Fortuna

Bucket Hat, Topi Keren Karya Kreatif JB Ethnic Maumere, Buruan Dapatkan!!!

“Anda yang ingin mendapatkan berbagai karya kreatif dari JB Ethnic bisa mendatangi langsung showroom di Jl. A Yani No.89 (depan kantor PU) Maumere, CP 081339062999, Facebook Jaya Baru Maumere, IG jayabaru_etnikntt”

Aneka Bucket Hat karya JB Ethcnic Maumere, Foto : dok.Fortuna

Pandemic Covid-19 tidak mematahkan semangat komunitas pengrajin dan galleri Jaya Baru (JB) Ethnic untuk menghadirkan karya-karya kreatifnya di kota Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur

Bucket Hat atau topi model ember adalah salah satu produk terbaru nan keren berbasis tenun ikat yang kini diproduksi oleh JB Ethnic.

Topi dengan aneka desain motif tenun dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Timur itu nampak klasik, casual, keren dan elegant dipakai semua kalangan.

Tidak main-main untuk menghadirkan Bucket Hat kali ini pengelola JB Ethnic, Sherli Irawati berkolaborasi dengan para siswa Magang dari SMK St.Gabriel Maumere

“Ini kerjasama kami dari JB Ethnic dengan adik-adik siswa Pelatihan Kerja Lapangan (PKL) SMK St.Gabriel Maumemre yang mengambil lokasi langsung di bengkel praktek Jalan A.Yani Kota Maumere,” kata owner JB Ethnic, Sherly Irawati kepada www.fortuna.press, Rabu, (14/7) pagi

JB Ethnic mendesain Bucket Hat dari bahan baku berupa percah tenun ikat asli Nusa Tenggara Timur (NTT) yang didapat dari penenun lokal di kabupaten Sikka maupun dibeli secara online dari daerah lainnya di NTT

Sherly Irawati mengatakan motivasi utamanya membuat Bucket Hat adalah ingin memberdayakan SDM dan sekaligus mengedukasi siswi2 SMK untuk menjadi pribadi yang siap bekerja dan inovatif di dunia nyata

Tujuan mulia lainnya kata Sherly yakni terus melahirkan produk Ekraf NTT berbasis kearifan lokal serta ikut menghidupkan ekonomi penenun-penenun daerah khususnya dari kabupaten Sikka.

Terkait geliat ekraf dimasa pandemic covid-19, Sherly mengatakan kehadiran produk tersebut juga adalah solusi bagaimana cara JB Ethnic untuk tetap servive dan produktif ditengah resesi ekonomi nasional dengan tetap menjadkan tenun ikat sebagai bahan baku utama pembuatan produk

Diakui, sejatinya topi jenis itu sudah banyak diproduksi dimana-mana, tetapi padu padan, bahan dan kreatifitas seni yang membuat produk ini berbeda dan disukai.

Ia optimis usahanya terus berjalan dengan tetap mentaati protokol kesehatan selaras anjuran pemerintah untuk lebih banyak waktu dirumah termasuk penerapan PPKM mikro yang saat ini digencarkan guna menekan angka penularan covid-19

“Musibah pandemi covid mengharuskan kami lebih banyak bekerja di dalam rumah, pola makan sehat, berpikir positip dan inovatif demi mengurangi resiko tertular. Kita mendukung himbauan pemerintah, nah ini jad bukti bahwa kami tetap produktif dan taat prokes, ujarnya

Nah, dampak dari usaha kolektif, inovatif dan kreatif tersebut adalah pendapatan tetap mengalir mesti perlahan karena keterbatasan pasar akibat perubahan pola hidup masyarakat

“Kita dituntut bisa kreatifdan berinovasi dalam kondisi apapun sekaligus survive secara kolektif bukan hanya untuk diri sendiri,” kata wanita yang jadi mentor Galery AkuSikka itu.

Para Pengrajin JB Ethnic sedang mengerjakan aneka topi dari kain percah tenun ikat NTT. Foto :dok.Fortuna

Genjot Pemasaran Offline dan Online

Menurut Sherly, meski terus memproduksi produk-produk ekonomi kreatif berbasis sumber daya lokal, selama ini pihak Jaya Baru Ethnic masih mengalami kandala dari sisi pemasaran

Namun demikian, Ia optimis dengan munculnya kreasi-kreasi dan varian produk baru baik dari sisi art, desain produk hingga strategi pemasaran yang terus di upgrade melalui berbagai forum diklat secara digital (zoom meeting) maka usahanya punya marketplace yang laris manis

“Produksi kami belum banyak karena keterbatasan pasar, tetapi dengan munculnya variasi-variasi baru, didukung pengambilan gambar foto dan cara pemasaran yang lebih baik, diklat digital marketing  via zoom selama pandemi, kami harapkan dapat menjangkau pasar yang lebih luas, bukan saja lokal, tapi juga secara nasional, ataupun internasional,’ ujarnya.

Saat ini katanya untuk meningkatkan volume produksi aneka produk kerajinan atau souvernier berbasis bahan baku lokal, Ia didukung 6 orang staf, 2 orang tenaga PKL.

Adapun staf tersebut adalah orang muda dengan tingkat pendidikan beragam mulai dari SMP, SMA, SMK termasuk siswa yang pernah magang ditempat itu direkrut kembali untuk bekerja sebagai karyawan tetap

Saat ini aneka insutri kreatif yang ini dihasilkan JB Ethnic antara lain tas, dompet, topi, sepatu, gelang, dan berbagai produk turunan lain berbasis tenun ikat dan juga karya industry kreatif dari bahan lokal

“Produk-produk yang kami hasilkan variatif dan selalu memanfaatkan kain percah tenun NTT untuk pembuatan aksesoris gelang, kalung, anting, jepit, strap mask, bandana, tas, dompet, sandal, topi, bunga, agenda kerja, dan sebagainya,” ujar wanita yang sudah puluhan tahun menekuni usahanya itu

JB Ethnic juga terus mengembangkan varian produk sesuai kebutuhan pasar, disukai oleh customer serta selaras trend industry fashion nusantara dan dunia.

Soal pemasaran disaat pandemic covid katanya, target sementara adalah pasar lokal dan beberapa kota lainnya seputar provinsi NTT dan diluar NTT dengan format pemasaran secara konvensional (mini galeri) juga secara online.

Nampak Bucket Hat santai dan Elegant dipakai kawula muda. Foto : dk.Fortuna

Nah, bagi Anda yang ingin mendapatkan berbagai karya kreatif dari JB Ethnic bisa mendatangi langsung showroom di Jl. A Yani No.89 (depan kantor PU) Maumere, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, 86112, Contact Person 081339062999, atau melalui mengunjungi laman media social Facebook Jaya Baru Maumere, IG jayabaru_etnikntt. (tim/42na)

%d blogger menyukai ini: