Fortuna

Di RAT Obor Mas, Tokoh Koperasi Nasional Ini Ungkap 5 Rahasia Sukses Ala Orang Cina

“Kepada semua anggota Kopdit Obor Mas, Romanus meminta agar menerapkan lima prinsip sukses tersebut dalam menata usaha dan ekonomi keluarga berbasis koperasi”

Pose bersama Bupati, Wakil Bupati Sikka, Deputy Perkoperasian, Kadis Kopnaker NTT dan Ketua Pengurus Obor Mas pada Forum RAT 2020 di Sea World CLub, Maumere, Senin, (31/5). Foto : Ist

Hari ini, Senin, (31/5/2021) KSP Kopdit Obor Mas menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2020 di kawasan Sea World Club Maumere, Sikka, Nusa Tenggara Timur

Hadir pada kesempatan RAT tersebut yakni Deputy Perkoperasian, Ahmad Zubadi, Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, Kepala Dinas Koperasi dan Nakertrans Provinsi NTT Selvi Pekudjawang, Wakil Bupati Sikka yang juga tokoh Koperasi Nasional, Romanus Woga, Ketua KSP Kopdit Obor Mas Andreas Mbete, tamu undangan dan delegasi RAT dari setiap cabang

Pada kesempatan itu Tokoh Koperasi Nasional Romanus Woga mengungkap lima kiat jitu mengapa orang China selalu berhasil dalam usahanya

Kelima jurus jitu tersebut yakni pertama; menabung 60% dari pendapatannya. Orang China kata dia selalu menabung atau menginvestasikan 60% dari pendapatannya terdahulu dan lalu sisanya dipakai untuk keperluaan lain

Fakta ini berbeda dengan orang Indonesia yang mana semua pendapatanya nyaris dipakai habis untuk bersenang-senang, rekreasi dan baru sisanya ditabung. Bahkan ada tipe orang yang selalu merasa tidak cukup maka modalnyapun dipakai hingga terkuras semuanya

Yang kedua, Untung Sedikit Tidak Masalah. Menurut Romanus orang Cina tidak mempersoalkan untung sedikit dari setiap usahanya tapi gelait usahanya lancar, ramai dan kemudian ia kumpulkan, tertib dikelola secara perlahan hingga akhirnya jadi bukit pada saatnya.

Ketiga, merka sering membeli barang harga murah. Orang Cina tidak mempersoalkan barang apa yang dibeli harus harganya mahal, asalkan nyaman dipakai dan kalau rusak bisa diganti lagi. Beda dengan orang kita, meski pendapatan seadanya tapi ambisinya untuk memiliki barang mewah sangat tinggi

Keempat adalah Haram berhutang. Orang Cina menganut teori berutang hanya untuk sebuah usaha yang jelas-jelas telah dirancang, dihitung dan direncanankan dengan matang. Ketika akses pinjaman sudah ada maka uang itu akan dipakai dengan sangat hati-hati dan pasti sesuai peruntukannya.

Kondisi ini memang bertolak belakang dengan orang Indonesia apalagi orang NTT dan Maumere. Kita lebih banyak meminjam uang dari tetangga, teman ataupun koperasi untuk buat pesta dan memberi makan ribuan orang, mempercantik diri dan membuat semuanya mewah dari pos pinjaman, urainya

Yang kelima yakni Investasi. Orang Cina memilih untuk menginvestasikan hampir semua pendapatan atau capitalnya untuk usaha produktif, demi masa depan diri dan generasinya. Sementara orang lokal memilih untuk menghabiskan uangnya dengan sebanyak mungkin untuk hal-hal yang konsumtif

Untuk itulah kepada semua anggota koperasi di Indonesai dimanapun berada termasuk anggota Kopit Obor Mas, Romanus meminta agar menerapkan lima prinsip sukses ala orang Cina tersebut dalam menata usaha dan ekonomi keluarga berbasis koperasi

Adapun koperasi Obor Mas adalah salah satu koperasi terbaik dan masuk jajaran koperasi berkelas dunia dari sisi manajemen keuangan dan pengelolannya selalu mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) setiap tahun.

Saat ini Kopdit Obor Mas sudah beranggotakan 102.000 orang dengan asset diatas Rp 1 trilun serta telah menerapkan konsep transformasi digital dalam pelaporan keuangan, manajemen, organisasi hingga layanan pemasaran produk- produk unggulannya.

Dengan keunggulan tersebut maka KSP Kopdit Obor Mas dalam beberapa tahun terakhir menjadi satu dari hanya 3 koperasi di Indonesia yang mendapat kepercayaan dari Kementerian Koperasi, Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia sebagai koperasi penyalur KUR senile Rp 150 Milair dan pos pinjaman LPDB senilai Rp 150 miliar. (Tim/42na)

%d blogger menyukai ini: