Fortuna

Dimana Orang Bicara Koperasi, Disitu Nama Kopdit Obor Mas Yang Disebut

“Kualifikasi pelayanan dan produk Obor Mas harus terus hebat dan mengiang disetiap telinga, mata dan hati publik”

General Manager Kopdit Obor Mas, Leonard Ferdiyanto M.Lering,S.Ak memberikan arahan bagi para peserta OJT di Heinrich Ballroom Puskopdit Swadaya Utama Maumere, Selasa, (28/6). Foto : dok.Fortuna

MAUMERE, fortuna.press – Manejemen KSP Kopdit Obor Mas menggelar kegiatan On The Job Training (OJT) bagi 65 orang karyawan baru KSP Kopdit Obor Mas gelombang II selama dua pekan kedepan, mulai Selasa, 28 Juni 2022.

Kegiatan yang dipusatkan di Heinrich Ballroom Puskopdit Swadaya Utama Maumere itu membuka maindset para karyawan tentang dunia perkoperasian dan strategi marketingnya.  Forum itu tidak hanya membahas soal teknis aplikatif terkait simpan pinjam tetapi juga soal bagaimana seorang karyawan harus mendedikasikan diri secara total untuk memajukan lembaga.

Menjadi karyawan Kopdit Obor Mas tidak hanya soal melayani anggota sebagai seorang pegawai tetapi hendaknya juga menjadi pemilik lembaga yang bertanggungjawab penuh atas maju mundurnya lembaga; tempat dia mengabdi dan mendapatkan kehidupan.

“Nah dengan pelatihan ini hendaknya kalian bisa mampu membesarkan nama lembaga dengan meningkatkan branding lembaga ini,”ajak Ketua Puskopdit Swadaya Utama, Drs. Alexius Bertholomeus ketika membuka kegiatan On The Job Training (OJT) Karyawan Baru KSP Kopdit Obor Mas Gelombang II di Maumere, Selasa, 28 Juni 2022.

Soal branding, Alex mengatakan kualifikasi pelayanan dan produk Obor Mas harus terus hebat dan mengiang disetiap telinga, mata dan hati publik.

“Sama seperti brand-brand terkenal lainnya semisal air mineral Aqua yang telah memenangkan hati para konsumen dimana setiap air mineral selalu disebut Aqua walau sebenarnya mereknya lain,” ujarnya.

Bagitupun para karyawan Kopdit Obor Mas diminta harus bisa memantapkan brand Kopdit Obor Mas sehingga anggota dan masyarakat akan selalu mengenang brand tersebut.

Jadi kalau mereka bicara tentang koperasi maka yang mereka sebut adalah kopdit Obor Mas. Ini adalah tugas penting dari semua kalian,”kata pria hitam manis yang selalu nampak cerdas itu.

Hal lain yang disentil Alex yakni soal perlunya seorang karyawan meningkatkan komunikasi yang baik kepada anggota karena dengan demikian anda telah menanamkan loyalitas dalam diri anggota.

Adapun On The Job Training (OJT) Karyawan Baru KSP Kopdit Obor Mas Gelombang II saat itu diikuti 65 orang peserta dari Kabupaten Lembata, Flotim, Nagekeo, Ngada, Manggarai Barat dan Sikka

Hadir dalam acara pembukaan saat itu Manager Puskopdit Swadaya Utama Maumere Fransiskus De Fransu, S.Ak beserta jajaran, Ketua Pengurus KSP Kopdit Obor Mas Markus Menando, S.Pd bersama jajaran, Ketua Pengawas KSP Kopdit Obor Mas Fransiskus A.L. Da Lopez, SH bersama jajaran, General Manager KSP Kopdit Obor Mas L. Frediyanto M. Lering, S.Ak bersama jajaran.

Manager Puskopdit Swadaya Utama Maumere Fransiskus De Fransu, S.Ak dalam sapaannya sebagai tuan rumah penyelenggaraan kegiatan OJT saat itu mengucapkan trima kasih kepada pihak Kopdit Obor Mas yang telah mempercayakan kepada Puskopdit untuk kesekian kalinya menjadi tuan rumah penyelenggaraan OJT.

OJT katanya merupakan tahap kedua dari manajemen SDM setelah rekrutmen. Tahap ini adalah persiapan bagi karyawan untuk bekerja sesuai tupoksinya.

Terkait pelatihan itu katanya, tidak hanya sekedar untuk mengajarkan karyawan tentang simpan pinjam saja tetapi juga pembentukan karakter dalam mengelola kehidupan di dunia kerja (life skill) yakni hal-hal yang merupakan kegiatan di rumah dan juga di kantor.

General Manager M Kopdit Obor Mas Leonard Frediyanto saat itu meminta setiap karyawan yang mengikuti pelatihan itu harus mengosongkan diri terlebih dahulu.

“Anda harus menjadi gelas kosong sehingga selama 14 hari kedepan kalian akan diisi dengan materi-materi. Jika tidak maka materi ini akan meluap sehingga tidak punya efek bagi kalian,” ujarnya memotivasi.

Satu hal yang diingatkan oleh Yanto bahwa bekerja di koperasi itu waktu seorang karyawan benar-benar didedikasikan bagi anggota, masuk kantor tepat waktu tapi kalau pulang belum tentu tepat waktu.

“Nah sebelum kalian OJT tentu sudah mengikuti magang di kantor cabang masing-masing, dimana itu merupakan kesempatan untuk belajar mengikuti irama lembaga. Jika kalian bertahan sampai saat ini berarti kalian sudah terbiasa dengan irama itu, katanya.

Selaku General Manager, Yanto memberikan 3 tips penting menjadi seorang karyawan Obor Mas yakni terkait Servis atau Pelayanan, Sensasi dan Solusi

Hal yang sama dikatakan Ketua PengawasFransiskus A.L. Da Lopez,SH saat itu mengajak para peserta OJT untuk setia dalam bekerja di lembaga itu hingga pensiun. Hal itu hanya bisa didapatkan bilamana seorang karyawan menikmati profesinya dengan menerapkan kebiasaan bekerja sambil belajar.

“Kalian akan bisa hingga pensiun jika kalian bekerja sambil belajar. Dalam belajar anda perlu banyak mndengar dan mencatat, Dengan demikian setiap ilmu yang kalian dapat akan terus diingat, ujar Frans

Sementara Ketua Pengurus Kopdit Obor Mas  Markus Menando, S.Pd pada kesempatan itu menekankan pentingnya kedisiplinan bagi setiap karyawan dalam bekerja ketika ditempatkan dikantor pusat, cabang, unit atau dimana saja berada.

“Yang saya mau tekankan disni adalah soal Disiplin. Disiplin kerja itu dalam segala hal tidak hanya soal waktu. Karena hanya dengan disiplin anda bisa mengurus diri dan pekerjaan dengan baik,” ajak sosok low profile ini. (tim/42na)

%d blogger menyukai ini: