Fortuna

Bupati Praing Minta HPI Sumba Timur Giatkan Promosi Destinasi Wisata, Ekraf dan Budaya Daerah

“Pimpinan dan staf Dinas Dinas Pariwisata Sumba Timur harus memberikan ruang dan akses bagi pengembangan dan keberlangsungan DPC HPI Sumba Timur”

Bupati Kristofel Praing pose bersama Pengurus HPI di sela- sela kegiatan Pelantikan di Aula Setda Sumba Timur, Rabu, (31/3). Foto : Umbu Rawambaku/Fortuna

WAINGAPU- Fortuna; Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) merupakan garda terdepan dalam membangun industri pariwisata. Para pemandu wisata di Kabupaten Sumba Timur menjadi representasi yang baik bagi dunia pariwisata secara keseluruhan

Kehadiran HPI sangatlah strategis karena menjadi duta promosi wisata daerah yang efektif guna meningkatkan kunjungan wisatawan meski dalam situasi pandemi covid-19.

Untuk alasan itulah maka Bupati Sumba Timur, Kristofel Praing meminta para pemandu wisata proaktif mempromosikan Sumba Timur tidak hanya destinasi wisatanya tetapi juga keunggulan komparatif ekonomi kreatif (ekraf) dan keunikan seni budaya daerah.

Ketika memberikan sambutan dalam acara Pelantikan Pengurus DPC HPI Kabupaten Sumba Timur, di Aula Setda Sumba Timur, Rabu, (31/3), Bupati meminta semua pihak terutama HPI agar lebih agresif mempromosikan pariwisata di Sumba Timur dalam kolaborasi apik dengan pemerintah daerah

“Kualitas dan integritas pemandu wisata bukan hanya pada saat mempromosikan destinasi tetapi juga mempromosikan potensi ekonomi kreatif dan seni budaya. Saya menilai kehadiran HPI ini sebagai langkah awal ikut memajukan pariwisata seni budaya Kabupaten Sumba Timur,” ujar Bupati Praing

Dia memberikan apresiasi untuk para pengurus DPC HPI Sumba Timur dan mengajak untuk fokus bekerja dan mengusai apa yang menjadi tugas dan kewenangannya.

Ia juga meminta HPI berkoordinasi dengan dinas terkait sehingga semua program kerja bisa bersinergi

Kepada pimpinan dan staf Dinas Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Timur, Bupati Praing meminta agar memberikan ruang dan akses bagi pengembangan dan keberlangsungan DPC HPI Sumba Timur

“Saya memberikan apresiasi yang besar buat para pengurus DPC HPI Sumba Timur, marilah kita fokus dan kuasai apa yang menjadi tugas dan kewenangan kita. Teruslah berkoordinasi dengan Dinas terkait dan saya harapkan Dinas Pariwisata untuk berikan ruang dan akses bagi pengembangan dan keberlangsungan DPC HPI Sumba Timur,”,pungkas Bupati yang baru dilantik bersama Wakil Bupati David Mello Wadu, 26 Februari 2021 itu.

Baginya, kegiatan ini merupakan langkah bagi kepariwisataan daerah Kabupaten Sumba Timur dalam mendukung Program 100 Hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati Sumba Timur.

Tarian Khas Sumba Timur, meramaikan Acara pelantikan Pengurus HPI Sumba Timur. Foto : Yudi Umbu Rawambaku/Fortuna

Adapun acara Pelantikan Badan Pengurus HPI Sumba Timur itu dihadiri Ketua Umum DPP HPI Indonesia, Sang Putu Subaya, Ketua DPC HPI Provinsi NTT Agustinus M. Bataona, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sumba Timur, Ketua DPC HPI Sumba Timur yang baru, Umbu Asminto Pandarangga dan undangan lainnya dalam standar protokol kesehatan yang ketat.

Seremonial Pelantikan diawali dengan Pengukuhan Pengurs DPC oleh Ketua DPD HPI NTT kemudian dilanjutkan dengan sambutan – sambutan masing-masing dari Ketua DPC HPI Sumba Timur, Ketua DPD HPI NTT dan Ketua DPP HPI Indonesia.

Ketua DPC HPI Sumba Timur, Asminto pada kesempatan itu menyatakan bahwa siap bekerja bersama tim untuk pelayanan kepariwisataan.
DPD HPI NTT Agus Bataona saat itu mengatakan bahwa HPI merupakan komponen strategis dalam membangun citra kepariwisataan daerah.

HPI juga kata Agus, bertindak menjadi duta wisata karena darinya semua hal terkait keunggulan pariwisata daerah baik destinasi, industry kreatif,  keunikan seni budaya dapat dipromosikan langsung kepada para wisatawan yang dipandunya.

Sementara Ketua DPP HPI Indonesia, Sang Putu Subaya mengatakan bahwa HPI memiliki tanggungjawab dan peran penting dalam memajukan industri kepariwisataan nasional termasuk di Sumba Timur

Dikatakan ditengah dunia pariwisata yang bergeliat saat ini pola komunikasi People to People menjadi penentu, sehingga faktor dominannya adalah kualitas Sumber Daya Manusia dalam hal ini SDM Pemandu Wisata yang harus benar-benar siap.

“Dalam persaingan global hari ini, kualitas SDM menjadi domain yang sangat penting. Dengan pola komunikasi people to people, maka para pemandu wisata harus benar-siap termasuk teman-teman di Sumba Timur,”ujarnya. (tim/Yudi/42na)

%d blogger menyukai ini: