Tuesday, January 13, 2026
spot_img
More

    Latest Posts

    Stasi St. Agustinus Bello Sambut 7 Umat Baru, Romo Erick dan Romo Tony Minta Jaga dan Bimbing Anak-Anak

    Romo Tony Kobesi dan Romo Erick Fkun bersama-sama memberikan sakramen batpis bagi ketujuh anak di Kapela St. Agustinus Bello, Kupang, Minggu, 7 Desember 2025. Foto : Fortuna
    KUPANG, fortuna.press – Umat Stasi St. Agustinus Bello, Paroki St. Fransiskus dari Asisi Kupang bahagia menyambut 7 anggota baru gereja katolik dalam Ritus Permandian (baptis) ke-tujuh anak pada Misa Adven II di kapela tersebut, Minggu, 7 Desember 2025.
    Misa II dipimpin oleh Sekjen Keuskupan Agung Kupang RD. Erick Fkun dan RD. Tony Kobesi pastor rekan Paroki St.Fransiskus dari Asisi Kupang.
    Dalam kotbahnya, Romo Erick menegaskan peran Yohanes Pembatis sebagai sosok nabi penting yang diutus Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi Yesus, mewartakan pertobatan, membaptis Yesus di sungai Yordan, dan menjadi saksi Mesias, yang digambarkan sebagai “Anak Domba Allah”.
    Dalam konteks Misa Adven II yang adalah momentum penantian akan kedatangan Yesus Sang Juru Selamat yang akan hadir dan dirayakan secara meriah dalam perayaan Natal, kisah itu menjadi sangat inspiratif dan mendorong umat untuk lebih mempersiapkan diri, berbenah, dan memperbaharui diri sehingga layak menyambut Sang Jurus selamat.
    Romo Erick mengajak semua umat untuk hidup penuh kasih dan saling memaafkan. Momentum Adven II juga memberi ruang refleksi dan saling mendoakan sebagai sesama umat Tuhan serta selalu ‘takut akan Tuhan.
    Pantauan fortuna,press, usai homili yang menginspirasi dari Romo Erick, ketujuh anak bersama kedua orangtua dan bapa mama saksi menuju altar Tuhan untuk mengikuti prosesi permandian.
    Mereka mengikut dengan hikmat prosesi permandian yang dilakukan oleh Romo Erick dan Romo Tony secara bersama-sama.
    Adapun tujuh anak yang dibaptis hari ini antara lain Kristina Giana Nahak, Gerardus Alexander Ola, Maria Bianca Mole Moi Djone, Geraldo Antonio Tuan, Maria Garin Kewa Wara, Ghea Anastsya Perada Resi dan Nathania Olivia Zerlinda Atitus
    Dalam pesan singkatnya usai pembaptisan, Romo Tony Kobesi menyampaikan doa dan harapan agar anak-anak bisa tumbuh dan berkembang dalam tradisi iman umat Katolik serta menjadi pengikut Kristus yang setia.
    Kepada orangtua dan para saksi diminta untuk menjaga dan membimbing anak-anak yang baru dipermandikan sehingga mereka bisa menjadi anak yang sehat secara fisik tapi juga takut akan Tuhan dalam seluruh perilaku hidup kelak.
    Suasana Misa Adven II di di Kapela St. Agustinus Bello, Kupang, Minggu, 7 Desember 2025. Foto : Fortuna
    Tentang Ritus Permandian
    Adapun Ritus Permandian Katolik, adalah upacara sakramen kelahiran baru yang melibatkan penerimaan air, pengurapan minyak, dan janji iman, menandai masuknya seseorang ke dalam Gereja Katolik sebagai pintu sakramen lain, dengan tahapan persiapan iman yang berbeda untuk bayi dan dewasa, serta menekankan bimbingan orang tua/wali baptis untuk mendidik iman anak.
    Dikutip dari berbagai sumber, Ritus permandian (baptis) Katolik adalah sakramen inisiasi pertama yang menandai kelahiran kembali seseorang dalam Roh dan Kebenaran, menjadikannya anggota Gereja dan anak Allah. Prosesi ini umumnya dilakukan dalam beberapa tahapan penting.
    Tahapan Ritus Permandian Katolik  biasanya mencakup langkah-langkah sebagai berikut:
    Ritus Pembuka (Penerimaan Anak/Calon Baptis): Imam menyambut anak/calon baptis, orang tua, dan wali baptis di pintu gereja. Tanda salib di dahinya menandakan bahwa ia diklaim untuk Kristus Sang Juruselamat.
    Liturgi Sabda yang melibatkan pembacaan Kitab Suci, homili (khotbah) oleh imam, dan doa permohonan atau doa umat.
    Doa Eksorsisme dan Pengurapan Pra-Baptis yakni Doa khusus diucapkan untuk membebaskan calon baptis dari dosa asal dan pengaruh jahat. Diikuti dengan pengurapan dengan minyak katekumen didahi sebagai tanda kekuatan.
    Adapun Perayaan Sakramen (Inti Permandian) meliputi Pemberkatan Air Baptis: Air di bejana baptis diberkati secara khidmat, Janji Baptis dan Pengakuan Iman oleh Orang tua dan wali baptis (atau calon baptis dewasa sendiri) untuk memperbarui janji baptis, menolak Setan, dan menyatakan iman mereka (Syahadat).
    Selanjutnya Pencurahan Air yang mana Imam atau diakon menuangkan air ke atas kepala calon baptis sebanyak tiga kali, sambil mengucapkan formula penting: “…, aku membaptis engkau dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus”.
    Ritus Penjelasan (Eksplanasi) atau Pengurapan Krisma dimana calon baptis diurapi dengan minyak Krisma di ubun-ubun, menandakan ia menjadi bagian dari Kristus sebagai imam, nabi, dan raja.
    Pakaian Putih yang mana Calon baptis dipakaikan pakaian putih, melambangkan martabat Kristen baru dan kemurnian jiwa setelah dibersihkan dari dosa.
    Lilin Bernyala yang dinyalakan dari Lilin Paskah dan diserahkan kepada wali baptis, melambangkan penerimaan terang Kristus dan panggilan untuk memancarkan terang tersebut ke dunia.
    Dan Ritus Penutup yang diakhiri dengan Doa Bapa Kami dan berkat penutup untuk semua yang hadir.
    Nah untuk calon baptis dewasa, proses ini didahului oleh periode persiapan yang disebut katekumenat. (tim/42na)

    Latest Posts

    spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

    Don't Miss

    Stay in touch

    To be updated with all the latest news, offers and special announcements.