
KUPANG, fortuna.press – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar Rapat Evaluasi dan Pembinaan Kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pada Rabu, 23 Juli 2025 bertempat di ruang Rapat Asisten, Setda Provinsi NTT.
Tujuannya untuk melakukan pengawasan, evaluasi dan pembinaan dalam rangka menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi NTT, Flori Rita Wuisan dalam arahan pembukaannya menyampaikan bahwa Kegiatan Pembinaan BUMD ini dalam rangka mendapatkan data dan informasi terkini terkait pengelolaan BUMD Provinsi NTT.
Pembinaan BUMD ini juga sebagai jawaban atas catatan dari Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri tentang Pentingnya Pengawasan dan Pembinaan BUMD oleh Pemerintah Daerah dalam rangka menjaga kinerja BUMD yang pada akhirnya dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan PAD.
Sementara itu Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT, Selfi H. Nange, S.Sos., M.Si., M.Pub.Pol menyampaikan bahwa kegiatan ini dalam rangka mengevaluasi kinerja BUMD NTT.
Tujuan lain yakni mendapatkan masukan terkait semua permasalahan dari BUMD termasuk di dalamnya terkait berbagai keluhan baik masyarakat maupun para pekerja atau karyawan di BUMD yang memiliki permasalahan terkait tata kelola BUMD.
Rapat Pembinaan BUMD ini dihadiri oleh Pimpinan BUMD yakni Direktur Utama PT. Flibamor, Plt. Direktur Utama PT. Jamkrida, Direktur Utama PT. KI Bolok dan Perwakilan dari PT. BPD NTT, Kepala Dinas ESDM, Badan Pendapatan dan Aset Daerah, Kepala Biro Hukum Setda Provinsi NTT dan instansi terkait lainnya.
Rapat pembinaan BUMD ini juga berupaya mengelaborasi target dan strategi BUMD dalam rangka berkontribusi dalam target PAD 2,8 triliun.
Plt. Dirut PT. Jamkrida Dr. Fritz Fanggidae dalam penjelasannya terkait pengelolaan PT. Jamkrida menyampaikan saat ini Triwulan II dari target laba 8.479.500.000, realisasi 4.393.308.337 (51,81%). Pada tahun 2024 realisasi dividen (tahun buku) kepada Pemerintah Provinsi sebesar 7.483.845.063.
Pejabat PT.Bank Pembangunan Daerah NTT, Christofel Adoe dalam presentasi kinerja Bank NTT menyampaikan hingga Mei 2025 pertumbuhan penyaluran kredit 2,30% (yoy) posisi Modal Pemerintah Provinsi NTT sebesar 24,84%.
Direktur Utama PT. Flobamor Y. Irawan Rayon menyampaikan bahwa PT. Flobamor terus meningkatkan kualitas SDM pengelola dan terus membuka ekspansi bisnis baru dengan mengembangkan kerjasama dengan usaha bisnis lain.
Sementara PT. Kawasan Industri (KI) Bolok Tony Antariksa Dima selaku Direktur Utama menyampaikan hambatan terbesar yang dihadapi oleh PT. KI Bolok adalah terkait legalitas lahan yang sangat mengganggu iklim investasi di KI Bolok.
KI Bolok juga terkendala dengan pengurusan Surat Izin Usaha Kawasan Industri (SIUKI).

Rapat Evaluasi Pengelolaan BUMD ini merekomendasikan agar BUMD Provinsi terus melakukan inovasi dan berkreasi mencari pasar-pasar usaha baru bagi PT. Flobamor.
Mendorong percepatan penyelesaian legalitas lahan, perijinan dan membangun image Kawasan Industri Bolok dalam rangka meyakinkan investor.
Untuk PT. Jamkrida dan PT. BPD NTT didorong agar terus bersinergi secara sehat dan saling mendukung demi meningkatkan kontribusi PAD yang akhirnya berdampak pada kesejahteraan masyarakat NTT. (rilis/42na)



