Fortuna

Bank NTT Tebar Asa di Pelosok Flores

“Ini selaras dengan program yang kita canangkan bahwa harus ada desa unggulan, desa berbasis wisata, desa berbasis digital, serta berbasis potensi unggulan” ujar Alex Riwu Kaho

Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho meresmikan dua Agen dan Lopo Di@ BISA (Digital Agen Bank NTT dan Mahasiwa) di Kampung Terang, Desa Kojadoi, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka,Selasa (8/12). Foto : Humas Bank NTT

BANK NTT bergerak cepat dengan melakukan ekspansi layanan perbankan ke seluruh pelosok bumi Flobamora. Semua kekuatan dikerahkan, guna mendukung NTT menjadi provinsi pariwisata. Diyakini sungguh manakala sektor pariwisata disentuh, dengan sendirinya akan membangkitkan geliat percepatan ekonomi disektor usaha lain.

Kali ini Bank NTT membuka layanan perbankan dengan Model Layanan Digital di pulau terluar di Kabupaten Sikka. Kegiatan dimulai pada, Selasa (8/12) lalu dimana Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho meresmikan dua Agen dan Lopo Di@ BISA (Digital Agen Bank NTT dan Mahasiwa) di Kampung Terang, Desa Kojadoi, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka.

Kojadoi merupakan Desa wisata yang dicanangkan oleh Pemkab Sikka kini sudah dilengkapi fasilitasnya. Mereka tidak perlu repot-repot ke kota lagi untuk bertransaksi. Cukup dengan smartphone, ada dua agen disana yang siap melayani mereka. Dua agen Di@ BISA Bank NTT yakni Sansa Alifa dan Atika Cell. Tidak hanya itu, warga pun bisa berekspresi di Lopo Di@ BISA yang disiapkan oleh Bank NTT.

Bagi Dirut Alex Riwu Kaho, ini adalah bentuk perhatian dan dukungan Bank NTT terhadap visi Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat yang menjadikan pariwisata sebagai prime mover perekonomian di NTT.

“Jadi ini selaras dengan program yang kita canangkan bahwa harus ada desa unggulan, desa berbasis wisata, desa berbasis digital, serta berbasis potensi unggulan. Karena itu, Kojadoi, kalau dikelola secara baik tentu akan memberikan dampak yang bagus untuk pertumbuhan  ekonomi,”tegas Alex-demikian sapaan Dirut Bank NTT.

Penyambutan rombongan Bank NTT dengan sapaan dan tarian adat dari warga setempat. Foto : Humas Bank NTT

Ada banyak yang membanggakan di Kojadoi, yakni tingkat kesadaran masyarakat disana sudah terbangun serta Kepala Desa yang mampu menyelenggarakan tata pemerintahan yang berbasis pariwisata. Sektor-sektor terkait seperti Bumdes, Dasa Wisma, PKK, Karang Taruna dan komponen pendukung lain, ikut berpartisipasi. Mereka aktif dalam berbagai aktifitas seperti sanggar, menyuplai sarapan bagi penghuni homestay serta berbagai atraksi budaya untuk membuat pengunjung merasa nyaman.

Itulah alasan mengapa Bank NTT saat itu menghadirkan dua agen Di@ BISA serta Lopo Di@ BISA yang nantinya dapat mempermudah masyarakat dalam bertransaksi. Misalnya jika ada yang mau membeli pulsa listrik, atau pulsa telefon, dan bahkan untuk mengirim uang ke sanak famili dan atau mahasiswa di rantau, tidak usah bersusah-susah menyeberang ke pulau seberang. Cukup mendatangi kedua agen ini, lalu menyebutkan nominal yang mau dikirim, dan beberapa saat kemudian akan ada SMS notifikasi, atau pemberitahuan bahwa transfer sudah berhasil. Si pengirim silahkan menyerahkan uang sejumlah yang ditransfer itu ke agen tersebut.

Para pengunjung terkesima ketika melihat dari dekat Lopo Di@ BISA yang memajang aneka jenis kerajinan baik itu tenunan, produk turun kayu berupak ukiran dan pahatan miniatur perahu pinishi ukuran kecil dan besar, meja dari akar kayu serta aneka cinderamata yang menarik. Pembayarannya pun tidak menggunakan uang cash, melainkan menggunakan pola transaksi digital, yakni Qris. Setiap pembeli tinggal melakukan scan pada fasilitas yang disiapkan, lalu beberapa saat kemudian transaksi pun selesai.

