Fortuna

Bupati – DPRD di NTT Komit Dukung Bank NTT

“Dengan penyertaan modal tersebut, Bank NTT juga turut andil dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama melalui program-program pemberdayaan masyarakat seperti KUR dan lain-lain”

Kantor Pusat Bank NTT, di Kupang. Foto : Ist

KUPANG, fortuna.press -Seluruh Bupati dan Wali Kota di Provinsi NTT, menyatakan komitmen untuk mendukung PT Bank Pembangunan Daerah NTT (Bank NTT) menuju Bank Devisa di 2024 dan menjadi bank kebanggaan seluruh rakyat NTT.

Sebagai pemegang saham, para kepala daerah tersebut juga tetap konsistensi dengan janji penyertaan modal tambahan bago Bank NTT untuk memenuhi syarat Modal Inti Minum (MIM) mencapai Rp3 triliun pada tahun 2024.

Komitmen dan Konsisten tersebut dikemukakan Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu, Bupati Manggarai, Herybertus GL Nabit, Bupati Manggarai Barat (Mabar) Edistasius Endi, Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man, Sekretaris daerah (Sekda) Ende Agustinus G Ngasu, dan Sekda Lembata Paskalis Ola Tapobali, secara terpisah kepada wartawan, pekan kemarin.

Tak cuma para kepala daerah dan wakil kepala daerah yang mendukung, para pimpinan DPRD menyatakan komitmen dan dukungannya. Sebut saja Ketua DPRD Kota Kupang Yeskiel Loudoe, Ketua DPRD Ende Fransiskus Taso, Ketua DPRD TTU Hendrik Frederikus Bana, Ketua DPRD Mabar Martinus Mitar, dan Wakil Ketua DPRD Rote Ndao Yosia Adri Lau.

Menurut Bupati Paulina, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rote Ndao sejak awal berdirinya 2 Juli 2002, telah melakukan penyertaan modal ke Bank NTT sebesar Rp 60.272.610.000.

“Memang pada awalnya (tahun 2003) penyertaan modal kami baru Rp 50.000.000 saja, namun dalam perjalanan selama lebih kurang 18 tahun Pemkab dan DPRD Rote Ndao konsisten menyetor penyertaan modal, sehingga hingga saat ini mencapai Rp 60 miliar lebih,”ujar Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu, Selasa (13/7).

Sesuai kesepakatan bersama Gubernur NTT dan para bupati dan walikota se-NTT dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPS-LB) beberapa waktu lalu, diputuskan setiap kabupaten/kota berkewajiban menyertakan modal ke Bank NTT sebesar Rp7 miliar lebih per tahun. Dan Pemkab bersama DPRD Rote Ndao sudah memenuhi target karena tahun 2020 penyertaan modal dilakukan sebesar Rp5.000.000.000 dan Rp2.419.110.000 berupa pencairan dana cadangan umum. Sedangkan tahun 2021 ini walau di tengah pandemi Covid-19, telah disetor Rp10 miliar.

“Ini merupakan wujud komitmen dan konsistensi Pemkab dan DPRD dalam rangka mendukung Bank NTT untuk tetap eksis karena Bank NTT sudah memberikan banyak manfaat bagi pemerintah dan masyarakat Kabupaten Rote Ndao melalui berbagai programnya. Kerja sama dengan Bank NTT, diharapkan terus dilanjutkan demi kemajuan bersama,”katanya.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Rote Ndao, Yosia Adri Lau mengatakan, pada prinsipnya DPRD punya komitmen yang sama dengan Pemkab sebagai pemilik modal untuk memberikan dukungan kepada Bank NTT melalui penyertaan modal setiap tahunnya.

“Intinya penyertaan modal ini bertujuan meningkatkan daya saing Bank NTT dengan perusahaan jasa perbankan lainnya yang ada di NTT. Sehingga, besar harapan kami penyertaan modal itu dimanfaatkan dengan baik untuk pembangunan dan peningkatan perekonomian masyarakat NTT,”ujarnya.

Penyertaan modal yang dilakukan seluruh pemerintah daerah se-NTT harus pula dibarengi dengan peningkatan kualitas pelayanan Bank NTT. Kalau bisa didirikan kantor kas di wilayah kecamatan, sistem kas keliling (mobile), dan memperbanyak Anjungan Tunai Mandiri (ATM) untuk menjangkau wilayah-wilayah yang selama ini belum terlayani.

Demi Dongkrak PAD

BUPATI Manggarai Barat (Mabar) Edistasius Endi menilai penyertaan modal ke Bank NTT, dilakukan untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pemkab Mabar berkewajiban memperkuat permodalan ke Bank NTT melalui penyertaan modal setiap tahunnya.

“Penyertaan modal di Bank NTT bertujuan mendongkrak pendapatan daerah dalam waktu singkat. Kedepannya pendapatan yang diperoleh dari investasi ini meningkat sebesar 20 persen setiap tahunnya,”ungkap Edistasius Endi, Senin (12/7).

Dirincikan, total penyertaan modal Pemkab Mabar hingga tahun 2021 mencapai Rp 45 miliar lebih. Dengan total deviden sampai saat ini mencapai Rp46 miliar lebih, dengan rata-rata deviden setiap tahun mencapai Rp4 miliar lebih.

“Saya juga menyampaikan apresiasi kepada Bank NTT yang sudah mulai bersinergi bersama Pemkab Mabar untuk menata dan mengembangankan destinasi wisata di Mabar. Kita berharap agar kedepannya lebih banyak desa yang menjadi binaan Bank NTT di wilayah Mabar,” harapnya.

Ketua DPRD Mabar, Martinus Mitar mendukung penuh komitmen Pemkab Mabar untuk memperkuat Bank NTT dalam bentuk penyertaan modal. Bank NTT yang merupakan perusahaan milik Pemerintah Provinsi NTT harus sehat dan kuat, sehingga membutuhkan penyertaan modal setiap tahunnya.

Sementara dari Pemkot Kupang dilaporkan,Bank NTT sudahbanyak membanu baik pembangunan infrastruktur maupun sumbangan untuk korban badai Seroja, serta pencegahan Covid-19. Kerja sama dengan Bank NTT, diharapkan terus dilanjutkan demi kebaikan bersama.

Pemkot Kupang telah memberikan penyertaan modal kepada Bank NTT tahun 2021 sebesar Rp10 miliar. Besaran dana itu, diharapkan terus dimanfaatkan untuk pembangunan di NTT, umumnya dan Kota Kupang khususnya.

Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe mendukung penuh penyertaan modal kepada Bank NTT, bila perlu terus ditingkatkan, mengingat hasil dari penyertaan modal itu sudah memberi manfaat untuk pembangunan dan kebutuhan warga Kota.

“Kami sudah lihat manfaat dari penyertaan modal ini. Untuk itu, DPRD mendukung, manfaatnya besar, kita dapat deviden dan lain-lain. Sebagai pimpinan DPRD, saya mendukung penuh, bila perlu ditambah sebanya-banyaknya, karena kita sudah lihat dan rasakan manfaat dari penyertaan modal ini,” katanya.

Jadi Milik Bersama

“Keberadaan dan kehadiran Bank NTT harus mendapat dukungan dari seluruh masyarakat di Provinsi NTT. Masyarakat harus menjadikan Bank NTT sebagai lembaga perbankan milik bersama dalam pengembangan sektor ekonomi dan usaha,” ujar Ketua DPRD Kabupaten Ende, Fransiskus Taso, Senin (12/7).

Sebagai masyarakat di Provinsi NTT harus bisa menjadikan Bank NTT sebagai lembaga perbankan milik kita bersama. Di tengah pandemi Covid-19, Bank NTT memainkan peran yang sangat penting dalam pengembangan sektor ekonomi produktif masyarakat. Pendekatan pelayanan, pendampingan desa dan pendampingan bagi usaha ekonomi produktif masyarakat sungguh dirasakan manfaatnya.

“Saya melihat, Bank NTT mengambil resiko yang cukup besar ditengah lesunya perekonomian masyarakat akibat pandemi Covid-19. Namun disisi lain program pendampingan dan berbagai program yang diambil manajemen Bank NTT memberikan dampak yang positif. Pertumbuhan perekonomian dan aktifitas produktif masyarakat ditingkat desa mulai tumbuh dan berkembang. Kita bisa lihat dari tingkat pendapatan per kapita dan daya beli masyarakat di wilayah pedesaan yang terus menunjukan peningkatan. Itu berarti ada nilai plus dengan kehadiran langsung Bank NTT di tengah masyarakat. Saya mengajak seluruh masyarakat di Provinsi NTT, khususnya di Kabupaten Ende, menjadikan Bank NTT sebagai milik bersama, mitra usaha, dan mitra bisnis yang saling menguntungkan dalam pengembangan sektor ekonomi masyarakat,” ungkapnya sembari menyebut contoh sukses Desa Derusoko Barat, karena program pendampingan Bank NTT, perekonomian dan persaingan usaha produktif mulai tumbuh.

Dalam program penyertaan modal ke Bank NTT, Pemerintah dan DPRD Ende, tetap komit dalam memberikan penyertaan modal kepada Bank NTT. Untuk besaran penyertaan modal dari Pemkab Ende ke Bank NTT memang masih kalah dibanding daerah lain, namun komitmen kita tetap memberikan dukungan kepada Bank NTT.

