Fortuna

Bupati Kristofel Tetapkan Kabupaten Sumba Timur Darurat Bencana

“Penetapan ini adalah penting dalam upaya untuk lebih cepat, tepat dan terpadu melalui standar dan prosedur penanganan Darurat Bencana” Bupati Kristofel Praing

Salah Seorang bocah telah meratapi rumahnya yang rubuh total diterjang badai Siklon Seroja di Km.05 Kelurahan Kambajawa, Kota Waingapu. Foto : Yudi/ Fortuna

SUMBA TIMUR- Fortuna; Bupati Sumba Timur, Propinsi Nusa Tenggara Timur, Khristofel A. Praing menetapkan status Kabupaten Sumba Timur Darurat Bencana Alam

Penetapan ini dipicu oleh curah hujan yang tinggi diwilayah itu serta badai siklon Seroja yang berdampak pada terjadinnya bencana alam berupa tanah longsor, banjir dan mengakibatkan banyak kerugian harga benda dan bahkan hilangnya nyawa manusia

Badai siklon Seroja di Sumba Timur mengakibatkan layanan listrik, telekomunikasi dan akses jalan lumpuh total termasuk dalam urusan pelayanan pemerintah

Daerah itu juga terdampak luas karena saluran bendungan yang jebol, infrastruktur jalan rusak parah dengan genangan air yang tidak kunjung turun pada tanggal 3 April 2021.

Keadaan diperparah lagi dengan badai tropis ‘Seroja’ yang memporak porandakan Kota Waingapu serta sebahagian besar wilayah kecamatan pada tanggal 6 April 2021 hingga saat ini. Bahkan jaringan listrik mengalami pemadaman secara umum dalam beberapa waktu ke depan.

Bupati Kristofel dalam rilisnya yang diterima www.fortuna.press, Selasa (6/4) petang menyatakan bahwa penetapan ini adalah “penting” dalam upaya untuk lebih cepat, tepat dan terpadu melalui standar dan prosedur penanganan Darurat Bencana

Status darurat bencana juga dipandang strategis dalam rangka mempermudah dalam pengkoordinasian serta komunikasi yang terpadu.

Bupati Kristofel menetapkan status Darurat Bencana terhitung tanggal 3 April hingga 15 April mendatang dimana jika perlu diperpanjang maka disesuaikan dengan situasi dan kondisi

Rumah warga yang rata tanah tertindis pohon akibat badai siklon tropis di Kota Waingapu. Foto : Yudi/Fortuna

Adapun penetapan Status Darurat Bencana Alam tersebut karena mencermati pernyataan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan potensi gelombang tinggi dari laut mirip tsunami yang memasuki wilayah daratan Nusa Tenggara Timur hingga Rabu 7 April 2021.

“Selain hujan lebat, tapi juga angin yang kencang dan gelombang tinggi yang dikhawatirkan ini mirip tsunami,” tutur Kepala BMKG Dwikorita Karnawati melalui siaran langsung di Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (6/4).

Dwikorita menuturkan gelombang tersebut tidak akan sekuat tsunami, namun gelombang yang terbentuk cukup tinggi dan berpotensi ke daratan sehingga dapat merusak pemukiman warga pesisir.

Mengutip paparan yang disampaikan Dwikorita, gelombang tinggi diproyeksi di sejumlah wilayah perairan dengan ketinggian yang berbeda-beda.

Diantaranya, gelombang dengan ketinggian 1,25 – 2,5 meter diproyeksi terjadi di Selat Sumba bagian timur, Selat Sape, Laut Sumbawa, perairan utara Sumbawa hingga Flores, dan Selat Wetar. (YudiUmbu/42na)

%d blogger menyukai ini: