Fortuna

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Pemprov NTT Aktifkan Konektivitas Udara di 3 Kota

“Satu langkah progresif juga yang dilakukan pemerintah daerah yakni meningkatkan capaian vaksinasi diseluruh NTT menuju terciptanya herd immunity

Wisatawan mengikuti standar CHSE ketika memasuki sebuah destinasi wisata di Kupang belum lama ini. Foto : Fortuna

KUPANG, fortuna.press –Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur terus mendorong peningkatan ekonomi dan pembangunan daerah dengan mengaktifkan konektivitas transportasi udara di 3 kota yakni Labuan Bajo, Maumere dan Kota Kupang sebagai pintu masuk utama pariwisata NTT.

Hal itu disampaikan Staf Ahli Gubernur NTT Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Dr. Marius Ardu Jelamu, M.Si kepada wartawan pada kegiatan Uji Kompetensi Wartawan di Kupang, Rabu, (13/10/2021).

Menurutnya, pandemi Covid-19 selama kurang lebih dua tahun belakangan telah meluluhlantahkan sendi-sendi perekonomian nasional dan sempat melumpuhkan sejumlah konektivitas transportasi udara, darat dan laut termasuk di NTT.

Bandara Udara Komodo di Labuan Bajo, Bandara Frans Seda Maumere dan Bandara El Tari Kupang yang menjadi pusat pergerakan ekonomi di NTT terpantau lesu bahkan sempat ditutup dalam beberapa waktu.

Kondisi tersebut tentu sangat mempengaruhi geliat perekonomian dan industry pariwisata daerah.

“Bandara Labuan Bajo, Maumere dan Kupang jadi pusat pergerakan ekonomi. Kita dorong 3 bandara ini terus melayani masyarakat, tentu dengan penerapan standar prokes covid-19 yang ketat,” kata mantan Karo Humas Setda NTT itu.

Adapun tiga bandara tersebut merupakan akses utama dari Jakarta, Bali, Makasar dan Surabaya ke Nusa Tenggara Timur yang diharapkan bisa memicu mobilitas orang barang dan jasa.

Oleh karena itu pemerintah terus berkoordinasi dan berupaya meningkatkan kualitas layanan bandara terutama dari aspek Clineliness, Healthy, Safety dan Environmental Sustainability (CHSE) sebagaimana standar protokol kesehatan bagi pelaku perjalanan dipintu-pintu kedatangan.

Satu langkah progresif juga yang dilakukan pemerintah daerah yakni meningkatkan capaian vaksinasi diseluruh NTT menuju terciptanya herd immunity.

“Kita lakukan koordinasi dan filter di pintu-pintu kedatangan  wisatawan, di bandara dan  pelabuhan untuk meminimalisasi penyebaran covid-19 juga meningkatkan kegiatan vaksinasi yang menyasar seluruh warga di 22 kabupaten/kota. Tujuannya agar ekonomi bisa tumbuh,” katanya.

Selain Labuan Bajo, Kupang dan Maumere, Pemprop NTT juga mendorong terbukanya pintu perbatasan internasional Indonesia dan Timor Leste di Motaain dan Motamasin dalam waktu dekat untuk memicu pergerakan ekonomi lintas batas.

Melalui langka-langkah strategis tersebut, Marius berharap sektor ekonomi dan pariwisata kembali berlari seiring percepatan pembangunan sektor pertanian dan perikanan sebagai satu supply chain (rantai pasok) yang apik.

“Kita ingin angka kunjungan wisatawan ke NTT bisa kembali pulih seiring sinergi dan koordinasi lintas sektor yang menjadi supply chain. Kita juga berharap pintu masuk pariwisata utama Bandara Ngurah Rai Bali tanggal 18 Oktober 2021 sehingga wisatawan mancanegara bisa normal,” ujarnya. (tim/42na)

%d blogger menyukai ini: