Fortuna

Kunjungan Ke Destinasi Wisata di Maumere Didominasi Warga Lokal

“Wabah ini merusak semuanya. Pariwisata kita tidur panjang. Kita semua terus berusaha banting stir untuk tekuni usaha lain karena tidak ada tamu,”

SEJAK adanya pemberlakukan new normal, tempat-tempat destinasi wisata yang ada di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur sejauh ini masih didominasi oleh warga lokal.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka, Petrus Poling mengatakan  aktivitas pariwisata sudah normal kembali dimasa pandemi virus covid-19. Namun saat ini, destinasi wisata di Kabupaten Sikka kini masih banyak dikunjungi oleh warga lokal. Untuk wisatawan nusantara maupun wisatawan asing belum banyak datang mengunjungi destinasi wisata di kabupaten Sikka.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sikka, Petrus Poling. Foto : dok.Fortuna

“Destinasi wisata kita ini sudah dibuka kembali. Justru destinasi wisata itu paling ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal. Hampir semua destinasi wisata dikunjungi oleh masyarakat kita disini. Kalau untuk wisatawan nusantara dan asing tidak ada,” papar Petrus Poling kepada www.fortuna.press di Maumere, Senin 14 September 2020 di Maumere

Dikatakan, Kabupaten Sikka memiliki destinasi wisata yang keren-keren dan saat ini di masa pandemi covid-19 hanya digandrungi  oleh penikmat wisata lokal

Warga banyak yang ingin menghabiskan liburan untuk berkunjung dan menikmati keindahan wisata alam bersama keluarga dan sanak famili.

Ia mengaku, sejak adanya virus covid-19 melanda Indonesia, angka kunjungan wisatawan ke Maumere mengalami penurunan drastis.

Untuk bulan Januari-Februari itu rata-rata ada 2.000 wisatawan nusantara. Masuk bulan Maret itu, masih 1.000. Tetapi masuk bulan April itu turun drastis hanya ratusan wisatawan nusantara saja.

Sementara untuk wisatawan asing, kata dia, hanya satu atau dua orang saja. Itupun kebetulan mungkin karena sudah terjebak di Flores karena ada mewabahnya virus Covid-19 hingga melakukan perjalanan ke Sikka dan menginap.

“Kalau wisatawan asing saat ini kosong ke Maumere. Banyak pelaku wisata kita langsung banting setir untuk menekuni usaha lain seperti ada yang jual bensin, jualan tenun, ojek dan lain-lainnya,” terang Pet Poling.

Pet Poling juga menambahkan, kemungkinan besar hingga akhir tahun ini tidak akan ada banyak wisatawan yang masuk ke Sikka, karena sebagian besar wisatawan asing yang membooking resort ataupun agenda kunjungannya banyak yang membatalkan rencananya ke Sikka

.”Wisatawan kita banyak dari mancanegara jadi kita juga tergantung dengan situasi Covid-19 Internasional, sepanjang negara mereka membatasi keluar masuk orang, maka bisa dipastikan wisatawan asing kita juga bakal sepi,” pungkas dia.

Pelaku Wisata Sikka, Ben Marianus (Berbaju Merah) bersama tamu wisatawan ketika berkunjung ke Maumere beberapa waktu lalu. Foto : dok.Fortuna

Pariwisata Tidur Panjang

Sementara itu, Ben Marianus seorang pelaku wisata di Maumere, mengaku wabah covid-19 membuat pariwisata Indonesia dan khususnya di kabupaten Sikka Flores “tidur panjang”

“Wabah ini merusak semuanya. Pariwisata kita tidur panjang. Kita semua terus berusaha banting stir untuk tekuni usaha lain karena tidak ada tamu,” ujarnya kepada Fortuna, Selasa, (15/9) melalui layanan telepon selulernya

Ia mengaku profesinya selama ini sebagai pemandu wisata harus berhenti seketika karena ketiadaan tamu. Jangankan untuk melayani, memilih tamu saja kita dalam waspada tinggi karena takut terjangkit,” ujarnya polos

Untuk mengisi kesibukan dan agar tetap survive di masa pandem covid ini, Ia menekuni usaha baru menjual sarung tenunan dan berkebun.

Dia berharap pandemi ini segera berlalu dan semua aktivitas wisata dan ekonomi secara nasional bergeliat lagi.

Kepada pemda diminta untuk terus memberikan stimulas khusus juga bagi para pelaku wisata yang saat ini dalam keadaan terpuruk sehingga mereka bisa bertahan hidup dari kondisi resesi ekonomi ini. (tim/angga/ 42na)

TransNusa, Meskapai Perintis Isolasi Pariwisata Indonesia

Welcome Speech

Atraksi Pasola di Pulau Sumba

Ume Kbubu, Rumah Warga Timor Tengah Selatan, NTT

Gereja Ikonik di Kefamenanu Timor

%d blogger menyukai ini: