Fortuna

Dari Sulamu, Gubernur NTT Mulai Panen Jagung Program TJPS di NTT Seluas 8.175 Ha

“Total luasan lahan yang jadi sasaran program TJPS periode tanam periode Oktober- Maret 2021 adalah 8.175 Ha yang tersebar di 16 Kabupaten di provinsi NTT”

Gubernur NTT, Viktor Laiskodat memanen jagung program TJPS secara simbolis di Sulamu, Kabupaten Kupang, Senin, (22/3). Foto : Ist

KUPANG,- Fortuna; Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) melakukan Panen Jagung dari Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) untuk periode tanam bulan Oktober-Maret di Desa Pontulan Kecamatan Sulamu Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, Senin (22/3).

Kegiatan itu merupakan bagian dari roadshow Gubernur NTT di Kabupaten Kupang untuk melihat dari dekat pelaksanaan, capaian dan progress program TJPS yang diluncurkan pemerintah Propinsi beberapa waktu lalu.

Adapun total luasan lahan di provinsi NTT yang jadi sasaran program TJPS periode tanam periode Oktober- Maret 2021 adalah sebesar 8.175 Ha yang tersebar di 16 Kabupaten di provinsi NTT

Kabupaten Kupang sendiri memberikan kontribusi siginifikan sebagai lokus penanaman jagung seluas 1.260 Ha dari 9 Kecamatan dengan luasan yang berbeda.

Kesembilan kecamatan tersebut yaitu Kecamatan Amfoang Barat Laut 20 Ha, Kecamatan Amfoang Selatan 82 Ha, Kecamatan Fatuleu Barat  152 Ha, Kecamatan Sulamu  447 Ha, Kecamatan Kupang Timur 80 Ha, Kupang Tengah  60 Ha, Amarasi Timur : 280 Ha, Kecamatan Semau : 83 Ha, Kecamatan Semau Selatan  56 Ha.

Sementara data luas dan sebaran lahan TJPS  Periode Tanam Oktober-Maret (Okmar) pada 16  Kabupaten di provinsi NTT yaitu Kabupaten Kupang 1.260 Ha,  Kabupaten TTS 890 Ha, Kabupaten TTU  850 Ha, Kabupaten Belu : 710 Ha, Kabupaten Malaka 1.200 Ha, Kabupaten Rote Ndao 267 Ha, dan Kabupaten Flores Timur  455 Ha

Daerah lainya Kabupaten Ende  127 Ha, Kabupaten Ngada 238 Ha, Kabupaten Manggarai 125 Ha, Kabupaten Manggarai Timur 513 Ha, Kabupaten Manggarai Barat  250 Ha, Kabupaten Sumba Tengah  239 Ha, Kabupaten Sumba Timur  550 Ha, Kabupaten Sumba Barat Daya 401 Ha dan Kabupaten Sumba Barat 100 Ha.

Pasca melakukan Panen Jagung Program TJPS diatas lahan seluas 79 Ha, Gubernur VBL langsung menyaksikan Demo Mesin Pencacah, Inseminasi Buatan untuk Ternak Sapi dan menyerahkan sejumlah bantuan berupa SOP Budidaya Tanaman Jagung,  bibit rumput odot, mesin Pencacah, obat-obatan dan asuransi ternak  yang diwakilkan kepada para Kepala Dinas yang hadir untuk menyerahkan bantuan dimaksud.

“Bantuan yang diberikan kepada masyarakat agar dinas terkait untuk mengawalnya dengan baik. Karena setiap bantuan harus dipertanggungjawabkan dengan hasil yang maksimal, karena masyarakat butuh pendampingan teknis dari kita. Untuk itu dinas teknis terkait agar mengoptimalkan peran pendampingnya di tengah masyarakat”, tegas Gubernur saat penyerahan bantuan tersebut.

Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang, Obet Laha dalam sambutannya menyampaikan mayoritas masyarakat di Kabupaten Kupang adalah bertani. Untuk itu apresiasi kepada Gubernur NTT melalui program TJPS yang berlangsung sejak tahun 2019 hingga 2021. Perlu terus bergerak untuk luasan lahan tanam di periode tanam April-September.

“Apresiasi kepada Bapak Gubernur. Program TJPS ini sangat sesuai dengan karakteristik Wilayah Kabupaten Kupang dengan mata pencaharian masyarakat kita adalah bertani. Panen raya perdana diatas lahan seluas 79 Ha di Desa Pantulan ini selanjutnya hasilnya akan di pakai untuk membeli sapi. Musim tanam April sampai dengan September nanti, perluasan lahan akan di kembangkan diatas lahan 800 Ha dengan memanfaatkan Anggaran melalui APBD Kabupaten Kupang untuk sektor pertanian sebesar 24 Miliyar,” ungkap Obet.

Usai kegiatan seremonial, Gubernur langsung  berdialog bersama masyarakat pada kesempatan tersebut.

Salah satu tokoh masyarakat  Kecamatan Sulamu mengapresiasi  Program TJPS sekaligus meminta kepada Gubernur  untuk bantuan sumur bor, traktor, kawat duri dan penerangan listrik di desa tersebut.

“Ditengah hujan dan badai kami terus bekerja keras untuk mensukseskan program ini karena bermanfaat bagi kami para petani. Untuk menghadapi musim tanam berikutnya, kami membutuhkan sumur bor, traktor, kawat duri dan penerangan listrik di desa”, ungkap tokoh masyarakat tersebut.

Menanggapi usulan tersebut, Gubernur menegaskan akan berbagi peran antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Kupang.

“Untuk usulan sumur bor segera dipenuhi melalui APBD Provinsi. Sedangkan traktor, mekanismenya adalah kebutuhan luasan lahan yang digarap berapa, akan kami layani untuk traktor tersebut tanpa dikenakan biaya apapun,” pungkas Gubernur Laiskodat

Sementara untuk bantuan kawat duri Gubernur meminta agar difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Kupang serta listrik pasti akan segera terpenuhi

Gubernur Viktor saat itu juga nampaknya langsung melakukan koordinasi via Handphone dengan General Manager PLN unit induk wilayah NTT untuk memastikan permintaan warga tersebut. (Sipers Biro AP/ 42na)

%d blogger menyukai ini: