saya memang merencanakan bertemu warga di beberapa titik dalam reses kali ini. Ketika berkoordinasi dengan pak RT diminta sebaiknya kita buatkan jalan lingkungan, makanya kami sepakat kerjakan ini secara bergotong royong dengan warga,” ungkap politisi PDI Perjuangan ini.

Menurutnya kesepaktan itu diambil kerena ruas jalan lingkungan yang dikerjakan tersebut merupakan alternative tercepat menuju gereja Katolik TDM namun selalu rusak tergerus banjir dimusim hujan.  

Adapun dana reses biasanya dialokasikan untuk makan minum saat berkumpul bersama warga untuk jarring aspirasi namun demikian mengingat covid-19 maka dan tersebut dikoversikan dalam bentuk pasir 3 reit pasir dan semen 60 sak untuk pengerjan jalan tersebut

Pada reses sebelumnya, Lily Adoe juga bersama warga di Oebobo mengejakan jalan rabat untuk kepentingan memperlancar akses warga di belakang Hotel Green Nia

Meski mengaku sedikit menyimpang pemanfaatan dana reses kali ini karena tidak sesuai dengan Tupoksi Komisi III namun Lily yakin aksi nyata yang dilakukan dirinya selaku anggota DPRD NTT untuk warga itu masih tepat sasaran

“Sebagai anggota komisi III DPRD NTT, mitra komisi saya memang bukan di infrastrktur atau Dinas PUPR tapi ini semata- mata karena ingin menjawabi kemauan warga dan tentu bermanfaat langsung untuk warga jadi kita pilih buatkan jalan lingkungan,” ujar istri dari Agustinus Supardi ini

Reses kali ini, Lili Adoe juga menemui warga di 8 titik di Kota Kupang dengan model kegiatn yang berbeda.

Ada yang tatap muka dalam jumlah terbatas, ada yang dikonversi ke sembako, membantu alat komunikasi (wireless) dan ada warga yang meminta bantuan infratruktur jalan, lampu dan juga bak sampah. (Wilfird/42na)

%d blogger menyukai ini: