Fortuna

Anggota Komisi X DPR RI, Andreas Parera Minta BOPLBF Integrasikan Destinasi Pariwisata FLORATAMA

“Para Bupati dan Kepala Dinas Pariwisata se-daratan Flores, Lembata dan Alor harus punya mindset pariwisata serta menunjukan cara kerja yang luar biasa,”pinta Gubernur Viktor

Taman Laut Teluk Maumere, salah satu spot wisata di Pulau Flores. Foto : Ist

Anggota Komisi X DPR RI, Andreas Hugo Parera meminta Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) mengembangkan destinasi wisata di Flores, Lembata, Alor dan Bima (Floratama) sebagai sebuah kawasan pariwisata yang terintegrasi.

Hal ini dikarenakan 11 kabupaten yang berada dalam wilayah koordinasi BOPLBF memiliki keunggulan komparatif pariwisata masing-masing. Potensi itu harus didesain bersama, ada pola/ peta perjalanan wisata yang “dijual” secara bersama sebagai sebuah kawasan wisata yang satu, terpadu, saling melengkapi dan saling menguntungkan.

“Harus ada peta jalannya yang memungkinkan orang tidak hanya datang ke Labuan tapi juga ke Wae Rebo, Riung, Bena, Kelimutu sampai ke Flores Timur, Alor, Lembata dan NTT pada umumnya. Semua daerah ini punya potensi-potensi pariwisata yang luar biasa,” ujar Andreas dalam Forum Floratama 2020 dalam rangka Koordinasi Pengembangan Pariwisata Wilayah Koordinatif BOPLBF di Ayana Resort Komodo, Labuan Bajo, Selasa (6/10).

BOPLBF yang merupakan perpanjangan tangan dari pemerintah pusat  diminta Andreas agar sungguh- sungguh memperhatikan pembangunan destinasi pariwisata yang terintegrasi di Flores dan tidak melibat Flores itu hanya ada di Labuan Bajo.

Adapun Forum Floratama 2020 itu dihadiri Gubernur NTT, Viktor Laiskodat, Deputi Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur kementerian pariwisata, Bupati Manggarai Barat, Penjabat Sementara Bupati Manggarai , Bupati Manggarai Timur, Bupati Nagekeo, Bupati Ende, Bupati Sikka, Bupati Lembata, Bupati Bima, Wakil Bupati Flores Timur, pimpinan perangkat daerah lingkup pemerintah provinsi NTT, para Kadis Pariwisata dari masing-masing kabupaten, insan pers dan undangan lainnya.

Gubernur Viktor Laiskodat, Anggota DPR RI Andre Parera, Shana Fatina dan Para Bupati pose bersama usai membuat Komitmen Bersama memajukan pariwisata FLoratama di Ayana Hotel, Labuan Bajo, Selasa, (6/10). Foto : Ist

Tampil berbicara pada kesemaptan itu, Gubernur NTT, Viktor Laiskodat mengajak para Bupati dan Kepala Dinas Pariwisata se-daratan Flores, Lembata dan Alor agar punya mindset pariwisata serta menunjukan cara kerja yang luar biasa.

Para pejabat didaerah mesti mampu membangun jaringan dengan para pelaku dan pegiat pariwisata nasional dan  dunia serta meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris.

“Saya minta desain pariwisata kawasan ini harus sudah selesai secepatnya. Badan otorita maunya apa,  kerjanya apa dan masa depannya yang ingin dicapai seperti apa. Desain pariwisata seluruh kabupaten Flores, Lembata dan Alor harus menyatu disana, ungkapnya

Kepada BOPLBF,  Viktor menegaskan agar harus mengambil inisiatif untuk menanyakan apa sih yang dimiliki oleh Labuan Bajo dan Flores untuk dijual? Harus ada kolaborasi. Tidak boleh  Badan Otoritanya jalan sendiri, pemerintah kabupatennya jalan sendiri dan gubernurnya jalan sendiri. Ini harus dihilangkan,” tegas Gubernur.

Untuk itu dia meminta agar BOPLBF bersama para Bupati mendesain minimal dua produk unggulan pariwisata lengkap dengan narasinya yang akan dikembangkan pada tahun 2021.

Kedua produk unggulan itu kemasannya harus menarik, disukai, ditonton dan diketahui oleh semakin banyak orang.

Produk-produk tersebut nantinnya dimasukan dalam callender of event dan agenda pariwisata yang kemudian dipasarkan secara masif ke luar negeri.

“Ini tugasnya Badan Otorita Pariwisata. Harus bisa  memastikan kedua produk unggulan itu bisa disukai, ditonton dan diketahui oleh semakin banyak orang. Karena itu bisa menarik orang datang ke sini. Rencana apa saja yang terkait pariwisata agar semakin dikenal dunia,  BOPLBF ada di sana,“ jelas Gubernur.

Ia juga meminta agar urusan sales dan marketing produk-produk pariwisata NTT harus terintegrasi dengan baik. Gubernur juga menegaskan agar BOPLBF  yang dibentuk presiden itu tidak perlu terlibat dalam pembangunan infrastruktur.

Sementara Direktur Utama BOPLBF, Shana Fatina saat itu menjelaskan kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai wadah pendekatan terpadu dan komprehensif untuk semua aspek yang melibatkan semua pemangku kepentingan baik pusat maupun daerah untuk bangun koordinasi aktif  untuk pembangunan pariwisata di 11 kabupaten koordinasi BOPLBF.

“Forum ini sejatinya merupakan bentuk komitmen BOPLBF mewadahi pertemuan kolaborasi para pemangku kepentingan pariwisata dari berbagai latar belakang untuk menghimpun berbagai informasi, ide dan gagasan pengembangan pariwisata kelas dunia yang berkelanjutan,” ujar Shana.

Dalam kesempatan tersebut ditandatangani Komitmen Bersama pegembangan pariwisata Flores Lembata, Alor dan Bima oleh perwakilan masing-masing kabupaten, Kementerian Pariwisata, Dirut BOPLBF, Anggota DPR RI dan Gubernur NTT.  (TIM/humas/42na)

TransNusa, Meskapai Perintis Isolasi Pariwisata Indonesia

Welcome Speech

Atraksi Pasola di Pulau Sumba

Ume Kbubu, Rumah Warga Timor Tengah Selatan, NTT

Gereja Ikonik di Kefamenanu Timor

%d blogger menyukai ini: