
ATAMBUA, fortuna.press – Ada yang menarik dan keren dari gelaran event balap sepeda interasional Tour De Entete 2025 Erape II, Kamis, 11 September 2025. Peserta tour tidak hanya menikmati pesona alam, bahari, budaya, UMKM dan kearifan lokal namun juga disuguhi posisi strategis NTT khusunya pulua Timor sebagai beranda terdepan NKRI.
Puluhan pembalap dari 13 negara di dunia bahkan langsung merasakan hawa bertarung arena batas negara Indonesia, tepatnya di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Wini Kabupaten Timor Tengah Utara yang berbatasan dengan zona Enclave Oesusee dan juga PLBN Motaain di kabuapten Belu yang berbatasan langsung dan tak tak jauh dari Dili, Ibukota negara Timor Leste.

Pantauan media, ketika melintasi dua Pos Lintas Batas Negara (PLBN), Wini dan Mota Ain, para pembalap disajikan rute yang cukup menantang antara tanjakan, turunan dan tikungan tajam dengan panorama alam nan eksotis. Ada hamparan gunung batu dan pantai yang indah bahkan kerahaman warga lokal yang terus memadati lintasan yang dilalui peserta.
Medan yang terjalan, curam dan ekstrim dari Kefamenanu- Wini dan Atambua itu akhirnya menempatkan rider asal Aljazair, Emile Van Niekerk sebagai orang pertama yang masuk finish di lapangan depan Mako Brimob Belu, Kamis, 11 September 2025.
Emile dari Tim Madar Pro Cyling dinyatakan juara pertama pada etape 2 balap sepeda Tour de EnTeTe dan berhak atas Green Jersey (jersey hijau). Emile juara tunggal dengan total nilai 20 poin. Emile juga terpilih sebagai rider terbaik Emile juga terpilih sebagai juara pada klasifikasi print.
Menyusul rider terbaik Indonesia diraih Muhamad Paihan Maulidan dan Kom Polkadat oleh Muhamad Herlangga dan Matej Drinovec dari Auatralia memenangkan klasifikasi umum dan berhak mendapat jersey kuning.
“Terima kasih untuk seluruh tim yang sudah bekerja keras dan mendukung saya. Rute hari ini penuh tantangan, banyak tanjakan dan turunan curam, tetapi kami bisa melewatinya dengan baik,” kata Emile dalam bahasa inggris.

Dia dibayang-bayangi Mattheus Philip Wifje, rider asal Belanda sebagai juara II dengan catatan waktu 3.53.09 menyusul Abiva Pascual dari Filipina dengan catatan waktu 3.53.09 sebagai juara III.
Pada etape II balap sepeda internasional Kefamenanu-Atambua diikuti oleh 77 rider dari 79 rider pada etape I. Dua rider asal Timor Leste dan Mesir absen, karena fisik kurang fit setelah menyelesaiakan etape I Kupang-Kefa pada Rabu, 10 September 2025.
Histeris Warga, Pembalap Jatuh dan Raihan Juara
Etape 2 mengambil titik star di halaman Kantor Bupati TTU. Para pembalap dilepas oleh Wakil Bupati TTU, Kamilus Elu didampingi pejabat dari Provinsi NTT dan Forkopimda TTU. Wabup Kamilus mengangkat bendera star tepat pukul 09.00 Wita.
Para pembalap mengitari Kota Kefa lalu memulai balapnya dengan tanjakan menuju lintas utara Wini. Para pelajar dan masyarakat umum antusias menyaksikan event bergengsi balapa sepeda internasional yang pertama kali di gelar di NTT dengan lintasan panjang Timor, Sumba dan Flores. Mereka histeris dan menerikan bule-bule terhadap pembalap asal eropa seperti Perancis dan Belanda.
Laju sepeda pada pembalap terus dipacu menyusuri tanjakan tajam dan panjang di Kiuafot, Runpene, namun penuh perjuangan para pembalap bisa melewati walau ada pembalap yang jatuh di turunan tajam Manamas dan dirawat tim medis. Pada tanjakan pertama yang tajam dan panjang, pembalap Timor Leste tertinggal di belakang sedangkan 9 pembalap dari Perancis, Belanda, Indonesia terus memimpin di garis depan. Dan, lainnya berada di tengah rute dengan jarak tempuh 144,7 kilometer.
Para pembalap terus berjuang untuk menyelesaikan etape II tersebut dan dalam perjalanan tiga pembalap atas nama Alzidan Faris Raqila asal Solo, Jawa Tengah, Ridho dari Pontianak dan Mr.Rench Michael Avarca Bondoc asal Filipina jatuh di lintasan sebelum Wini dan dilarikan ke UGD Puskesmas Wini.
Dengan demikian, pada etape II ada empat pembalap tidak mencapai finish dan disambut Bupati Belu, Willybrodus Lay, Pimpinan Forkopimda, Kadis PMD Provinsi NTT, Viktor Manek, Pimpinan Instansi Vertikal, Pimpinan BUMN/BUMD dan tamu undangan lainnya. (tim/42na)



