
KUPANG, fortuna.press –Banyak cara dilakukan lintas stakeholders untuk membuka sebanyak mungkin kawasan hutan lindung yang menjadi paru-paru kota Kupang terutama memasuki musim penghujan. Salah satunya adalah dengan menanam pohon disejumlah lahan milik Pemkot Kupang di kawasan kelurahan Fatukoa.
Aksi tanam pohon sekaligus bersih sampah itu dilakukan Rotary Club Kupang Rastamores bersama SMKN 4 Kupang dan Dinas Lingkungan Hidup dan kebersihan Kota Kupang pada, Sabtu, 29 November 2025
Kegiatan itu merupakan kepedulian semua pihak terutama Rotary Club yang selama ini fokus pada urusan pelestarian lingkungan, konservasi, pemberdayaan dan juga kerja-kerja kemanusiaan.
Sebelumnya, Rotary Club juga menggelar sejumah bakti sosial bersih lingkungan di pantai Lasiana, pantai Muara Abu Oesapa Barat, melakukan aksi tanam mangrove dan lepas tukik di kawasan wisata Muara Abu Kelurahan Oesapa Barat melibatkan para pihak.
President Rotary Club Kupang Rastamores Abed Frans kepada wartawan di sela-sela kegiatan mengatakan langkah itu dilakukan sejalan misi Rotary Club yang sangat peduli pada isu lingkungan, konservasi dan pemanasan global, selain isu kesehatan ibu dan anak, pemberdayaan, pendidikan dan literasi.
“Ya kegiatan ini tentu sejalan dengan 7 Misi Rotary Club yang memang konsern dengan urusan lingkungan, konservasi, literasi, kesehatan, pemberdayaan dan isu sosial lainnya, Nah memasuki musim penghujan, kita ajak barengan dengan teman-teman dari Dinas LHD dan Kebersihan Kota Kupang juga SMKN 4 Kupang untuk tidak saja tanam pohon tapi juga pungut sampah,” ujarnya
Kegiatan itu bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih tapi juga menyiapkan Fatukoa sebagai salah satu spot paru-paru Kota Kupang, selain daerah tangkapan air yang mesti dijaga, dirawat demi masa depan dan anak cucu.
Terkait kegiatan selama 2015 kata Abed, pihaknya melakukan beberapa aksi sosial pemberian bantuan sosial bagi warga di TTS dan penyintas bencana erupsi gunugn Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, juga bantuan untuk warga di kabupaten TTS, bersama stakeholders lain melakuan aksi bersih sampah di pantai Lasiana, pantai muara Abu sekaligus menanam nangrove dan lepas tukik.
Kegaitan lain yakni mendukung gerakan literasi dengan membagikan buku-buku cerita untuk anak PAUD dan AD.
Pada tanggal 2 Desember 2025 nanti katanya, Rotary Club Kupang Rastamores bekerjasama dengan RRI Kupang dan Majalah Fortuna menggelar Dialog Luar Studio mengangkat topik HIV dan Mental Health yang membidik tema khusus ‘Fenomena Pergaulan Kawula Muda Saat Ini”.
Dialog yang dimoderatori oleh Mantan Sekretaris KPAD NTT Gusti Brewon itu siap menghadirkan sejumlah panelis antara lain Ketua DPRD Kota Kupang, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kota Kupang dan Warga Peduli HIV-AIDS

Sejalan Dasa Darma Pramuka
Sementara Kepala SMKN Kupanf Semy Ndolu,S.Pd.M.Pd memberi apresiasi atas kolaborasi produktif antara Rotary Club Kupang Rastamores dengan SMKN 4 Kupang terutama dengan anggota Gudep 057-058 SMKN 4 Kupang dalam giat tanam pohon dan bersih-bersih sampah di Fatukoa.
Kegiatan itu katanya sejalan dengan Dasa Darma Pramuka yakni cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
“Ini bagian dari kolaborasi antara Rotary Club Kupang Rastamores. Kebetulan salah satu Dasa Darma Pramuka yakni cinta alam dan kasih sayang sesama manusia sehingga kegiatan ini gayung bersambut lah. Ini penting dan didukung untuk kebaikan bersama, ujar Semy.
Pemkot Kupang Apresiasi
Kegiatan tanam pohon dan bersih sampah yang diinisiasi oleh Rotary Club Kupang Rastamores ini juga mendapat apresiasi dan ucapan terima kasih dari Pemerintah Kota Kupang.
Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 pada Dinas Lingkungan Hiidup dan Kebersihan Kota Kupang, Achmad Likur, SH,MM menyampaikan terima kasih dn apresiasi karena Rotary Club yang menggunakan dana pribadi untuk banyak kegiatan sosial selama ini terutama membantu Pemkot Kupang dalam urusan kebersihan lingungan dan konservasi.
“Ini kesian kalinya Rotary Club Kupang Rastamores berkolaborasi dengan Pemkot Kupang. Kita bersyukur apalagi kegiatan ini murni dana komunitas dan tanpa bantuan dari pemerintah. Atas nama Pemerintah Kota Kupang, kami mengucapkan terima kasih kepada pak Abed Frans dan kawan-kawan dari Rotary Club,” ujarnya
Baginya kegiatan itu produktif dan luar biasa serta menjadi contoh bagi komunitas lain menjaga dan melestarikan lingkungan. Hal ini karena melestarikan lingkungan adalah investasi untuk masa depan anak cucu.
Untuk diketahui, giat tanam pohon dan bersih sampah tersebut diikuti kurang lebih 50 personil. Ada kurang lebih 300 anak pohon mahoni dan tabubuya yang ditanam dikawasan seluas 1 hektar di sekitar kantor Lurah Fatukoa.
Rotary Club sendiri adalah organisasi layanan internasional yang terdiri dari para pemimpin profesional dan pebisnis yang bersatu untuk memberikan layanan kemanusiaan dan memajukan niat baik serta perdamaian di seluruh dunia. Didirikan pada tahun 1905, Rotary Club kini memiliki lebih dari 1,2 juta anggota di 168 negara dan bertujuan untuk mengatasi masalah sosial seperti kemiskinan, kelaparan, dan buta huruf melalui proyek-proyek pelayanan masyarakat. (tim/42na)