Hal yang sama, saat rombongan berkunjung ke cottage yang disiapkan. Ada 18 cotage di Kojadoi. Semuanya murni dikelola oleh masyarakat, dan Bank NTT memfasilitasi mereka dari sisi kredit. Umumnya fasilitas disana sudah lengkap, seperti kasur yang empuk dan bersih, lantai dan kamar mandi yang wangi. Kedepan, Bank NTT akan terus mengembangkan konsep yang sama, yakni desa wisata ke beberapa desa lain. Sebelumnya, Bank NTT sudah mencanangkan desa wisata di Kabupaten Sumba Barat yakni di Prai Ijing.

“Kami akan kembangkan ke tempat yang lain. Semua transaksi didunia sudah bergeser pada pola transaksi digital sehingga dengan hadirnya agen kita disana, jadi pengantara bagi masyarakat untuk bergeser ke layanan digital. Kita sosialisasikan cara transaksi yang cepat, sehat, mudah dan murah. Masyarakat sangat menerima,”tambah Alex.

Produk-produk ekonomi kreatif warga lokal dapat diaskes dan dibelanjakan secara digital melalui Qris Bank NTT. Foto : Humas Bank NTT

Untuk diketahui, kunjungan kerja Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho ke Kojadoi kali ini didampingi Kadiv ITE Bisnis, Salmon Randa Terru, Kadiv Pemasaran Kredit Mikro Kecil dan Konsumer, Johanis K. Tadoe, Ketua Real Estate Indonesia (REI) NTT, Bobby Pitobi, Wakil Ketua KADIN NTT, Bobby Lianto, Dirut Garda Maritim, Yusak Benu, Pinca Bank NTT Maumere, Stefanus Tuga.

Untuk diketahui khusus Kabupaten Sikka, Bank NTT juga menyediakan layanan perbankan Lopo Di@ BISA di Cafe Rindu Lokaria dan STFK Ledalero.

Terimakasih Sang Kades

Kepala Desa Kojadoi, Hanawi dalam sambutannya sangat berterimakasih atas perlakuan yang mereka terima dari Bank NTT. Dulu, homestay mereka biasa-biasa saja, dengan harga Rp 100.000 semalam. Bank NTT hadir dan membantu mereka anggaran untuk membeli kasur dan banyak fasilitas lain sehingga kini harga semalam sewa homestay mereka sudah mencapai Rp 250.000 karena fasilitas yang disiapkan sudah sangat bagus.

Masyarakat Kojadoi sebut Hanawi, seluruhnya nelayan dan dominan bersuku Buton. Mereka memiliki 18 buah homestay siap pakai. Biasanya setiap minggu mereka menerima ratusan tamu yang mau berlibur kesana.

Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho diatas Bukit Batu Purba salah satu spot wisata terbaik di Kojadoi. Foto : Humas Bank NTT

Adapun Kojadoi adalah sebuah wilayah yang kaya potensi pariwisata, diantaranya tumpukan batu tinggi, yang diberi nama batu purba. Situs ini sudah dipercantik dengan beberapa fasilitas untuk bersantai sambil menikmati hawa laut yang dingin.

Dari ketinggian bebatuan ini, kita bisa mengakses seluruh wilayah perkampungan dan memandang lautan Flores serta selat di sisi Timur. Disana ada banyak spot foto yang menarik. Malah, diatas ketinggian bukit batu purba, kita dengan leluasa menikmati sunrise dan sunset.

Spot eksotis lainnya yakni tumpukan batu membentang di sepanjang 600 meter yang menghubungkan pulau kecil Kojadoi dengan pulau besar, yang disebut Koja Gete.

Tumpukan batu sepanjang kurang lebih 600 meter itu menjadi satu-satunya akses warga ke Kojagete. Disinilah juga spot wisata terbaik bagi rombongan Bank NTT pose bersama. Foto : Humas Bank NTT

Tumpukan batu itu menjadi jalan satu-satunya menuju ke pulau induk. Dari pulau Kojagete itu pula tersedia pembangkit listrik tenaga surya yang menyuplai listrik ke Kojadoi. (Rilis HumasBankNTT/42na)

%d blogger menyukai ini: