Fortuna

Dikunjungi Wakil Bupati, Atlit PON Papua Asal Sumba Timur Ungkap Kisah Pilunya Hingga Berhenti Kuliah

“Yuliana Ina Umbu Dewa adalah atlit cabang Wushu asal Sumba Timur yang mengharumkan nama Provinsi NTT setelah meraih medali Perunggu di PON XX Papua”

Altit Wushu asal NTT, Yuliana Umbu Dewa poses bersama Menko Perekonomian Airlangga Hartanto dalam sesi penyerahan Medali. Foto : Ist

Wakil Bupati (Wabub) Sumba Timur, David Melo Wadu,ST menyempatkan diri mengunjungi Erna Tamu Ina  dan Yuliana Alin Umbu Dewa dua atlit Wushu PON Papua di Liliba Kota Kupang, Jumat, (8/10)

Erna Tamu Ina  dan Yuliana Alin Umbu Dewa adalah atlit Wushu Kontingen NTT asal Kabupaten Sumba Timur yang baru saja selesai berlaga di PON Papua dan mengharumkan nama NTT dan khususnya Sumba Timur.

Yuliana Ina Umbu Dewa adalah atlit cabang Wushu asal Sumba Timur yang mengharumkan nama Provinsi NTT setelah meraih medali Perunggu di PON XX Papua. 

Yuliana meraih medali Perunggu setelah bertanding di nomor tanding 60 Kg. Ia kalah di semifinal melawan atlet Pelatnas asal DKI Jakarta, Nur Handayani. Atas kekalahan itu, Alin mempersembahkan medali perunggu untuk NTT.

Dalam pertemuan  tersebut David menyampaikan terima kasih dan rasa bangganya kepada kedua atlit asal Sumba Timur itu.

Ia juga memotivasi para atlet untuk terus berlatih dan mengukir prestasi yang lebih baik dihari-hari mendatang

David sebelumnya sudah berada di Kupang sejak hari Sabtu, (2/10) dalam rangka konsultasi anggaran.

Kehadiran Wabub David di lokasi tempat tinggal Atlit tepatnya di perumahan kawasan Liliba mengagetkan Erna dan Yuli. Mereka tidak membayangkan Wabup akan datang ketempat tinggal sementara mereka di rumah keluarga asal Sumba Timur di kupang.

Nampak mereka berbincang santai bersama para atlet dan keluarga, ada tawa dan haru menyelimuti pertemuan penuh persaudaraan itu.

Kepada David, kedua atlet Wushu itu mengisahkan perjuangan mereka mulai dari nol sampai saat ini. Mereka sejatinya anak anak Sumba yang berprestasi, namun perjuangan untuk mencetak prestasi itu bukanlah proses yang mudah.

Yuliana saat itu mencurahkan perihnya menjadi seorang mahasiswa, atlet dan juga harus berjuang sendiri untuk menghidupi diri dengan aneka berusaha termasuk berjualan ikan

Karena beratnya beban yang dipikul sendiri maka Ia memutuskan untuk tetap berlatih menjadi atlet namun harus berhenti kuliah karena kondisi keuangan yang tidak stabil

“Tidak gampang Bapak, sulit sekali menjadi mahasiswa dan atlet. Harus belajar, berlatih, tapi juga berusaha menghidupi diri. Saya harus jual ikan untuk dapatkan uang makanya sekarang saya berhenti kuliah,” ujarnya piluh

Namun ia bersyukur melalui olaraga Wusuh yang ditekuni ia sudah lega karena kini ditawari untuk kuliah dan bebas memilih di mana saja kampusnya.

Meski demikian, baik Yuli maupun Erna ingin di kuliah Sumba Timur saja untuk menekan biaya hidup dan beban kuliah serta ingin tetap berlatih dan mengharumkan Sumba Timur.

Saat itu Wabup David menyampaikan tetap semangat dan sangat berterima kasih kepada Erna dan Yuli yang sudah berjuang untuk Sumba Timur.

Ia berjanji untuk bertemu lagi di Sumba Timur sehingga bersama-sama Bupati Kristofel Praing dapat membicarakan langka-langkah strategis  selanjutnya

David menegaskan pemerintah Kabupaten Sumba Timur akan memberi perhatian khusus bagi atlit-atlit olah raga yang sedang memperjuangkan kemenangan dan mengharumkan nama kabupaten Sumba Timur.

Untuk diketahui, Erna dan Yuliana akan tiba di Sumba Timur pada tanggal 18 Oktober 2021 setelah acara pembubaran setelah Kontingen NTT dan semua rombongan PON Papua tiba di Kupang pada 17 Oktober 2021. (Agus Umbu/42na)

%d blogger menyukai ini: