Fortuna

Batasi Impor, Wagub NTT Minta Pemerintah Pusat Maksimalkan Garam Produksi Lokal

“Kami minta dukungan kepada DPD RI menyampaikan kepada pemerintah agar jangan impor garam, tapi bantu untuk serap garam kami di NTT,” jelas Wagub Josef

Penandatanganan MoU antara Kadin Jawa Timur dan Kadin NTT serta KADIN Institut di Jawa Timur dengan Universitas Citra Bangsa NTT di Aula Fernadez, Rabu, (25/3). Foto : Humas/Fortuna

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (Wagub NTT) Josef Nae meminta dukungan penuh Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, AA La Nyalla Mahmud Mattalitti untuk memperjuangkan penyerapan garam produksi lokal penambak garam di NTT, agar pemerintah pusat tidak perlu lagi mengimpor garam.

Hal tersebut disampaikan Wagub Nae Soi saat memberikan sambutan selamat datang kepada Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti beserta rombongan yang hadir dalam rangka membuka Focus Group Discussion (FGD) Pemprov NTT yang bertema “Strategi Peningkatan Indeks Kemandirian Fiskal Provinsi NTT” di Aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT, Rabu (24/3/2021).

Saat itu Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti didampingi senator asal NTT, Abraham Liyanto, Angelius Wake Kako dan Asyera RA Wundalero, serta Senator asal Aceh Fachrul Razi dan Senator asal Lampung Bustami Zainuddin.

“Terus terang kami minta dukungan kepada DPD RI menyampaikan kepada pemerintah agar jangan impor garam, tapi bantu untuk serap garam kami di NTT,” jelas Wagub Josef.

Menurut Josef, Provinsi NTT punya potensi untuk menghasilkan 1 juta ton garam, dan bisa ditingkatkan lagi bila terserap dengan baik.

Permintaan Wagub itu menanggapi rencana pemerintah pusat untuk mengimpor garam, padahal garam produksi lokal belum terserap secara maksimal.

“Padahal kalau potensi ini tergarap, sudah menjadi salah satu bagian dari penyumbang meningkatnya indeks kemandirian fiskal daerah,” tandas Wagub Nae Soi.

Karena alasan itulah Wagub Nae Soi meminta dukungan DPD RI menyampaikan ke pemerintah pusat agar tidak lagi mengimpor garam melainkan membantu maksimalkan penyerapan garam lokal di NTT.

Menanggapi hal tersebut, La Nyalla dengan tegas mengatakan akan menyuarakan harapan Pemprov NTT itu kepada pemerintah pusat.

“Kami hadir di DPD RI sebagai wakil daerah tentu akan menyuarakan harapan yang disampaikan Pak Wagub tadi. karena sudah menjadi bagian dari peran kami DPD sebagai advokat daerah. Apalagi tagline kami di DPD sudah jelas. Dari Daerah untuk Indonesia,” tegas La Nyalla.

Lebih lanjut La Nyalla juga menyarankan Pemprov NTT agar secara maksimal memanfaatkan adanya tol laut serta pembangunan akses jalan dan infrastruktur lainnya yang merupakan kebijakan Pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk memangkas biaya logistik dan menata rantai pasokan.

“Hasil pembangunan dan kebijakan itu harus dimanfaatkan maksimal oleh Pemda. Sampaikan saja kalau dilapangan misalnya tidak berjalan. Atau ada hambatan atau ada yang menghambat,” kata La Nyalla.

Selain itu juga La Nyalla meminta Pemda untuk pro-aktif melakukan koordinasi yang intensif dengan instansi terkait seperti Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Hal itu bertujuan untuk membantu petambak garam lokal untuk menaikkan dan menjaga kadar NaCl di atas 97 sehingga dapat diserap oleh industri. Selain juga dukungan dari Bank Daerah untuk permodalan.

Adapun dalam kesempatan FGD tersebut, DPD RI juga menginisiasi penandatanganan MoU antara Kadin Jawa Timur dan Kadin NTT serta KADIN Institut di Jawa Timur dengan Universitas Citra Bangsa NTT.

Kerja sama ini menjadi bagian dari salah satu upaya meningkatkan fiskal daerah, karena Kadin Jatim melalui Kadin Institut akan melakukan pelatihan kompetensi dan sertifikasi tenaga profesional dari NTT antara lain Pelajar, Mahasiswa, Guru dan Dosen serta profesi lainnya,” (HUMAS/tim/42na)

%d blogger menyukai ini: