Tuesday, January 13, 2026
spot_img
More

    Latest Posts

    Uji Kompetensi IT Siswa SMA/SMK se-Kota Kupang, Peluang Sertifikasi Kompetensi dan Tantangan Dunia Kerja

    Gubernur NTT didampingi Kadis Pendidikan Kebudayaan Provinsi NTT Ambrosius Kodo, Direktur Kredit Bank NTT Aloysius Geong dan Ketua Umum DPP ASKIBINDO, Komang Purnama pada saat seremoni pembukaan kegiatan, Kamis, 20 November 2025. Foto : Ist

    KUPANG, fortuna.press – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena ketika membuka Kegiatan Uji Kompetensi IT Gratis bagi Peserta Didik SMA dan SMK se-Kota Kupang, Kamis (20/11/2025) di Aula SMKN 1 Kupang menegaskan bahwa Information and Technology (IT) atau Teknologi Informasi saat ini telah menjadi kebutuhan dasar dalam dunia pendidikan dan tidak lagi bersifat opsional.

    Hadir saat itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayan Provinsi NTT Amrosius Kodo, Ketua Umum DPP ASKIBINDO, Komang Purnama, Dirut Bank NTT Charlie Paulus yang diwakili oleh Direktur Kredit Aloysius Geong, para kepala sekolah, guru dan siswa/i.

    Pernyataan gubernur NTT ini tentu menarik dan solutif ditengah tantangan profesionalisme dan kompetensi angkatan kerja NTT yang memprihatinkan ketika disandingkan dengan daerah lain di Indonesia. Bekerja tanpa kompetensi adalah musibah bagi angkatan kerja kita bilamana tidak disiapkan dengan benar dan sejak dini

    Tidak heran, urusan IT menjadi keharusan dan tidak bisa ditawar-tawar bagi setiap anak manusia saat ini ditengah tantangan dunia kerja yang kian kompleks. Disisi lain, mengusai IT juga bisa jadi pedang bermata dua.

    “Urusan IT sekarang bukan lagi opsional tetapi suatu keharusan. Dunia pendidikan tidak bisa lepas dari IT. Kehadirannya ibarat dua sisi mata uang, bisa membantu, namun juga dapat merusak bila tidak digunakan dengan benar,”  ujar Melki saat itu

    Dia menjelaskan bahwa Uji Kompetensi IT Gratis ini sangat relevan sebagai instrumen peningkatan daya saing pelajar. Program ini penting bagi siswa SMA yang membutuhkan penguatan literasi digital, sekaligus bagi siswa SMK yang memerlukan sertifikasi teknis sebagai bukti kompetensi profesional.

    Kesempatan Memperoleh Sertifikasi

    Menurutnya, program ini merupakan bagian dari strategi Pemerintah Provinsi NTT dalam memberikan kesempatan bagi siswa memperoleh sertifikasi kompetensi nasional, mengukur dan memetakan kemampuan penguasaan IT, meningkatkan kesiapan lulusan memasuki dunia kerja, menekan angka pengangguran melalui peningkatan daya saing, serta memperkuat kolaborasi sekolah, LSP, asosiasi profesi, dan dunia industri.

    Untuk diketahui, Program Sertifikasi IT ini akan menjangkau 25.000 peserta di seluruh NTT.

    Pada pelaksanaan perdana ini, sebanyak 100 siswa terpilih dari SMA/SMK se-Kota Kupang mengikuti rangkaian kegiatan yang meliputi pembekalan, uji teori, uji praktik, penilaian asesor, hingga penerbitan sertifikat.

    Program ini menurut Gubernur Melki Laka Lena dapat memperkuat literasi digital, membuka akses sertifikasi, dan mempersiapkan generasi muda NTT menyongsong Indonesia Emas 2045.

    Melki juga menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi pendidikan menengah, seperti keterbatasan sarana praktik, akses teknologi yang belum merata, serta kerja sama berkelanjutan dengan dunia industri yang masih perlu diperkuat.

    Oleh karena itu, dia meminta agar berbagai langkah strategis harus terus dilakukan, termasuk penguatan kemitraan dengan perguruan tinggi, industri, serta Lembaga Sertifikasi Profesi.

    Apresiasi Kepada Guru dan Lembaga Sertifikasi

    Gubernur menyampaikan apresiasi kepada para Guru IT/TIK SMA dan SMK yang dinilainya sebagai garda depan pembentuk kompetensi digital generasi muda. “Dedikasi Bapak dan Ibu memiliki dampak langsung terhadap kesiapan anak-anak kita menghadapi dunia kerja digital,” ujarnya.

    Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Lembaga Sertifikasi Profesi Teknologi Informatika dan Asosiasi Komputer Siber Indonesia (ASKIBINDO) yang telah menyelenggarakan kegiatan ini secara profesional dan penuh komitmen. Kolaborasi ini dinilai sebagai langkah nyata dalam mempersiapkan talenta muda NTT yang kompeten dan berdaya saing.

    Anak NTT Bekerja Tanpa Ketrampilan

    Sementara itu, Ketua Umum DPP ASKIBINDO, Komang Purnama, menyampaikan bahwa penyediaan 25.000 uji kompetensi IT gratis merupakan bentuk kepedulian terhadap banyaknya tenaga kerja muda NTT di luar daerah, terutama di Bali, yang bekerja tanpa keterampilan memadai.

    “Sertifikasi kompetensi diharapkan mampu memperkuat daya saing dan memperluas peluang kerja generasi muda NTT.” Ungkapnya.

    Upaya bersama ini semakin memperkuat kerja strategis antara Pemerintah Provinsi NTT dan lembaga terkait dalam menyiapkan generasi yang siap menghadapi kebutuhan dunia kerja digital masa depan. (tim/42na)

    Latest Posts

    spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

    Don't Miss

    Stay in touch

    To be updated with all the latest news, offers and special announcements.