Sekretaris daerah (Sekda) Ende, Agustinus G Ngasu mengatakan sesuai RPJMD Kabupaten Ende ada penyertaan modal kepada Bank NTT sebesar Rp25 miliar. Penyertaan modal tersebut sudah dibahas dan atas persetujuan DPRD Ende.

“Pemkab Ende tetap komit dalam memberikan penyertaan modal kepada Bank NTT, untuk jangka waktu lima tahun yakni sejak tahun 2019 – 2024, total penyertaan modal ke Bank NTT sebesar Rp25 miliar. Sementara besaran modal yang setor ke Bank NTT untuk setiap tahunnya fluktuatif, tergantung situasi dan kondisi yang dihadapi Pemkab Ende. Namun akumulasinya untuk jangka waktu lima tahun tetap pada angka Rp25 miliar,” jelasnya.

Tambah Penyertaan Modal

Dari Kabupaten Manggarai dilaporkan, Pemkab setempat berencana akan menambah dana ke Bank NTT dalam bentuk penyertaan modal. Penambahan dana penyertaan modal itu akan dilakukan tahun 2022 mendatang.

Bupati Manggarai Herybertus GL Nabit, mengatakan, tahun 2022 mendatang pihaknya akan menambah besaran dana penyertaan modal ke Bank NTT menjadi Rp 9 miliar. Rencana penambahan itu seharusnya pada tahun 2021, karena adanya masalah pademi Covid-19, maka penambahan dana ke Bank NTT baru dilakukan tahun 2022 mendatang.

Pemkab berkomitmen menambah jumlah dana penyertaan modal ke Bank NTT. Heri Nabit berencana seluruh tranksaksi Pemkab Manggarai, seperti gaji Aparatur Sipil Negara (ASN), pembayaran kepada pihak ketiga, maupun pembayaran pajak-pajak daerah diproses melalui Bank NTT.

Wakil DPRD Manggarai, Flavianus Soe mendukung rencana Pemkab Manggarai untuk menambah modal ke Bank NTT. Dirinya mengharapkan rencana penambahan penyertaan modal ke Bank NTT dilaksanakan dengan baik, sehingga memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah. “Dengan adanya penambahan modal dapat menumbuhkan modal dari Bank NTT dan menjadi bank yang bisa diandalkan untuk pengkreditan bagi ASN dan UMKM di Manggarai,” katanya.

Sementara Pemkab Lembata menyatakan komitmennya untuk selalu mendukung eksistensi Bank NTT. Untuk itu, Pemkab Lembata akan selalu melakukan penyertaan modal ke Bank NTT, sesuai kesepakatan bersama Gubernur NTT dan para bupati dan walikota se-NTT dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPS-LB) beberapa waktu lalu.

Sekretaris Daerah (Sekda) Lembata, Paskalis Ola Tapobali di ruang kerjanya, Kamis (8/7) menjelaskan, sesuai hasil RUPS-LB, telah diputuskan bahwa setiap kabupaten/kota berkewajiban menyertakan modal ke Bank NTT sebesar Rp7 miliar lebih per tahun. Hanya saja, untuk tahun ini, pemerintah belum sepenuhnya dapat mengalokasikan anggaran sesuai kesepakatan dan masih tertunggak kewajiban penyertaan modal sebesar Rp2,3 miliar.

Dari Kabupaten TTU dilaporkan, DPRD konsisten terhadap komitmen yang dibangun dalam RUPS Bank NTT yang digelar di Manggarai Barat dan Rote Ndao. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya pembahasan dan penetapan Perda terkait penyertaan modal untuk Bank NTT. Dalam Perda tersebut telah ditetapkan penyertaan modal untuk Bank NTT Kantor Cabang TTU, selama tiga tahun berturut-turut sebesar Rp150 miliar rupiah.

Demikian Ketua DPRD TTU, Hendrik Frederikus Bana. Menurutnya DPRD TTU pada prinsipnya konsisten terhadap komitmen yang sudah dibangun saat RUPS. Komitmen tersebut dibuktikan dengan Perda penyertaan modal yang dibahas dalam sidang III tahun 2020. Dalam Perda penyertaan modal sebesar Rp50 miliar per tahun. Dengan demikian, total penyertaan modal dari Pemkab kepada Bank NTT Kantor Cabang TTU sebesar Rp150 miliar.

Dengan penyertaan modal tersebut, Bank NTT juga turut andil dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten TTU. Salah satunya adalah dengan program-program pemberdayaan masyarakat seperti KUR dan lain-lain. Bantuan dana pinjaman tersebut harus diberikan kepada masyarakat sehingga pertumbuhan ekonomi di Kabupaten TTU bisa maju. (VN/HUMAS BANK NTT/ADV)

%d blogger menyukai ini: