Fortuna

Dicky Raja : Maumere Jadi Klaster Pariwisata Premium di Flores Bagian Timur

“Tentu sebagai orang NTT kita bangga tapi sebagai anggota DPRD Sikka, saya juga prihatin karena dana bermiliar-miliar terpusat ke Labuan Bajo padahal potensi wisata di Kabupaten Sikka juga komplit dan bahkan lebih mendunia,”

Taman Laut “Teluk Maumere” Salah satu spot bawah laut terbaik didunia. Foto : Ist

Kabupaten Sikka menyimpan sejumlah spot wisata yang memiliki daya tarik nasional bahkan internasional. Sikka juga unggul dibandingkan daerah lain dari sisi geografis maupun infrastruktur

Keunggulan komparatif pariwisata dan daya dukung geografis itu memantik Anggota DPRD Kabupaten Sikka, Benediktus Lukas Raja,SE angkat bicara.

Menurutnya, pariwisata Maumere, Kabupaten Sikka harus benar-benar dikelola secara produktif dan diproyeksikan kedepan sebagai klaster wisata premium baru di Flores bagian Timur.

“Kita punya segalanya. Destinasi wisata kita unggul dan komplit, dukungan infrastruktur laut, darat dan udara yang sangat memadai. Potensi ini jangan membuat kita mau kalah sama Labuan Bajo. Harus diperjuangkan Maumere jadi klaster wisata premium baru di Flores bagian Timur,” tegas pria yang akrab disapa Dicky Raja itu.

Politisi PDI Perjuangan itu berharap, pembangunan pariwisata di Kabupaten Sikka harus gencar dilakukan seiring dengan giat pembangunan pariwisata Labuan Bajo dan infrastruktur di Kabupaten Manggarai Barat yang kian masif dan menyedot anggaran super jumbo dari pemerintah pusat.

Dengan political will pemerintah daerah, serta perjuangan bersama para pihak maka ide ini bisa strategis dan produktif untuk kepentingan mengkases berbagai sumber pembiayaan untuk percepatan pembangunan lintas sektor di Maumere seperti yang terjadi di Labuan Bajo dan 4 destinasi lainnya.

“Kita bangga dengan keputusan Bapak Presiden Joko Widodo yang memilih Labuan Bajo sebagai satu dari lima daerah prioritas, jadi pilot project pembangunan kepariwisataan nasional karena daya dukung Objek dan Daya Tarik Wisata (ODTW) yang dimiliki Labuan Bajo. Tapi kita juga harus tahu kalau bicara pariwisata, Maumere sudah lebih dulu populer karena  pesona Teluk Maumere,” ujarnya.

Dia berharap tidak hanya Labuan Bajo yang mendapat perhatian penataan dengan dukungan anggaran yang super jumbo itu. Daerah-daerah lain termasuk Kabupaten Sikka juga perlu mendapat sentuhan karena pesona wisatanya juga tidak kalah.

Dia mendesak Pemerintah Kabupaten Sikka terus menggalang kekuatan terutama dukungan pemerintah pusat, anggota DPR RI dari NTT, pemerintah propinsi termasuk dari Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores memajukan pariwisata dan menjadikan Maumere sebagai klaster premium baru yang terintegrasi secara perencanaan, anggaran dan juga promosi.

“Tentu sebagai orang NTT kita bangga tapi sebagai anggota DPRD Sikka, saya juga prihatin karena dana bermiliar-miliar terpusat ke Labuan Bajo padahal potensi wisata di Maumere, Kabupaten Sikka juga komplit dan bahkan lebih mendunia,” ujarnya

Ia lalu mengumbar soal pesona taman laut Teluk Maumere yang sudah populer sejak tahun 1980-an dan telah menyedot perhatian puluhan ribu wisatawan mancanegara pasca pagelaran fotografi lomba bahwa laut oleh Mending Frans Seda, Mantan Menteri Perhubungan dan Keuangan RI.

Teluk Maumere disebut-sebut sebagai One of the Best Underwater Spot in the World oleh para peserta Underwater Photograpaher Competition dari 32 negara di dunia dalam beberapa event wisata di Maumere belum lama ini

Anggota DPRD Sikka, Benediktus Lukas Raja, SE . Foto : Ist

Tidak hanya itu, kabupaten Sikka juga memiliki daya tarik wisata yang amat lengkap baik alam, bahari, budaya, wisata minat khusus serta sebagai salah satu kota misionaris dunia yang pernah menjadi “Vatikan Semalam” saat dikunjungi Paus Yohanes Paulus II

Dari sisi akses dan geografis, Maumere merupakan salah satu kota terbesar di Flores juga merupakan pusat ekonomi Flores karena telah didukung dengan akses infrastkuktur yang memadai baik dari sisi perhubungan darat, laut dan udara.

Bandara Frans Seda dan pelabuhan Lorens Say merupakan dua pintu masuk ekonomi dan pariwisata paling representatif ke Flores bahkan untuk Nusa Tenggara Timur.

“Potensi kita bagus. Askes kita mantap tapi lagi-lagi sinergitas antar stakholders baik Pemerintah dan DPR di setiap tingkatan, kalangan dunia usaha, pelaku wisata dan masyarakat  tentu diharapkan agar urusan ini benar-benar terintegrasi” ujarnya

Dengan kebijakan infrastktuktur dan anggaran yang terintegrasi secara regional dan nasional katanya maka pariwisata benar-benar diendors menjadi sector unggulan yang strategis mendongkrak peningkatan ekonomi masyarakat Maumere dan Flores pada umumnya

Ia juga mengkritisi pola promosi dan strategi penataan destinasi. Menurutnya, urusan promosi dengan berbagai metoda harus digalakan dengan tujuan memicu minat investasi selain meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.

“Siapapun yang punya kepentingan yang sama dan mau berinvestasi disini, yah mari kita kerja bersama tentu dengan mengikuti aturan mainnya. Dinas pariwisata juga tidak boleh hanya mengandalkan APBD Kabupaten yang minim untuk menata destinasi. Ajaklah investor,” tegas anggota Badan Anggaran DPRD Sikka ini

Sebagaimana diketahui, belakangan nama Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat Flores, Provinsi NTT, menjadi seksi lantaran menjadi satu dari 5 destinasi wisata prioritas nasional oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Praktis Labuan Bajo bersama Mandalika, Danau Toba, Borobudur dan Likupang mendapat perhatian penuh dari pemerintah pusat terutama untuk pembangunan infrastruktur

Pembangunan lintas sector terpantau gegap gempita dilakukan guna mendukung kawasan wisata itu menjadi “Destinasi Wisata Premium”

Pesona wisata Labuan Bajo yang mendunia dengan magnet wisata utamanya adalah satwa langkah Komodo (varanus Komodoensis) dan Taman Nasional Komodo serta daya tarik wisata sekitarnya pun mendapat sentuhan perhatian penataan  yang gencar dan masif. (tim/42na)

%d blogger menyukai ini: