Fortuna

Dongkrak Ekonomi, REI NTT, BI dan OJK Vaksinasi 12.000 Warga di Maumere dan Kota Kupang

“Kota Maumere dan Kota Kupang sebagai pilot project dalam kegiatan ini karena kedua daerah itu menjadi barometer pergerakan ekonomi di Provinsi NTT”

Komitmen REI NTT dan Sektor Jasa Keuangan dan Pemda Dukung Program Vaksinasi di NTT. Foto : Ist

Real Estate Indonesia (REI) Provinsi NTT bekerjasama dengan Bank Indonesia, OJK, Pemprov NTT dan berbagai elemen termasuk TNI/Polri menggelar kegiatan vaksinasi bagi 12.000 orang warga Kota Maumere Kabupaten Sikka dan Kota Kupang

Gerakan vaskinasi masal itu adalah cara REI NTT dan sektor jasa keuangan mendongkrak percepatan kebangkitan ekonomi daerah dengan mempersiapkan masyarakat mencapai herd immunity akibat penademi covid-19

Kegiatan yang digelar sejak pekan lalu di Kota Maumere itu menyasar semua warga dengan total penyerapan vaksin jenis Sinovac sebanyak 7000 dosis

Untuk Kota Kupang program vaksinasi bersama itu dimulai pada Senin, (20/9/2021) selama 5 hari dengan total dosis sebanyak 5000

Ketua REI NTT Bobby Pitoby dalam Press Conference di Kupang, Kamis, (17/9) mengatakan terpilihnya Kota Maumere dan Kota Kupang sebagai pilot project dalam kegiatan ini karena kedua daerah itu menjadi barometer pergerakan ekonomi di Provinsi NTT

Pertimbangan lain yakni angka realisasi vaksinasi di Maumere dan Kota Kupang terpantau masih sangat rendah. Hal itu tentu berdampak pada roda pertumbuhan ekonomi kalau tidak diatasi sejak dini

“Kota Kupang dan Kota Maumere adalah dua kota besar di NTT. Kedua kota ini juga menjadi barometer pergerakan ekonomi, Nah kalau tidak segera dilakukan vaksinasi bagi warga maka kita kuatirkan geliat ekonomi di kota-kota ini akan terhambat apalagi dengan kondisi penerapan PPKM. Kita sama-sama berusaha menekan laju penularan covid-19, sehingga ekonomi bisa tumbuh, ujar Bobby dalam press conference di Kupang belum lama ini

Adapun Press Conference itu dihadiri Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kupang, I Nyoman Ariawan Admaja, Kepala Biro Ekonomi Setda NTT, Dr. Lery Lupidara, Wakil Kepala OJK Kupang Setia Ariyanto dan Ketua REI NTT  Bobby Pitoby.

Menurut Boby, vaksinasi di Kupang berlangsung selama lima hari dengan target 5.000 dosis atau 1.000 dosis per hari dengan penerapan standar prokes yang ketat dan telah diatur secara system mulai sejak pertama calon peserta melakukan registrasi online maupun offline

“Ini merupakan kegiatan lanjutan dari kegiatan sebelumnya, program yang sama kita lakukan sebanyak 7.000 dosis di Maumere. Jadi total dosis yang kita targetkan 12.000 dosis untuk suntikan pertama,” urainya

Menyoal pelaksanaan dosis kedua, Bobby mengatakan akan disesuaikan dengan aturan main untuk vaksinasi II jenis sinovac yakni 28 hari setelah pemberian dosis pertama. Itu artinya vaksinasi dosis kedua akan dilakukan pada bulan Oktober 2021

Data yang dihimpin dari berbagai sumber menyebutkan jumlah warga yang telah divaksin di provinsi NTT masih kurang. Kota Kupang menyabet angka tertinggi vaksinasi dibandingkan kabupaten lainnya yakni mencapai 70,12% untuk dosis pertama dan 42,13% untuk dosis kedua.

Sementara realisasi vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Sikka, sejak dimulainya penyuntikan vaksin Covid-19 dari Januari hingga September 2021, baru mencapai 26 persen dari target  228.606 jumlah sasaran.

Juru bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Sikka, dokter Clara Francis kepada mediaindonesia.com, Rabu (22/9) mengakui, capaian vaksin Covid-19 lambat. Namun, pelan-pelan terus meningkat, sebelumnya pada 7 September 2021, vaksinasi Covid-19 baru 17 persen. Berkat keterlibatan beberapa lembaga termasuk TNI/POLRI dengan vaksinasi di Sikka mencapai 26 persen.

“Dari evaluasi pelaksanaan vaksinasi di Sikka, baru mencapai 26 persen atau 60.019 dari target 228.606 orang. Capaian ini merupakan hasil kerja sama yang baik antara masyarakat, tenaga kesehatan, relawan dan berbagai pihak yang berkontribusi di dalamnya,” ujar Dokter Clara Francis. (tim/42na)

%d blogger menyukai ini: