
KUPANG, fortuna.press – Umat Stasi St. Agustinus Bello, Paroki St. Fransiskus dari Asisi Kupang bahagia menyambut 7 anggota baru gereja katolik dalam Ritus Permandian (baptis) ke-tujuh anak pada Misa Adven II di kapela tersebut, Minggu, 7 Desember 2025.
Misa II dipimpin oleh Sekjen Keuskupan Agung Kupang RD. Erick Fkun dan RD. Tony Kobesi pastor rekan Paroki St.Fransiskus dari Asisi Kupang.
Dalam kotbahnya, Romo Erick menegaskan peran Yohanes Pembatis sebagai sosok nabi penting yang diutus Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi Yesus, mewartakan pertobatan, membaptis Yesus di sungai Yordan, dan menjadi saksi Mesias, yang digambarkan sebagai “Anak Domba Allah”.
Dalam konteks Misa Adven II yang adalah momentum penantian akan kedatangan Yesus Sang Juru Selamat yang akan hadir dan dirayakan secara meriah dalam perayaan Natal, kisah itu menjadi sangat inspiratif dan mendorong umat untuk lebih mempersiapkan diri, berbenah, dan memperbaharui diri sehingga layak menyambut Sang Jurus selamat.
Romo Erick mengajak semua umat untuk hidup penuh kasih dan saling memaafkan. Momentum Adven II juga memberi ruang refleksi dan saling mendoakan sebagai sesama umat Tuhan serta selalu ‘takut akan Tuhan.
Pantauan fortuna,press, usai homili yang menginspirasi dari Romo Erick, ketujuh anak bersama kedua orangtua dan bapa mama saksi menuju altar Tuhan untuk mengikuti prosesi permandian.
Mereka mengikut dengan hikmat prosesi permandian yang dilakukan oleh Romo Erick dan Romo Tony secara bersama-sama.
Adapun tujuh anak yang dibaptis hari ini antara lain Kristina Giana Nahak, Gerardus Alexander Ola, Maria Bianca Mole Moi Djone, Geraldo Antonio Tuan, Maria Garin Kewa Wara, Ghea Anastsya Perada Resi dan Nathania Olivia Zerlinda Atitus
Dalam pesan singkatnya usai pembaptisan, Romo Tony Kobesi menyampaikan doa dan harapan agar anak-anak bisa tumbuh dan berkembang dalam tradisi iman umat Katolik serta menjadi pengikut Kristus yang setia.
Kepada orangtua dan para saksi diminta untuk menjaga dan membimbing anak-anak yang baru dipermandikan sehingga mereka bisa menjadi anak yang sehat secara fisik tapi juga takut akan Tuhan dalam seluruh perilaku hidup kelak.




